PON XIX Jawa Barat

Ketua Kontingen DKI Ngomel-ngomel Atletnya Dilarang Tampil Pada Cabor Renang Indah

Ketua Kontingen DKI Ngomel-ngomel Atletnya Dilarang Tampil Pada Cabor Renang Indah
PON XIX/2016 cabor renang indah l ist
A+ A-
BANDUNG - DKI Jakarta tidak bisa menurunkan atletnya, Adelia Amanda Nirwala di cabang olahraga renang indah PON XIX/2016. Adelia tak bisa tampil sebab usianya sudah melebihi ketetapan yang telah disusun Pengurus Besar PON.

Usia maksimal atlet di cabang olahraga (cabor) renang indah adalah 26 tahun. Sementara umur Adelia sudah 28 tahun. Menurut Ketua Kontingen DKI, Djamhuron P Wibowo hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan dari Persaturan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia menyesalkan adanya aturan baru yang membuat atletnya tidak bisa bertanding.

"Amat sangat merugikan kita. Kita sudah membina (atlet) selama sekian tahun. Tiga tahun kita bina semuanya, dari babak kualifikasi semua ikut, pada saat klimaksnya dipotong begitu saja, tidak diizinkan (bertanding)," ucapnya kesal.

Sebegai bentuk kekecewaan, DKI memilih walk out atau keluar dari persaingan. Djamhuron heran dengan aturan yang berlaku saat pelaksanaan pertandingan. Padahal selama babak kualifikasi, aturan itu tidak ada sama sekali. Atletnya pun melenggang mulus mengikuti fase kualifikasi. Tapi di detik akhir justru atletnya tidak bisa tampil dengan alasan adanya pembatasan usia dalam technical hand book (THB). Apalagi aturan seperti itu juga tidak ada di federasi renang dunia atau FINA.

"Seharusnya jika memang ada pembatasan usia, hal itu diberlakukan sejak awal. Sehingga atletnya tidak bisa ikut sejak babak kualifikasi. Sementara yang terjadi, atletnya lolos di babak kualifikasi tapi tidak bisa bermain dalam pertandingan sesungguhnya," kata Djamhuron.

"Dari awal harusnya seperti itu. Ini sudah lolos kualifikasi, ujug-ujug muncul THB baru yang tidak dimusyawarahkan atau tidak ada persetujuan dari PB PRSI. Berarti ini ilegal. Lewat mana dia (panitia) mengeluarkan aturan (pembatasan usia) itu? Ini amat sangat mencederai mental atlet, dan pembinaan ke depan seperti apa saya tidak tahu jadinya," tegas Djamhuron.

Tak hanya itu, ia juga mengkritik sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam PON. Khususnya perangkat pertandingan, ia berharap SDM yang dipekerjakan lebih berkualitas dan profesional.

"Dalam menempatkan SDM pada posisi-posisi tertentu itu yang perlu ditingkatkan agar lebih profesional lagi, tidak ada keberpihakan, tidak ada kedaerahan, tapi kita menjunjung untuk olahraga yang lebih bagus. Saya minta untuk SDM harus ditingkatkan lagi. Jangan sampai pemilihan wasit, juri menggunakan sertifikat yang tidak up to date," tegasnya.


(bep)
dibaca 3.016x
Top