Jelang GP Aragon 2016

Rossi: Di Atas Kertas, Honda Lebih Kompetitif daripada Yamaha

Rossi: Di Atas Kertas, Honda Lebih Kompetitif daripada Yamaha
Valentino Rossi-Marc Marquez-Jorge Lorenzo di jumpa pers GP Aragon 2016 (motorsport.com)
A+ A-
ARAGON - “Saya cepat, tapi saya membuat banyak kesalahan. Marquez lebih mementingkan memenangkan gelar juara dunia ketimbang setiap seri? Saya yakin dia begitu.”

Ya, itulah sepenggal kalimat dari komentar Valentino Rossi kala menghadiri jumpa pers GP Aragon 2016 pada Kamis (22/9) petang waktu setempat atau jelang tengah malam WIB.

Akhir pekan ini, The Doctor bakal kembali melanjutkan perjuangannya memangkas ketinggalan poinnya dari Marc Marquez di puncak klasemen sementara, yang mana sekarang tersisa 43 angka.

Tak diragukan lagi kalau penampilan Rossi belakangan tetap pada jalur positif, namun selisih poinnya dengan Marc masih besar. Bagaimanapun juga, itu bukan berarti mustahil buat dilewati.

“Hingga secara matematis ini dinyatakan telah berakhir, saya masih terus berusaha. Walaupun peluangnya makin kecil,” beber Rossi menguapkan asa seperti dilaporkan GPOne.

Dalam empat seri terakhir, Anda finis di depan Marquez. Tanggapannya?
“Itu jelas bagus karena saya masih bisa menjaga cahaya itu tetap menyala. Bagaimanapun juga, pada akhirnya, dari hasil empat balapan itu saya tidak bisa menutupi poin dari satu kekalahan saya pada satu seri.”

Marc terus mengatur keunggulan poinnya. Apakah Anda mempercayainya ketika dia mengatakan bahwa dia lebih memilih memenangkan gelar juara dunia ketimbang gelar juara seri?
“Ya, saya mempercayainya. Dia membalap dengan memikirkan gelar juara dunia di kepalanya dan dia terus melaju dengan strategi ini. Kemudian, jika nantinya dia punya kans memenangkan balapan, saya yakin dia akan berusaha untuk itu.”

Anda tampil cepat musim ini, tapi Anda seperti tidak mencapai hasil maksimal dari potensi yang sebenarnya didapat. Dapatkah Anda mengingat pernah menjalani musim balap seperti ini?
“Mungkin pada musim pertama saya (rookie) di kelas 250cc. Saya cepat namun membuat banyak kesalahan. Boleh dibilang bahwa ini adalah tahun debut saya di MotoGP (sambil tertawa). Pada awal musim ini dimulai, seperti saya pernah katakan sebelumnya. Akhir musim lalu benar-benar telah membebani saya, di mana saya butuh waktu panjang untuk kembali fokus dan akhirnya saya membuat kesalahan. Lantas kemudian terjadi mesin meledak di Mugello. Itu adalah 25 poin yang saya tidak dapat kembalikan dari siapapun.”

Putaran kedua musim ini Anda tampil lebih baik?
“Ya, tapi pada putaran kedua saya masih belum bisa memenangkan sebuah lomba. Saya mencoba memulihkan diri dari kesalahan yang saya buat. Saya menghasilkan sejumlah poin dan saya harus terus seperti itu.”

Nah dari lima seri tersisa, di lomba mana Anda mengincar kemenangan?
“Adalah selalu sulit untuk membuat prediksi tertentu dan bahkan pada tahun ini, terutama dengan adanya ban Michelin. Target utamanya adalah finis di podium dalam lima seri terakhir. Target keduanya baru memenangkan lomba.”

Musim ini (tanah) Spanyol selalu baik kepada Anda?
“Ya, tapi Jerez dan Barcelona adalah dua dari sejumlah lintasan favorit saya, tapi saya belum pernah meraih hasil bagus dari Aragon dan Valencia. Pada 2014 saya finis di podium sini karena adanya insiden. Namun tahun lalu saya melakoni balapan terbaik saya di Aragon. Kami harus belajar dari situ.”

Bagaimana soal persaingan antar motor di GP Aragon?
“Di atas kertas, Honda lebih kompetitif ketimbang Yamaha, dan para pembalap Spanyol juga selalu tampil bagus di sini. Dengan finis di podium akan jadi hasil yang hebat, jadi kami harus berusaha untuk melakukan sesuatu yang lebih ketimbang biasanya.”

“Di trek ini (Aragon), Yamaha menderita saat meliuk-liuk, tikungan lambat akan mengurasi akselerasi kami. Motor kami juga akan menderita saat mengerem keras. Tapi kecepatan menikung dan saat melibas tikungan cepat, kami oke.”


(sbn)
dibaca 32.596x
Top