alexa snippet

Demi target, Binaragawan DIY jalani diet ketat

Demi target, Binaragawan DIY jalani diet ketat
Binaraga / Ist
A+ A-
Sindonews.com - Tim Binaraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk ajang PON XIII/2012 Riau, 9-20 September mendatang, saat ini fokus pada diet. Setiap hari terus dipantau oleh dokter spesialis. Selain itu, latihan intensif tetap berlangsung selama 18 jam setiap pekan.

Pelatih Tim Binaraga DIY Lilik Purwanto mengatakan, ajang PON Riau tinggal menghitung hari lagi. Masih ada kesempatan untuk menjaga performa yang maksimal di ajang pesta olah raga terbesar di Tanah Air tersebut. "Saat ini fokus kita adalah menjaga kualitas otot. Salah satu langkahnya dengan diet ketat," katanya, Selasa (4/9/2012).

Menurut dia, secara mental tiga binaragawan yang dikirim pada PON sudah siap 100%. "Mental tidak ada masalah, saat ini tinggal menjalani diet ketat agar kualitas otot tetap terjamin. Karena di olahraga ini, yang menjadi penialain adalah pada otot," jelasnya.

Dia menegaskan, diet tersebut juga diawasi secara intensif oleh dokter spesialis. "Selalu kita konsultasikan dengan Dokter Woro. Ini untuk menghindari upaya dopping. Intinya upaya diet ini menjadi perhatian serius. Tidak kalah pentingnya adalah menjaga para atlet tetap bugar agar bisa menunjukkan penampilan terbaiknya," papar Lilik.

Lilik menyebutkan, menyebutkan, tiga binaragawan DIY yang akan bertanding di PON Riau adalah Bambang Sujatmoko yang akan bertanding di nomor 60 kilogram (Kg), Rahman Widodo (70 Kg) dan Sugeng Purnomo (75 Kg). Dari ketiganya, Rahman Widodo yang palig berpeluang meraih medali emas.

"Target kita adalah 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Medali emas terbuka peluang untuk nomor 75 kilogram. Sedangkan Bambang dan Sugeng bisa dapat antara perak atau perunggu. Demi target itulah, mereka harus menjalani diet ketat," jelas Lilik.

Dia mengatakan, target yang diusung tidak muluk-muluk alias sangat realistis. Hal ini didasarkan pada kekuatan yang dimiliki serta kekuatan lawan yang akan dihadapi. Dia mengakui, hampir para konstestan menjadi rival berat. "Rival berat bukan dilihat dari daerah mana, tetapi dari nomor yang diikuti. Misalnya Riau kuat di nomor 70 Kilogram, Kalimantan Timur kuat di nomor 75 kilogram dan lainnya," ungkapnya.



(wbs)
dibaca 4.842x
loading gif
Top