Utamakan rekonsiliasi, PSSI tak mau gegabah

Utamakan rekonsiliasi PSSI tak mau gegabah
Utamakan rekonsiliasi, PSSI tak mau gegabah
A+ A-
Sindonews.com - PSSI akan memantau rapat kerja (Raker) PSSI pimpinan La Nyalla M Mattalitti. Hal itu dilakukan demi mengedepankan usaha rekonsiliasi yang selama ini terus didengung-dengungkan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Terjaidnya dualisme di persepak bolaan Indonesia, membuat atmosfer sepak bola Tanah Air semakin kacau. Setelah La Nyalla terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), 18 Maret lalu, La Nyalla dan anggota-anggota terus menjalankan program kerja sendiri sebagai pengurus PSSI versinya.

Setelah adanya kabar PSSI pimpinan La Nyalla akan membentuk tim nasional (timnas) Indonesia dan menunjuk Alfred Riedl sebagai juru taktik, Jumat (13/4), La Nyalla pun membuat raker untuk mengesahkan berbagai agenda kerja kepemimpinannya. Rencananya, ada tiga pilar yang akan dikedepankan, seperti timnas, kompetisi, dan milenium projek yang sampai saat ini masih digodok.

Melihat pergerakan dari PSSI pimpinan La Nyalla, PSSI pimpinan Djohar tidak lantas melakukan tindakan yang kembali memancing permasalahan. Pihaknya mengaku, masih melihat apa agenda yang akan diputuskan di sana. PSSI pimpinan Djohar, mengaku tidak ingin gegabah mengambil keputusan. Hal itu mengingat rencana rekonsiliasi yang ingin mereka tawarkan.

"PSSI akan melihat siapa-siapa saja yang ada di sana. Kami tidak ingin berikan komentar yang kembali memancing masalah. Kami ingin kita sama-sama mengedepankan rekonsiliasi. Karena kami yakin, upaya itu akan memberikan jalan keluar terbaik," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tri Goestoro.

Tri menambahkan, dirinya tidak mau terlalu terburu-buru menilai siapa-siapa anggota PSSI yang hadir dalam raker PSSI pimpinan La Nyalla masih anggota atau bukan. Itu tadi, keinginan PSSI pimpinan Djohar mengedepankan usaha rekonsiliasi, menjadi alasan kenapa Tri ingin suasana dipersepak bolaan Indonesia kembali tenang tanpa ada permasalahan yang berlarut-larut seperti sekarang ini.

"Kami tidak tergesa-gesa mengambil langkah, jika anggota-anggota yang hadir di sana bukan anggota-anggota dari PSSI. Kita lihat saja dulu seperti apa. Kita lihat saja dulu seperti apa hasilnya," terang Tri, yang juga sempat menjabat Sekjen PSSI, pimpinan Agum Gumelar.

Selain membicarakan soal Raker PSSI pimpinan La Nyalla, Tri pun sedikit memberi gambaran soal kerja tim Task Force bentukan AFC tersebut. Tri mengaku, jika keempat tim Task Force AFC yang di antaranya, Wakil Presiden AFC HRH Pangeran Abdullah lbni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif FIFA dan AFC Dato Worawi Makudi.

Sedangkan dua anggota lainnya adalah, Sekjen AFC Dato Alex Soosay, dan Kepala Asosiasi Anggota dan Hubungan lnternational AFC James Johnson, sepertinya mempunya mekanisme sendiri dalam mengumpulkan data-data soal konflik dipersepak bolaan Indonesia. Saat ini menurut Tri, PSSI hanya menunggu apakah tim Task Force AFC yang datang atau PSSI sendiri yang datang menghadap.

"Sampai saat ini memang belum ada kabar kapan mereka mau datang. Kami juga masih belum tau pasti mekanisme kerja mereka. Apa mereka yang datang atau kami yang ke sana menemui mereka," tutur Tri.

Sementara itu, La Nyalla menyatakan, jika PSSI yang dipimpinnya akan terus maju dengan program-program yang akan terus disiapkan. Soal timnas, keseriusan PSSI pimpinan La Nyalla bisa dilihat dengan kembali menghadirkan Riedl. Sedangkan soal rencana kedatangan tim Task Force AFC, PSSI pimpinan La Nyalla mengaku terus mengumpulkan bukti-bukti penyelewengan data PSSI pimpinan Djohar.

"Kami terus memajukan program-program yang terus kami matangkan. Raker ini pun sebagai bentuk kerja kami memperbaiki persepakbolaan Indonesia saat ini. Kami pun akan terus persiapkan data-data, untuk diserahkan kepada tim kerja yang dibentuk oleh AFC," tandas La Nyalla.




dibaca 53x

REKOMENDASI :

Top