Preview Real Madrid vs Juventus: Sejarah atau Kecewa
Rabu, 13 Mei 2015 - 11:52 WIB
Preview Real Madrid vs Juventus: Sejarah atau Kecewa
A
A
A
MADRID - Waktu 90 menit akan sangat berarti buat Real Madrid selama mereka menjamu Juventus di leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (14/5/2015) dini hari WIB. Cukup menang 1-0 akan membuka gerbang Real tampil di partai puncak dan bertemu dengan musuh bebuyutan yang lebih dulu memastikan diri bakal berlaga di Berlin, Jerman.
Pada leg pertama yang berlangsung di Juventus Stadium pekan lalu, El Real terpaksa menelan pil pahit setelah kalah atas tuan rumah dengan skor 1-2. Berarti, peluang Si Nyonya Tua mengklaim satu tempat di final pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir terbilang besar. Tapi menghadapi juara bertahan Eropa di depan 80.000 penonton bukan sesuatu yang mudah.
Terlebih ada kabar gembira menyeruak dari ruang ganti Madrid yang menyebut bahwa Karim Benzema telah dinyatakan fit dan siap tampil saat menjamu Juventus. Walau sempat absen selama satu bulan akibat masalah lutut, namun bomber berkebangsaan Prancis itu dinyatakan masuk dalam daftar 20 pemain yang disiapkan Carlo Ancelotti kala menjamu klub asal Italia tersebut. (Baca juga: Benzema Siap, Ancelotti Optimistis Madrid Cetak Sejarah).
Kendati demikian, Madrid saat ini tengah berada di bawah tekanan setelah meraih hasil imbang 2-2 atas Valencia akhir pekan kemarin. Hasil kurang mengesankan itu semakin memperlebar jarak dengan Barcelona menjadi empat poin. Dan ini hanya tinggal menyisakan dua pertandingan tersisa di Liga Spanyol.
Karir kepelatihan Don Carlo pun mulai dipertanyakan, penggemar Madrid justru memberikan tekanan kepada CR7 dkk. Mungkin trofi juara Liga Champions sekaligus sejarah di kompetisi terbaik Eropa bisa mengobati luka para penggemarnya. Belakangan Iker Casillas lebih sering mendapatkan ejekan dari Madridistas setelah gagal menjaga gawang Madrid tetap 'perawan'.
Tercatat, dalam tiga pertandingan terakhir kapten tim sudah kebobolan sebanyak enam kali. Sehingga tidak mengherankan ketika penggemar sering memberikan ejekan kepada kiper berkebangsaan Spanyol tersebut. Meski begitu, Don Carlo tetap mempercayai posisi Casillas sebagai penjaga gawang Madrid saat menjamu Juventus.
Dalam konferensi pers Ancelotti berkata: "Casillas memiliki sejumlah besar pengalaman, jadi dia pantas untuk diturunkan di pertandingan penting ini dan saya berharap itu tidak mempengaruhi penampilannya. Bahkan saya pikir itu justru bisa memotivasi dia. Saya sudah mengatakan sebelumnya, kadang-kadang aku mengerti maksud dari ejekan itu, karena para pemain tidak bermain dengan baik. Terkadang Anda memahaminya. Tapi saya pikir besok akan berbeda. Semua penggemar Madrid mengerti ketika itu pertandingan penting. Ada banyak peristiwa di masa lalu, seperti yang mereka lakukan melawan Atletico Madrid dan tahun lalu di semifinal mereka benar-benar di belakang kami, dan saya yakin mereka akan melakukannya lagi," kata Ancelotti seperti dikutip DailyMail.
Tentu saja, untuk Madrid metodologi sangat mudah. Menang dengan 1-0, maka tuan rumah akan memenangkan pertandingan. Tapi jika kalah, kemungkinan besar Ancelotti bakal didepak. Berharap keajaiban, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan tim yang tengah terperosok ini. Tapi Madrid punya segudang prestasi kala bertanding di kandang sendiri.
Madrid tercatat telah mengoleksi 19 kali menang di kandang dari 22 pertandingan terakhir mereka di kompetisi terbaik Eropa. Selain itu, tim Spanyol mempunyai rekor mentereng di Liga Champions. Dari 29 pertandingan melawan klub Italia, klub Spanyol sukses memenangkan 21 laga dan hanya kalah enam kali.
Sementara itu, kehadiran mantan striker Madrid, Alvaro Morata bersama Juventus akan menambah menarik pertandingan krusial ini. Dia dilego ke Klub Italia pada musim panas lalu setelah frustasi karena sering diparkir pelatih.
