Olympic

Sejarah atlet wanita di Olimpiade London

Selasa,  17 Juli 2012  −  17:21 WIB
Sejarah atlet wanita di Olimpiade London
Ilustrasi Foto, Atlet Wanita Dok: DL

Sindonews.com - Sebuah sejarah baru terjadi di Olimpiade London 2012 yang akan dilangsungkan 27 Juli hingga 12 Agustus mendatang. Sejarah itu tercipta setelah atlet wanita dari Arab Saudi, Qatar, dan Brunei Darussalam akan tampil untuk kali pertama dalam sejarah Olimpiade. Bahkan Olimpiade London menjadi Olimpiade dengan diikuti atlet wanita terbanyak.

Dua hal besar yang mendasarinya adalah, Arab Saudi setuju mengirim dua atlet perempuan untuk berlaga dalam Olimpiade nanti. Dengan demikian, untuk kali pertama, semua negara yang berkompetisi dalam olimpiade akan memiliki atlet perempuan di dalam kontingennya.

Ketiganya merupakan negara Islam yang baru kali pertama mengirimkan atlet wanita. Keputusan ketiga negara tersebut mendapat sambutan positif dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Jacques Rogge.

"Saya senang melihat bahwa dialog kami yang berkesinambungan membuahkan hasil," demikian pernyataan Rogge yang dirilis oleh nytime, Selasa (17/7/2012)

Bahkan, untuk pertama kali pula, tim olimpiade Amerika Serikat mengirimkan lebih banyak atlet perempuan dibanding atlet laki-laki. Kurang dari 20 tahun yang lalu, di Olimpiade Atlanta tahun 1996, sebanyak 26 negara tidak mengirimkan atlet perempuan.

Jumlah perempuan akan lebih dari 40 persen dari sekitar 10.500 atlet yang akan bertanding di London. Jumlah ini lebih kurang sama dengan persentase perempuan yang ikut berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin Vancouver pada 2010. "Kita perlu merayakan dan mengenal betul-betul kemajuan ini," kata Janice Forsyth, Ketua International Center for Olympic Studies di University of Western Ontario.

Pemerintah Arab Saudi dan pengurus olahraganya tengah menghadapi tekanan internasional terhadap kebijakan Arab Saudi yang hanya memperbolehkan laki-laki berpartisipasi dalam perlombaan.

Sementara itu, Sarah Attar adalah salah satu dari dua wanita beruntung yang mewakili Arab Saudi dalam ajang internasional Olimpiade London 2012 nanti. "Ini suatu kehormatan besar dan saya berharap hal ini dapat membawa perubahan besar bagi para wanita yang terlibat dalam olahraga di sana (Arab Saudi, Red)," ungkap Sarah.

Selain Arab Saudi, Qatar dan Brunei Darussalam untuk kali pertama mengirimkan atlet wanita. Brunei mengirim satu atlet wanita, yaitu Maziah Mahusin di cabang olahraga atletik. Sedangkan Qatar mengirim empat orang, yaitu Nada Arkaji di cabang olahraga renang, Noor Al-Malki di cabang atletik, Aya Magdy di cabang tenis meja dan Bahiya al-Hamad di cabang menembak. Bahkan Bahiya al-Ahmad di daulat untuk membawa bendera Qatar dalam upara pembukaan Olimpiade London 2012 nanti.

Tetapi sekalipun diperbolehkan mengikuti perlombaan, para wanita dari negara muslim tersebut wajib menggunakan pakaian olahraga yang menutup aurat mereka, yakni hijab atau jilbab.


(wbs)

views: 1.342x
shadow