alexa snippet

Final NBA 2015

Mengurai Rekor Sia-sia King James

Mengurai Rekor Sia-sia King James
Tatapan Kosong : LeBron James memeluk Stephen Curry usai timnya kalah di game keenam final NBA 2015 - Reuters
A+ A-
CLEVELAND - Menjadi pemain paling menonjol dalam rangkaian final NBA merupakan angan-angan hampir setiap pebasket. Tetapi pencapaian yang digapai LeBron James sebagai top performance di enam game final NBA tahun ini terasa hambar manakala dia tak mampu melengkapi rekor individunya dengan kemenangan kolektif tim.

Rekor individu yang dibuat James sejak Cleveland Cavaliers berhadapan dengan Golden State Warriors 5 Juni 2015 lalu, hingga hari ini, dia rasa begitu sia-sia. Pasalnya, The Cavs gagal menyabet gelar juara NBA tahun ini setelah kalah 2-4 dari Warriors. 

Meski tidak berhasil membawa timnya memenangkan final NBA 2015, prestasi King James tidak bisa dipandang sebelah mata. Di final, King James rata-rata mencetak 35,8 poin, 13,3 rebound dan 8,8 assist. Dia menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak poin sebanyak itu. "Bahkan Michael Jordan atau Larry Bird sekalipun tidak mencetak angka sebanyak itu," tulis USA Today, Rabu (17/6/2015).

James juga mencetak rata-rata 32 poin, 18 rebound dan sembilan assist dalam 59 pertandingan di babak playoff sepanjang karier basekatnya. Pencapaian itu merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah NBA digelar.  

Mantan pemain Miami Heat juga melepaskan 39,8% tembakan sepanjang game keenam, sementara 31% diantaranya merupakan lemparan tiga angka. Tetapi secara keseluruhan, The Cavs hanya memasukan 40% dari tembakan mereka sepanjang pertandingan. James menjadi sangat kontras jika bersanding dengan rekan-rekannya.

Pelatih Golden State Warrior, Steve Kerr menyorot penampilan James sepanjang laga final musim ini. Menurut pelatih debutan itu, James merupakan pemain paling menebar ancaman sepanjang rangkaian final. "Menjaga LeBron James telah menjadi pekerjaan paling sulit di basket," kata Kerr, dikutip USA Today, Rabu (17/6/2015).

James sendiri seperti dibebankan pekerjaan mustahil selama final NBA. Kepada wartawan, point guard The Cavs berulang kali mengatakan dia ingin timnya membayar jasanya dengan sebuah kemenangan. "Saya telah kalah sebanyak empat kali di final. Lebih mudah bagi saya untuk tidak bermain di playoff dari pada harus kalah di laga final," ratapnya. (Baca juga : LeBron James Merasa Dipermalukan Warriors)



(bbk)
dibaca 4.022x
loading gif
Top