PSM mogok setelah lawan Persebaya

PSM mogok setelah lawan Persebaya
PSM mogok setelah lawan Persebaya
A+ A-
Sindonews.com - Hampir dua pekan keterlambatan gaji, para pemain PSM Makassar mulai gerah. Janji manajemen yang akan segera membayarkan gaji pemain, tak kunjung terealisasi. Akibatnya, pemain PSM Makassar mulai menunjukkan ketidak sabaran mereka.

Tak tanggung-tanggung, 29 pemain melontarkan kekecewaannya dan mengancam akan mogok latihan. Bahkan ancaman itu dituangkan dalam surat pernyataan dan tanda tangan 29 pemain.

Surat pernyataan yang diperlihatkan oleh Media Officer PSM Makassar Andi Widya Swadzwina itu, dengan jelas memuat 3 poin kekecewaan pemain. Poin pertama adalah memberi tenggat waktu bagi konsorsium dan manajemen untuk segera membayarkan hak mereka hingga tanggal 29 bulan ini.

''Itu berarti setelah melawan Persebaya kalau mereka belum digaji, maka pemain mengancam tidak akan latihan. Pemain juga membuat surat pernyataan ini juga sudah sepengetahuan pelatih,” kata Wina yang turut menyaksikan latihan tim Kamis sore (27/4) di Lapangan Karebosi Makassar.

Dalam surat pernyataan sebanyak dua halaman itu, para pemain juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen lokal yang dianggap ingkar janji. Pada poin kedua disebutkan, para pemain mengira bahwa jika ada keterlambatan gaji, maka manajemen lokal berjanji akan segera mencarikan dana talangan dulu.

Namun hingga kemarin, pihak konsorsium belum juga mencairakan gaji pemain, begitu pula dengan manajemen lokal. Ancaman mogok para pemain ini, sungguh di luar dugaan. Sebelumnya, satu per satu para pemain juga membisikkan kekecewaan mereka soal gaji yang telat, namun tak ada yang terang-terangan.

Sikap pemain ini ternyata didukung oleh Pelatih Kepala PSM Makassar Petar Segrt, yang memang sependapat dengan pernyataan pemain. Bahkan Petar juga mempersilakan para pemainnya untuk mengungkapkan kekecewaanya lewat media setempat.

Menurut Wina, sebenarnya ancaman mogok sudah dilontarkan oleh pemain sejak tim akan berlaga melawan PSMS Medan pekan lalu. Namun niat tersebut urung dilakukan karena pelatih turun tangan dan meminta agar pemain bersabar. ''Pemain masih melihat sosok pelatih yang mereka hormati. Makanya waktu di Medan tidak jadi mogok,” beber Wina.

Menjelang laga menjamu Persebaya pun, para pemain sempat akan melakukan mogok latihan. Namun, lagi-lagi pealatih meminta pemain agar bersabar demi menyambut laga bigmatch melawan Persebaya. ''Setelah lawan Persebaya, barulah pelatih mempersilahkan pemain kalau mau mogok. Itu kalau gaji mereka belum dibayarkan,” tandas Wina.

Keterlambatan gaji pemain kali ini sebenarnya patut disayangkan. Sebab, justru terjadi di saat tim sedang berprestasi menanjak dan jadwal pertandingan yang padat. Padahal beberapa hari sebelumnya, manajemen klub sudah berjanji akan segera menuntaskannya dan meminta agar pemain tetap fokus ke laga-laga selanjutnya. 





dibaca 26x

REKOMENDASI :

Top