
Wahyu Budi Santoso
Sindonews.com - Ajang olahraga besar dunia biasanya akan menambah pundi-pundi bagi negara penyelenggara, namun untuk ajang Olimpiade London justru sebaliknya, jumlah pengujung di kawasan belanja Oxford Street, di pusat kota London, tidak sebesar yang diperkirakan.
Keinginan para pemilik toko di pusat kota London menyaksikan lonjakan pembeli selama Olimpiade, sejauh ini belum menjadi kenyataan. Bahkan selama dua hari pertama penyelenggaraan, Jumat dan Sabtu, jumlah pengunjung ke toko-toko di pusat kota London menurun.
Pada hari Jumat (27/07), menjelang upacara pembukaan, rata-rata pengunjung turun 10,4 persen, sementara untuk Sabtu (28/07) turun 11,7 persen.
"Tak ada turis ke sini, pengunjung lokal juga tidak ada. Semuanya menghindari pusat kota London," ujar Vicky Munro, pemilik toko di Oxford Street, salah satu pusat pertokoan utama di pusat kota London seperti yang dilansir bbcsport Jumat, (3/8/2012).
Bahkan analis ritel Neil Sanders mengatakan, penurunan pengunjung ini sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa. "Data tersebut tidak mengejutkan. Banyak yang khawatir transportasi umum akan kewalahan, jadi warga dan turis sepertinya menghindari London," kata, analis ritel Conlumino ini.
Ia mengatakan kekhawatiran sulit mendapatkan kereta atau bus membuat orang-orang memilih untuk tidak berbelanja di pusat kota London. "Ini juga sekaligus mengingatkan kepada para pelaku usaha bahwa Olimpiade jangan dipandang sebagai penyelamat bisnis," pungkasnya.
(wbs)