alexa snippet

Peparnas XV 2016 Jawa Barat

Demi Emas, Laras Pernah Tenggelam di Kolam Sedalam 2,5 Meter

Demi Emas, Laras Pernah Tenggelam di Kolam Sedalam 2,5 Meter
Laras Safitri Permata menunjukkan jika keterbatasan tak menghalanginya untuk berprestasi. Pernah tenggelam saat latihan, Laras justru kini menuai hasil manis setelah mendulang dua emas di Peparnas XV/2016. Foto: Peparnas
A+ A-
BANDUNG - Perjuangan selalu berbuah manis. Inilah sekelumit kata untuk melukiskan bagaimana perjuangan atlet difabel asal Kalimantan Timur. Siapa nyana, latihan keras bahkan sempat tenggelam di kolam sedalam 2,5 meter malah mengantarkan Laras Safitri Permata mendulang medali emas dari cabang renang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat.

Bukan hanya satu, tapi dua emas berhasil digondol Laras yang turun di nomor low vision. "Waktu awal-awal belajar renang, aku lihat temanku minta tolong. Dia mau tenggelam. Terus dia teriak minta tolong. Akhirnya aku deketin, aku bantu dia, eh tapi mungkin karena dia panik akhirnya badan aku malah dia pegang. Akhirnya kita sama-sama minta tolong karena kita mau tenggelam," kenang Laras dilansir laman resmi Peparnas, Selasa (18/10/2016).

"Tapi ternyata aku dan temanku itu, posisinya deket ke tembok pinggir kolam renang. Dan pelatih aku awalnya cuma ngelihatin kita berdua sampai akhirnya dia bilang woy itu kamu deket ke tembok kok," kata Laras sambil tertawa.

Untuk mahir beraksi di kolam renang, anak kedua dari tiga bersaudara ini menghabiskan waktu dua tahun. "Aku sama sekali enggak bisa berenang. Dua tahun pula aku berlatih keras dari Senin sampai Sabtu," katanya.

Laras mengaku, tertarik olah raga renang karena  ajakan teman-temannya. "Aku itu sebenarnya tipe orang yang males ikut kegiatan di luar, sampai suatu ketika teman yang juara renang ngajakin renang. Aku berpikir, aku juga ingin seperti dia bisa meraih prestasi," kata Laras.

Buat Laras, dengan keterbatasan yang dimiliknya tak mudah untuk menekuni dunia renang. Dibutuhkan kesabaran buat pelatih untuk mengasah kemampuannya.

"Melatih perenang low vision itu kalau aku bilang susah-susah gampang karena pelatihan kita harus sabar banget karena si pelatih itu benar-benar mempraktikkan langsung ke kita. Kalau misalnya belajar gaya bebas, tangannya harus gerak bagaimana itu harus benar-benar turun ke kolam si pelatihnya," kata dia.

Gadis kelahiran Surakarta, 2 Juni 1993 silam ini berharap prestasi yang ditorehkannya di Peparnas XV bukanlah prestasi terakhir yang diciptakannya dalam dunia olah raga.



(bbk)
dibaca 3.648x
loading gif
Top