alexa snippet

Formula 1 2016

Mercedes: Tuduhan Hamilton soal Konspirasi Cukup Bodoh

Mercedes: Tuduhan Hamilton soal Konspirasi Cukup Bodoh
Lewis Hamilton gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (2/10/2016) lantaran mobil Mercedes W07 miliknya bermasalah. | Telegraph
A+ A-
SEPANG - Hasil buruk di Grand Prix Malaysia membuat Lewis Hamilton menyindir habis kinerja timnya. Mercedes pun angkat suara menanggapi keluhan pembalap andalannya.

Hamilton yang sempat menguasai race di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (2/10/2016), gagal menyelesaikan balapan akibat mobil W07 miliknya bermasalah. Imbasnya, driver asal Inggris tertinggal 23 poin dari rekan setimnya Nico Rosberg, yang keluar sebagai juara tiga di bawah Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.

Setelah race berlangsung, Hamilton mengeluh kepada media jika tunggangannya bermasalah. "Seseorang tidak ingin saya menang," umpatnya.



Hal itu langsung ditanggapi petinggi tim Mercedes. Legenda balap Niki Lauda yang menjabat sebagai Ketua Non-eksekutif Mercedes mengatakan, dirinya tak bisa menerima komentar Hamilton.

"Saya tahu Lewis anak yang sangat baik dan dia tidak akan menuduh tim. Ini adalah interpretasi yang saya tidak bisa terima," ucapnya seperti dilansir Eurosport.

"Saya pribadi merasa sangat menyesal. Saya bertanggung jawab soal mesin dan tim. Saya minta maaf padanya. Kami tidak tahu apa penyebabnya. Dia telah menangkan dua kali kejuaraan bersama kami. Bagaimana bisa mengatakan kami melakukan sabotase? Ini benar-benar konyol dan bodoh," balasnya.

Hamilton sendiri sudah menuntut penjelasan Mercedes. Maklum, juara bertahan Formula 1 kesal setelah gagal menangkan balapan kendati bisa menguasai sesi latihan sejak Jumat.

"Pertanyaan saya jelas tertuju pada Mercedes. Kami punya banyak mesin yang dibuat untuk delapan pembalap dan hanya saya yang gagal tahun ini. Seseorang mesti memberi jawaban sebab ini tidak bisa diterima," tegasnya. (Baca Juga: Update Klasemen Formula 1 2016)



(bbk)
dibaca 9.253x
loading gif
Top