alexa snippet

Peresmian Museum Jorge Lorenzo

Di Museumnya, Lorenzo Singgung Vinales dan Bilang Rossi Makin Tua

Di Museumnya, Lorenzo Singgung Vinales dan Bilang Rossi Makin Tua
Jorge Lorenzo saat peresmian museumnya di Andorra. (Foto/GPOne)
A+ A-
ANDORRA - Pekan lalu, kalender Kejuaraan Dunia Balap GP Motor (MotoGP) telah berujung pada tes akhir musim di Sirkuit Jerez dan Sepang. Tapi, aktivitas Jorge Lorenzo yang sebelumnya sempat menjajal motor tim barunya (Ducati) di tes akhir musim Valencia, terus berlanjut.

Karena tak diperbolehkan menjajal motor Ducati di tes akhir musim Jerez, Lorenzo menyempatkan diri ke Abu Dhabi, tempat di mana seri terakhir Kejuaraan Dunia Balap Formula Satu (F1) 2016 diselenggarakan. Setelah dari Abu Dhabi, Lorenzo tak langsung pulang ke Palma de Mallorca, Spanyol, tempat kelahirannya. Namun, juara dunia kelas bergengsi tiga kali itu, harus melakukan ‘pit stop’ di Andorra, yang mana di sana dia meresmikan museumnya.

Saat peresmian museumnya di Andorra, secara eksklusif kepada GPOne, pembalap 29 tahun itu sempat mengemukakan sejumlah hal. Berikut petikan wawancaranya.

Akhir pekan lalu, Anda menghadiri lomba terakhir F1 2016 di Abu Dhabi. Jika bisa membuat perbandingan dengan MotoGP, siapa yang memerankan Rosberg, Hamilton, Verstappen, dan Vettel?
“Sungguh sulit dikatakan. Hamilton bisa jadi diperankan Marquez, cepat dan eksplosif. Karena usianya yang masih muda, saya bisa menyamakan Vinales dengan Verstappen. Saya pikir, saya paling mendekati (Fernando) Alonso, baik dari segi gaya maupun determinasi. Kami jarang membuat kesalahan. Di lain pihak, Valentino (Rossi) bisa jadi (Michael) Schumacher.”

Setelah tes akhir musim di Valencia (sebelum tes akhir musim Jerez), mana yang Anda anggap lebih mengejutkan, tes pertama bersama Ducati atau bersama Yamaha (2008)?
“Anda tidak akan dapat benar-benar membandingkan ini. Karena keduanya merupakan motor yang berbeda, oleh karena itu sensasi menungganginya juga berbeda. Ducati merupakan motor buatan Italia, sebuah merek spesial yang memiliki fans di berbagai penjuru dunia, sama seperti Ferrari di F1. Mereka memiliki sebuah keunikan.”

Apa yang ada dalam pikiran Anda pertama kali, ketika Anda naik (Ducati Desmosedici) GP16 (di tes akhir musim Valencia 2016)?
“Saya tidak bisa mengatakan lebih jauh. Saya hanya bisa mengungkapkan, ada senyum lebar di wajah saya dari balik helm.”

Menurut Anda, apakah Ducati punya kans juara dunia (MotoGP 2017)?
“Saya menerima tantangan ini untuk menang, dan saya akan melakukan segalanya untuk mewujudkannya. Motornya sendiri akan berubah banyak (musim depan), bisa ke aspek negatif dan positif. Jadi, kami akan melihat apa yang akan terjadi nanti.”

Maverick Vinales jadi yang tercepat di tes akhir musim Valencia 2016. Menurut Anda, apakah nanti hubungannya dengan Valentino lebih kompleks, ketimbang saat Rossi berbagi garasi dengan Anda?
“Saya tidak tahu relasi apa yang akan mereka jalani nanti. Tapi, saya tahu Rossi akan sulit buat mengalahkan Maverick. Pada 2017, pastinya usia Rossi akan bertambah satu tahun lebih tua. Ketika saya tiba di Yamaha, Vale sedang berada dalam top performa. Tentu saja dia masih kompetitif, dan tidak akan sesederhana itu bagi Maverick untuk berada di depan Rossi.”

Marquez masih jadi favorit. Akankah Vinales jadi rival paling serius di pacuan gelar juara dunia, ataukah Anda dan Rossi juga jadi pesaing?
“Marc memiliki apa yang dia butuhkan untuk jadi juara, dan dia masih favorit. Dengan Suzuki, Vinales memperlihatkan dia bisa menang, dan Yamaha menunggu pembuktiannya. Tapi, ada satu hal yang terpenting di setiap akhir pekan lomba, yakni untuk tampil cepat di flying lap (kualifikasi) dan juga saat race. Saya yakin bahwa Valentino juga bakal kompetitif, sebagaimana saya di atas Ducati."



(sbn)
dibaca 40.238x
loading gif
Top