Tapi di laga pertama pekan lalu, Morata membuktikan bahwa ia memang pantas untuk dipertahankan. Karena dia mampu mencetak gol pembuka kala berhadapan dengan bekas klubnya tersebut.
Pada leg pertama yang berlangsung di Juventus Stadium pekan lalu, El Real terpaksa menelan pil pahit setelah kalah atas tuan rumah dengan skor 1-2. Berarti, peluang Si Nyonya Tua mengklaim satu tempat di final pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir terbilang besar. Tapi menghadapi juara bertahan Eropa di depan 80.000 penonton bukan sesuatu yang mudah.
Terlebih ada kabar gembira menyeruak dari ruang ganti Madrid yang menyebut bahwa Karim Benzema telah dinyatakan fit dan siap tampil saat menjamu Juventus. Walau sempat absen selama satu bulan akibat masalah lutut, namun bomber berkebangsaan Prancis itu dinyatakan masuk dalam daftar 20 pemain yang disiapkan Carlo Ancelotti kala menjamu klub asal Italia tersebut. (Baca juga: Benzema Siap, Ancelotti Optimistis Madrid Cetak Sejarah).
Kendati demikian, Madrid saat ini tengah berada di bawah tekanan setelah meraih hasil imbang 2-2 atas Valencia akhir pekan kemarin. Hasil kurang mengesankan itu semakin memperlebar jarak dengan Barcelona menjadi empat poin. Dan ini hanya tinggal menyisakan dua pertandingan tersisa di Liga Spanyol.
Karir kepelatihan Don Carlo pun mulai dipertanyakan, penggemar Madrid justru memberikan tekanan kepada CR7 dkk. Mungkin trofi juara Liga Champions sekaligus sejarah di kompetisi terbaik Eropa bisa mengobati luka para penggemarnya. Belakangan Iker Casillas lebih sering mendapatkan ejekan dari Madridistas setelah gagal menjaga gawang Madrid tetap 'perawan'.
Tercatat, dalam tiga pertandingan terakhir kapten tim sudah kebobolan sebanyak enam kali. Sehingga tidak mengherankan ketika penggemar sering memberikan ejekan kepada kiper berkebangsaan Spanyol tersebut. Meski begitu, Don Carlo tetap mempercayai posisi Casillas sebagai penjaga gawang Madrid saat menjamu Juventus.
Dalam konferensi pers Ancelotti berkata: "Casillas memiliki sejumlah besar pengalaman, jadi dia pantas untuk diturunkan di pertandingan penting ini dan saya berharap itu tidak mempengaruhi penampilannya. Bahkan saya pikir itu justru bisa memotivasi dia. Saya sudah mengatakan sebelumnya, kadang-kadang aku mengerti maksud dari ejekan itu, karena para pemain tidak bermain dengan baik. Terkadang Anda memahaminya. Tapi saya pikir besok akan berbeda. Semua penggemar Madrid mengerti ketika itu pertandingan penting. Ada banyak peristiwa di masa lalu, seperti yang mereka lakukan melawan Atletico Madrid dan tahun lalu di semifinal mereka benar-benar di belakang kami, dan saya yakin mereka akan melakukannya lagi," kata Ancelotti seperti dikutip DailyMail.
Tentu saja, untuk Madrid metodologi sangat mudah. Menang dengan 1-0, maka tuan rumah akan memenangkan pertandingan. Tapi jika kalah, kemungkinan besar Ancelotti bakal didepak. Berharap keajaiban, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan tim yang tengah terperosok ini. Tapi Madrid punya segudang prestasi kala bertanding di kandang sendiri.
Madrid tercatat telah mengoleksi 19 kali menang di kandang dari 22 pertandingan terakhir mereka di kompetisi terbaik Eropa. Selain itu, tim Spanyol mempunyai rekor mentereng di Liga Champions. Dari 29 pertandingan melawan klub Italia, klub Spanyol sukses memenangkan 21 laga dan hanya kalah enam kali.
Sementara itu, kehadiran mantan striker Madrid, Alvaro Morata bersama Juventus akan menambah menarik pertandingan krusial ini. Dia dilego ke Klub Italia pada musim panas lalu setelah frustasi karena sering diparkir pelatih.
Tapi di laga pertama pekan lalu, Morata membuktikan bahwa ia memang pantas untuk dipertahankan. Karena dia mampu mencetak gol pembuka kala berhadapan dengan bekas klubnya tersebut.
(bbk)