Liga Indonesia

Dipaksakan masuk IPL, PSMS merasa seperti bunuh diri

Syukri Amal

Rabu,  13 Februari 2013  −  18:24 WIB
Dipaksakan masuk IPL, PSMS merasa seperti bunuh diri
Pemain PSMS LPIS menyiapkan diri menghadapi IPL/Syukri Amal

Sindonews.com - Nama PSMS Medan versi PT LPIS masuk ke dalam salah satu klub peserta Indonesian Premier League (IPL) 2012/2013. Ironisnya, pengumuman tiba-tiba itu disinyalir membuat tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut dipersiapkan untuk Divisi Utama PT LI yang masih minim persiapan.

PSMS Medan, masuk dalam kategori klub IPL yang belum jelas nasibnya di IPL, beserta tujuh klub lainnya. Yakni Arema Indonesia versi IPL, Perseman Manokwari, Persiraja Banda Aceh, PSLS Lhokseumawe, Persibo Bojonegoro, Persijap Jepara, dan Bontang FC.

Ketua Umum PSMS Medan versi PT LPIS, Benny Harianto Sihotang mengatakan belum mengetahui kabar tersebut. Selama ini, kendati berkomunikasi dengan dirinya, Chief Executive Officer (CEO) PT LPIS, Widjajanto belum pernah sekalipun mengabarkan tentang kemungkinan PSMS ke IPL.

"Jadi saya belum baca dan informasi belum sampai ke saya. Komunikasi kami dengan pak Widjajanto, bahwa kami main di Divisi Utama. Apalagi, kompetisi itu sudah hampir diputar," ujarnya.

Benny mengatakan, merujuk pada jadwal tersebut, jika pasti, PSMS hanya akan ke Divisi Utama dan tidak ada aba-aba dari PT LPIS. Namun, dirinya mengaku tetap akan menanyakan hal tersebut ke pihak yang berwenang.

"Kalau dia rilis, kami coba tanya CEO-nya Widjajanto atau ke pak Djohar (Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin). Kalau kami ke IPL, kesiapannya tidak bisa. Kalau bahasa kasarnya sama juga dengan bunuh diri," aku direktur utama perusahaan daerah (PD) Pasar itu.

Mempersiapkan tim untuk berkompetisi di kasta kedua bulan Maret mendatang, PSMS Medan sama-sekali belum menggelar persiapan rutin seperti pemusatan latihan. Sejauh ini, persiapan hanya digeber dengan satu kali latihan pada sore hari, serta beberapa kali uji coba. Latihan pun lebih cenderung menyasar untuk menjaga kondisi pemain.

"Secara tim kami belum siap untuk itu. Sejak awal kami persiapan Divisi Utama yang akan digelar di bulan Maret. Kesiapan tim ke sana (IPL) enggak ada. Artinya kalau bertempur ke sana dan mempermalukan Kota Medan, PSMS kalah-kalah saja. Kami yang mempertanggungjawabkan," ungkapnya.

Secara pribadi, Benny mengaku, sinyal ke IPL merupakan hal yang menggembirakan, lantaran sekali lagi, hukuman degradasi yang dialami PSMS dianulir setelah musim 2011/2012, PSMS juga mengalami hal yang sama. Tapi dia mengakui, pihaknya tidak akan bisa berbuat banyak, termasuk meminta penyesuaian jadwal kepada PT LPIS.

"Jadwal saya rasa enggak bisa mundur, kalau kami minta seperti itu, semuanya pasti berubah," bebernya.

Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan sebelum menentukan kompetisi mana yang akan dipilih. Selain kesiapan tim. Dari segi finansial, PSMS masih minim. Belum lagi, kualitas pemain yang dipergunakan di PSMS mayoritas diisi pemain-pemain yang dinilai belum layak ke kasta tertinggi, apa lagi, pemain asing juga belum ada.

"Kami harus mengintip kualitas pemain klub lain di IPL. Pemain asing belum ada. Jangan sampai kami modal nekat. Dari sisi finansial, belum tahu seberapa dana yang bisa dikucurkan konsorsium ke kami. Masih blank semua. Selama ini kami telusuri adalah, kami di Divisi Utama," ungkapnya.

Ada lagi hal yang menjadi pertimbangan pihaknya sebelum menentukan sikapp.. Untuk itu pihaknya akan merapatkan hal itu dengan pengurus inti PSMS, manajemen dan pelatih. "Persoalan lain, Menurut saya kalau memang dipaksakan main di kasta tertinggi, ada sisi positif ada sisi negatif. Sisi positifnya itu, kami mendapatkan berkah yang luar biasa. Dengan kemurahan hati LPIS, kami main di kasta tertnggi.

Negatifnya, tim ini belum siap kalau dipaksakan main di kasta tertinggi. Kami rapatkan sama pelatih dan pengurus inti, manajer tim. Kami tidak mau mengorbankan kehormatan PSMS ini. Bukan menolak, kami harus ekstra keras, kami juga belum dikabari. Anggota kami (manajer) yang ikut pertemuan di Jakarta juga belum beri kabar apa-apa," pungkasnya.

 

(aww)

shadow