Pertandingan final Jabar melawan Jateng dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Riau Rusli Zainal, Ketua Perbasi Anggito Abimanyu serta Komandan Kontingen PON XVIII Jabar Mayjen TNI Sonny Widjaya.
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menuturkan, setelah menunggu bertahun-tahun lamanya, akhirnya tim basket Jabar bisa meraih medali emas. "Setelah 16 tahun Jabar menunggu, baru pada pada PON 18 ini basket Jabar bisa mempersembahkan emas," ungkapnya.
Pada kuarter pertama, Jabar hanya bisa unggul tipis dari Jateng dengan angka 15-14, namun pada kuarter kedua Jateng mencoba mengejar ketinggalan angka dan mereka bisa unggul atas Jabar dengan skor sementara 32-29 untuk Jateng. Melihat permainan seperti itu, tim pelatih langsung cepat tanggap menyusun strategi jitu untuk bisa mengejar ketertinggalan poin.
Di kuarter ketiga anak asuh Ricky Gunawan itu bisa bermain dengan lebih tenang. Alhasil Jabar bisa unggul kembali dengan skor 57-53. Di kuarter terakhir, tim Jabar dan Jateng terlihat bermain hati-hati untuk mengurangi pelanggaran agar tidak menambah nilai lawan.
Pada menit terakhir, kedua tim terlihat melakukan time out untuk mengatur strategi agar bisa unggul karena kedua pemain saling kejar mengejar angka dalam perolehan nilai. Namun akhirnya regu Jabar bisa menutup permainan Jateng dengan kemenangan angka tipis 86-82 untuk kemenangan Jabar yang berhak meraih medali emas sedangkan peraknya direbut oleh Jateng dan perunggu DKI Jakarta.
Ricky menuturkan, dirinya sangat senang akhirnya tim Jabar akhirnya bisa tampil maksimal. Perjuangan para atlet dinilai patut diacungi jempol, pasalnya pertandingan final itu merupakan penentuan mengembalikan prestasi basket Jabar.