Tinju

Sulitnya meruntuhkan dinasti Klitschko

Andryanto Wisnuwidodo

Senin,  9 Juli 2012  −  20:07 WIB
Sulitnya meruntuhkan dinasti Klitschko
Wladimir Klitschko memamerkan empat sabuk juara sebelum pertarungan dengan Tony Thompson/Daylife

Sindonews.com - Wladimir Klitschko membuktikan dirinya sebagai petinju yang sulit dikalahkan. Petinju asal Ukraina itu menunjukkan kekuatannya setelah menang TKO di ronde keenam atas Tony Thompson dalam pertarungan perebutan sabuk juara kelas berat versi IBF, WBA, dan WBO di Stade de Suisse, Bern, Swiss, Sabtu (7/7) waktu setempat.
 
Vladimir yang kini berusia 36 tahun terlalu perkasa saat menghadapi penantangnya. Wladimir tidak sedikitpun memberikan peluang bagi Thompson dalam duel rematch ini. Sejak ronde pertama hingga keenam, Wladimir terus menghujani Thompson dengan pukulan mematikan yang akhirnya membuat penantangnya asal Amerika Serikat itu menyerah.
 
Kemenangan itu memperpanjang rekor menang Wladimir menjadi ke-16 beruntun sejak kalah TKO di ronde kelima dari Lamon Brewster dalam perebutan gelar kelas berat WBO pada 10 April 2004. Wladimir kini memperpanjang rekor ring menjadi 58 menang (51 KO) dan 3 kalah. Ia juga masih menguasai sabuk juara IBO.
 
Sukses Wladimir kian menegaskan betapa sulitnya meruntuhkan keperkasaan dinasti Klitschko di kelas berat. Pasalnya, satu sabuk juara kelas berat versi WBC juga menjadi milik kakaknya, Vitali Klitschko. ’’Saya tidak menyangka dari awal pertarungan bahwa saya akan mempertahankan gelar,’’kata Wladimir.
 
Kendati menang TKO, Wladimir tidak menyangka akan menang TKO atas Thompson. Menurutnya, penantangnya tersebut sulit dipukul roboh.’’Sangat sulit mendaratkan pukulan. Dia sangat licin, dia selalu melihat pukulan, dia tidak pernah melihat mata saya yang membuatnya sangat berhati-hati,’’jelasnya.
 
Thompson secara kesatria mengakui ketangguhan Wladimir. Menurutnya, sosok Wladimir memang juara sejati.’’Wladimir seorang juara sejati,’’kata Thompson. 
 
 

 

(aww)

shadow