alexa snippet

Tes Pramusim MotoGP 2017

Ini Alasan Ducati Tes Motor Pakai Winglet dan Kelemahan GP17

Ini Alasan Ducati Tes Motor Pakai Winglet dan Kelemahan GP17
Jorge Lorenzo (Ducati) pada sesi tes akhir musim Valencia 2016 (Foto/marca.es)
A+ A-
JEREZ - Tak ada orang yang paling kecewa, atas adanya larangan penggunaan sayap depan motor (winglet) pada MotoGP 2017, selain racing director tim Ducati Corse Gigi Dall’Igna. Tapi, itu bukan alasan mengapa Ducati tetap memasang winglet pada motor baru mereka, GP17, selama sesi tes akhir musim 2016.

Ya, boleh dibilang dua kemenangan yang diraih Ducati pada musim 2016, turut disebabkan manfaat dari penggunaan winglet. Pun dengan prestasi menempatkan Andrea Dovizioso di urutan lima klasemen akhir pembalap.

Akan tetapi, penggunaan winglet pada musim 2017 resmi dilarang (setelah diperkenalkan oleh Ducati mulai 2015). Lantas, bagaimana cara Ducati menyiasati kehilangan salah satu unsur pendukung aerodinamika motor mereka tersebut, guna menambah downforce dan mengatasi wheelie? Apakah Ducati bakal tetap kuat tanpa winglet?

Winglet itu merupakan ide kami. Seluruh pekerjaan tim telah ditransformasikan dalam kerangka aerodinamika menggunakan itu (winglet). Saya sangat bangga atas ini,” sembur Gigi Dall’Igna seperti dilaporkan Speedweek.

Apakah Ducati setuju, adanya larangan pemakaian winglet pada motor MotoGP mulai 2017, dengan alasan faktor keselamatan pembalap di lintasan?
“Selama gelaran GP Valencia, Andrea Iannone sempat menyenggol pembalap lain di lintasan lurus, dan winglet motornya langsung patah. Sebagaimana hasilnya, kami telah berulang kali memperlihatkan bahwa winglet bukanlah sebuah masalah, atau ancaman bagi keselamatan pembalap,” tutur Dall’Igna.

“Tapi apalah itu? Aturan adalah aturan, kami tidak dapat mengubahnya lagi. Kami sekarang mengembangkan motor sesuai dengan regulasi baru. Tapi, kini kami harus benar-benar melakukan perubahan secara menyeluruh pada sektor aerodinamika motor 2017 Ducati,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana perkembangan Desmosedici GP17 sejauh ini, khususnya setelah dua tes akhir musim 2016, di Sirkuit Valencia dan Jerez?
“Kami masih belum menyelesaikan tes (aerodinamika) di terowongan angin, jadi kami banyak menghabiskan putaran dengan tes pemakaian winglet di pengujian Valencia. Bagi kami, itu merupakan tujuan utama kami di tes Valencia, yakni untuk membandingkan sasis baru 2017, dengan sasis lama 2016. Dalam rangka tidak mendapat kesan yang salah pada sasis karena tidak adanya winglet, kami ingin menjajal sasis baru dengan konfigurasi yang kami tahu dan benar-benar kami yakini," kata Dall'Igna menjelaskan.

Apakah kelemahan terbesar Ducati di Musim 2016? Dan apa saja yang perlu diperbaiki untuk musim 2017? “Saya rasa, masalah utama kami musim lalu adalah performa motor saat membelok di tikungan. Kami perlu memperbaiki sasis di area ini, itu sudah jelas. Kami sudah punya ide dan berusaha menuangkan ide-ide ini ke dalam motor 2017. Namun kami perlu data di area lain hingga kami bisa paham apakah ide-ide tersebut berhasil. Tapi ban tidak dapat disalahkan, karena kami semua menggunakan ban yang sama,” kata Dall’Igna memaparkan.



(sbn)
dibaca 29.046x
loading gif
Top