Metro

Kurangi pemukiman kumuh, Pemprov DKI bangun 200 Rusun

Wilfridus Zenobius Kolo

Senin,  25 Maret 2013  −  16:12 WIB
Kurangi pemukiman kumuh, Pemprov DKI bangun 200 Rusun
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, akan berusaha membangun 200 rusun di Jakarta, untuk merelokasi warga di kampung kumuh agar masyarakat Jakarta mendapat tempat hunian yang layak.
 
"Kita baru rapat akan bangun minim 200 rusun, sehingga pemukiman kumuh dapat diminimalisir di wilayah DKI Jakarta," kata Jokowi, Senin (25/3/2013).
 
Jokowi mengaku, tidak sepakat bila rumah susun sewa (Rusunawa), yang ditempati oleh orang yang tingkat ekonominya mapan, karena Rusun dibangun untuk mereka yang miskin.
 
Meski dengan tegas Jokowi menghimbau mereka yang mampu untuk meninggalkan rusun, namun aturan terkait kondisi ini belum ada, sehingga butuh aturan bakunya.
 
Karena saat I,ni tanah masih menjadi milik pemprov, tapi bangunan rusunnya merupakan milik Perumahan Nasional (Perumnas).
 
"Kalau di Marunda itu urusan saya. Rusun itu diberikan bagi keluarga yang belum mampu. Tapi kalau udah mampu kami ikut seneng. Tapi jagan tinggal di rusun lagi. Kami akan buat aturan kongkritnya,  kami sudah rapat akan ada aturan kongkrit," imbuhnya.

 

(stb)

shadow