alexa snippet

Berazamlah, tak akan gagal PON di Tanah Melayu

Berazamlah, tak akan gagal PON di Tanah Melayu
GUBERNUR RIAU RUSLI ZAINA / Ist
A+ A-
‘’Pak Gub,apakah PON di Riau bakal terlaksana dengan baik?’’.‘’Pak Gub,apakah PON di Riau akan gagal?’’. Pertanyaan senada seperti itu memang menjadi terbiasa didengar akhir-akhir ini.

Bukan hanya di pertemuan resmi ataupun nonresmi, melainkan hampir setiap hari tersaji dalam pemberitaan berbagai media. Hiruk-pikuk tiada terkira,bahkan bercampur aduk antara fakta,isu,dan asal berita.Jika pertanyaan ini diajukan pada Januari 2012,saya dengan lantang masih punya jawaban.

‘’Inilah PON yang akan menunjukkan sejatinya Riau.Inilah PON yang akan menjadi pesta atlet terbaik sepanjang sejarah di Indonesia. Inilah PON,wadah pemersatu bangsa yang terselenggara apik di negeri kita.’’

Tapi semua itu luntur,luluh lantak seketika.Semakin mendekati hari penyelenggaraan,berbagai persoalan mulai memberikan cobaan pada penyelenggaraan PON di Riau.Seperti riak air di bawah logo PON yang menggambarkan perahu,begitulah wajah persiapan PON hari ini.

Diempas gelombang kasus hukum bernuansa penyuapan, dihantam angin tak sudahsudah pula karenanya. Menjadi titik balik dari semua persiapan yang telah disusun sejak 2006. Kini,derap PON yang semula bak kuda di medan perang mendadak tumbang. Semua pemegang kuasa menjadi khawatir dan bimbang.Bolak-balik,hilir mudik pembiayaan PON menjelang pembukaan terkendala berbagai aturan. Hingga akhirnya terlontar pula perkataan, PON Riau sedang di ujung tanduk.

Meski Riau kini sedang dihadapkan pada suasana kebatinan yang sulit,tidak boleh ada kata mundur sedikit pun menjelang pelaksanaan PON yang tinggal menghitung hari.Sebab, sesungguhnya kita bukan sedang menciptakan sejarah dalam satu malam,melainkan baru menanam bibit sejarah untuk masa depan.Semoga bibit itu tumbuh menjadi satu pohon mimpi yang lebih besar untuk Riau lebih baik di kemudian hari.

Jika menilik dari sejarah terpilihnya Provinsi Riau menjadi tuan rumah PON,sesungguhnya ada nilai historis syarat makna yang luar biasa.Ketika Riau harus bersaing dengan dua provinsi lain,Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng).Saat itu tak banyak yang bisa diharapkan Riau agar bisa terpilih menjadi tuan rumah multi event akbar olahraga empat tahunan itu. Bila dibandingkan Jabar dan Jateng, Riau saat itu kalah kelas.

Di dua provinsi itu,nyaris tersedia semua fasilitas dan infrastruktur.Sementara Riau,sering terdengar menjadi salah satu negeri kaya di Tanah Air,tapi nyaris tertinggal dalam semua hal,meski ada banyak perusahaan asing dan perusahaan besar penghasil rupiah bagi Indonesia. Terpilihnya Riau bisa dikatakan hanya bermodalkan mimpi.Mimpi yang berasal dari membuncahnya rasa lelah menunggu perubahan.

Momen PON bagi Riau bukanlah gelar pesta olahraga biasa. Namun di baliknya,mengandung maksud agar Riau terbukti bisa dan Riau ternyata mampu menciptakan perubahan untuk rakyatnya sendiri.Sebab,dengan semua perhelatan ini,pintu kemajuan Riau akan semakin terbuka dengan lebarnya. Untuk terpilih menjadi tuan rumah PON,KONI Riau tidak menunjukkan segala fasilitas yang ada karena memang tidak ada, melainkan hanya menyodorkan berbagai khayalan,andai amanah itu bisa diemban.

Karena itu,disodorkanlah mimpi tentang stadion yang megah,mimpi tentang infrastruktur yang indah,mimpi tentang fasilitas olahraga yang akan menciptakan tunas-tunas bangsa membanggakan, mimpi tentang perubahan,tentang kemajuan, tentang Riau yang akan disebut orang. Hingga akhirnya Wakil Presiden saat itu,HM Jusuf Kalla,di kediamannya, memutuskan Riau memang layak menjadi tuan rumah pesta akbar, meski modalnya cuma mimpi-mimpi besar.

dibaca 1.346x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top