
Wahyu Budi Santoso
Sindonews.com - Pertandingan bulu tangkis Olimpiade London tadi malam, mengalami sejarah yang memalukan. Pasalnya, laga yang diikuti tim ganda putri bukan berlomba untuk menang, namun berlomba untuk kalah.
Tindakan konyol untuk mengalah dalam babak penyisihan tadi malam, bertujuan agar mereka bisa mendapatkan lawan yang lebih menguntungkan pada babak berikutnya. Pebulutangkis yang diduga mengatur kekalahan berasal dari Indonesia, Tiongkok, dan Korea Selatan.
Para penonton yang menyaksikan laga di Wembley Arena tampak kesal dengan ulah yang tidak sportif pebulutangkis. Mereka berteriak dan mencemooh pebulutangkis dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Indonesia yang sengaja bermain buruk dan asal-asalan supaya kalah.
Federasi Badminton Dunia (BWF) akhirnya bereaksi atas kekonyolan ini. Mereka akan melakukan penyelidikan atas permainan yang tidak sportif ini, karena seluruh turnamen menjadi kacau.
“Kami akan melakukan diskusi malam ini untuk mengetahui apa yang terjadi,” ujar Paisan Rangsikitpho, delegasi teknik turnamen kepada Reuters di Wembley Arena, Rabu (1/8/2012).
“Jika apa yang saya dengar itu benar, ini sesuatu yang memalukan dan saya tidak dapat menerimanya. Saya meminta maaf pada publik dan semua orang, dan saya tidak senang dengan hal ini. Jika perlu kami akan berdiskusi semalaman,” ujarnya.
Kepala pelatih Korea Selatan Sung Han-kook mengakui salah satu dari dua pasangan ganda timnya berusaha mengalah dalam pertandingan melawan pasangan juara dunia dari Tiongkok dan tim Indonesia. Namun menurutnya hal itu merupakan pembalasan atas tim Tiongkok yang terlebih dahulu menghasut mereka.
Menurut Han-kook, Tiongkok sengaja mengalah dalam salah satu pertandingan itu supaya pasangan ganda Yu Yang dan Wang Xiaoli tidak bertemu dengan pasangan ganda lain dari tim Tiongkok sampai babak penentuan medali emas.
“Tim Tiongkok memulainya duluan. Penentuan tim ini sesuatu yang kompleks. Mereka tidak mau bertemu satu sama lain di semifinal,” Sung mengatakan pada media lewat penerjemah.
“Jadi kami melakukan hal yang sama. Kami tidak ingin melawan tim Korea Selatan pada babak penentuan,” ujarnya.
Seperti diketahui, setelah mendapatkan ancaman diskualifikasi dari wasit kehormatan, pasangan Tiongkok Yu dan Wang kalah dari pasangan Korea Selatan Jung Kyung-eun dan Kim Ha-na dengan skor 21-14 21-11. Pada pertandingan tersebut, reli terlama hanya berlangsung empat pukulan saja.
Skenario konyol pun kembali terjadi dalam pertandingan antara pasangan Korea Selatan Ha Jung-eun dan Kim Min-jing melawan tim Indonesia Greysia Polii dan Meiliana Jauhari. Kedua pasangan ini sempat mendapatkan hujatan penonton, dan kartu hitam dari wasit kehormatan.
(wbs)