Olympic

Persiapan Porprov Jateng mengambang

Rabu,  31 Oktober 2012  −  16:37 WIB
Persiapan Porprov Jateng mengambang

Sindonews.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Banyumas akan digeber pada Oktober 2013. Dengan sisa waktu hanya satu tahun, Kota Semarang masih belum melakukan persiapan.  Kondisi tersebut mencuatkan satu pertanyaan, sanggupkan Kota Semarang mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada tahun 2009 di Solo.

“Mudah-mudahan November ini persiapan sudah mulai dilakukan karena babak kualifikasi hampir semua cabang kemungkinan besar dilaksanakan awal 2013,” ujar Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Semarang, Joko Sisdamin saat ditemui di Kator KONI Kompleks GOR Tri Lomba Juang, kemarin.

Belum dilakukannya pesiapan untuk menghadapi Porprov karena persoalan dana. Seperti diketahui, selama satu tahun pembinaan macet, akibat anggaran hibah dari APBD yaitu anggaran perubahan tahun 2011 dan anggaran murni tahun 2012 tidak bisa cair.

KONI kini berharap pada anggaran perubahan tahun 2012 yang diperkirakan turun November ini sehingga persiapan bisa langsung dilakukan. Dimulainya persiapan pada bulan November sebenarnya sudah terlalu mepet. Pasalnya daerah lain sudah berlomba-lomba melakukan pembinaan sejak jauh-jauh hari. 

Terutama pesaing utama Semarang yaitu Kabupaten Banyumas yang merupakan juara Porprov tahun 2005 yang juga bakal menjadi tuan rumah. Sebagai tuan rumah Banyumas selain mengejar sukses penyelenggaraan tentu juga mengusung sukses prestasi.

Apalagi  dengan status tuan rumah tersebut mereka mendapatkan keuntungan berupa ‘wild card’ lolos seluruh cabang olahraga. Ini berbeda dengan daerah lain yang mesti melalui kualifikasi terlebih dahulu.

Bukan saja persiapan mepet yang menjadi kendala utama Semarang. Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Semarang, Yuswo Supadmo bahkan memprediksi mereka akan kehilangan setidaknya 50 emas pada Porprov mendatang. Ini terjadi karena sejumlah atlet andalan yang menyebrang ke daerah lain.

Yang saat ini masih menjadi tarik ulur adalah perenang Shelomita Elisabeth yang di Solo menyumbang sepuluh emas untuk Semarang. Mita dikabarkan merapat ke dua daerah yaitu Banjarnegara dan Karanganyar. Di pihak lain upaya ‘nggondeli’ sulit dilakukan Semarang yang tidak memiliki dana.

“Selain itu ada beberapa cabang yang mengurangi nomornya pada Porprov di Banyumas. Padahal nomor-nomor tersebut merupakan potensi emas dari kami,” ujar Yuswo.

Karena itu ia menambahkan, saat ini masih berupaya mencari resep untuk tetap mempertahankan prestasi Semarang di tengah keterbatasan dan berbagai persoalan yang terjadi. Sebagai kontingen ibu kota provinsi, Semarang tak mau menanggung malu saat tampil di Banyumas.


(aww)

views: 1.329x
shadow