Papua & Maluku

Korem 152 Babullah Malut musnahkan 135 pucuk senpi

Syamsudin Sidik

Minggu,  12 Mei 2013  −  16:03 WIB
Korem 152 Babullah Malut musnahkan 135 pucuk senpi
Pemusnahan senjata api oleh 152 Babullah Maluku Utara (Sindonews/Syamsudin Sidik)

Sindonews.com - Komando Resort Militer 152 Babullah Maluku Utara, Minggu (12/05/2013) memusnahkan ratusan senjata rakitan sisa konflik horizontal di Provinsi Maluku utara pada tahun 1999 lalu dan peninggalan sisa perang dunia kedua. Pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah konfilk antar warga yang kerap mengunakan senjata api.

Ratusan sejnata api rakitan sisa konflik horizontal dan sisa perang dunia kedua ini merupakan hasil operasi yang dilakukan pasukan TNI dalam kurun waktu enam bulan selama tahun 2012 lalu.

Petugas memotong senjata tersebut dengan gerjaji, saat kegiatan pemusnahan barang bukti dilakukan di terminal Pelabuhan A. Yani Kota Ternate dalam sebuah upacara bersama TNI-Polri.

Untuk diketahui, wilayah Provinsi Maluku Utara sendiri senjata api yang belum berhasil disita oleh aparat TNI dan Polri masih banyak yang tersimpan di masyarakat. Lebih khusus lagi di kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula masih banyak senjata api peninggalan perang dunia kedua yang dipegang masyarakat.

Menurut Danrem 152 Babullah, Kolonel Infanteri Kosasih Azis, senjata api rakitan yang dimusnahkan tersebut selain disita sendiri oleh personil TNI dalam sejumlah operasi, juga merupakan senjata yang diserahkan sendiri secara sukarela oleh warga, yang menginginkan terciptanya suasana keamanan dan kondusif paskah konflihk horizontal berkepanjangan pada tahun 2009 lalu.

Sementara jumlah senjata yang dimusnahkan sebanyak 135 pucuk terdiri dari 80 pucuk senjata rakitan laras panjang, 55 senjata rakitan laras pendek, 183 muhandak yang terdiri dari 169 munisi kaliber kecil serta 14 munisi khusus.

"Khusus untuk peluru, proses pemusnahannya akan dilakukan secara terpisah. Sementara untuk senjata rakitan pemusnahan dilakukan dengan menggunakan pemotong besi,” tambahnya.

Kosasih menambahkan, pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah konfilk antarwarga dan konflik antar pendukung kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang berlangsung 01 juni 2013 yang kerap mengunakan senjata api.

 

(kri)

shadow