Madrid Tersingkir, Pembalasan Manis Pemain Buangan
Kamis, 14 Mei 2015 - 22:53 WIB
Madrid Tersingkir, Pembalasan Manis Pemain Buangan
A
A
A
MADRID - Real Madrid sekali lagi dipaksa menelan pil pahit oleh pemain buangan mereka sendiri, saat gagal melaju ke final Liga Champions musim 2014-2015. Hasil imbang 1-1 kontra Juventus di leg kedua semifinal Liga Champions, dini hari tadi WIB memaksa El Real angkat kaki dari kompetisi kasta tertinggi di Eropa dengan total agregat 2-3. Alvaro Morata adalah aktor dibalik tersingkirnya Madrid dari ajang Liga Champions musim ini.
Morata sendiri tidak lain adalah produksi asli binaan akademi El Real -julukan Madrid-, sebelum bergabung bersama Juventus pada jendela transfer musim panas 2014, lalu. Lantaran gagal mendapatkan kesempatan bermain di skuat utama Madrid, hingga pada akhirnya sang pemain dijual klub asal Ibukota Spanyol itu dengan alasan tidak termasuk dalam skema permainan ke Juventus dengan opsi buy-back di dalam jangka waktu dua tahun.
(Baca Juga: Madrid Dihantui Mimpi Buruk Pemain Buangan)
Meski banyak yang menganggapnya sebagai salah satu bomber masa depan Spanyol di Madrid musim lalu, nyatanya Morata tak banyak mendapat jatah bermain di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Dibuang Madrid, Morata yang yakin karirnya bakal makin cemerlang bersama Si Nyonya Tua -julukan Madrid-, terbukti mampu membawa tim raksasa asal Italia itu menjadi juara Liga Italia keempat kali secara beruntun dan memesan satu tiket ke final Liga Champions.
Hebatnya lagi Morata adalah aktor yang membuat mantan klubnya, Madrid gagal mencetak sejarah sebagai klub yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Dengan golnya dimenit ke 57, Morata memupus ambisi mantan klubnya untuk mempertahankan gelar Liga Champions, dengan sukses membawa Juventus ke final dengan kemenangan agregat 3-2.
Membawa modal positif kemenangan 2-1 di leg pertama, yang kala itu Morata juga menyumbang satu gol membuat Juve datang dengan percaya diri ke Santiago Bernabeu. Tertinggal lebih dulu pada menit ke 23 lewat penalti Cristiano Ronaldo, skuat besutan Max Allegri tetap bermain tenang. Tekanan beruntun Juventus akhirnya membuahkan hasil, Morata tak melewatkan kesempatan untuk menjebol gawang mantan timnya berkat sepakan keras di menit ke 57. Hingga akhirnya laga, Juve sukses mempertahankan skor dan berhak ke partai puncak menghadapi Barcelona.
Setelah gagal menembus skuat utama Madrid, Morata mencetak pembalasan yang indah kepada mantan klubnya. Kemenangan Juventus dengan total agregat 3-2 yang diwarnai gol anak terbuang Madrid, Morata, menjadi cerita tersendiri dari kebangkitan Juventus yang sudah sekian lama absen di Liga Champions untuk merebut tiket ke final pada ajang terakbar Eropa.
Morata sendiri tidak lain adalah produksi asli binaan akademi El Real -julukan Madrid-, sebelum bergabung bersama Juventus pada jendela transfer musim panas 2014, lalu. Lantaran gagal mendapatkan kesempatan bermain di skuat utama Madrid, hingga pada akhirnya sang pemain dijual klub asal Ibukota Spanyol itu dengan alasan tidak termasuk dalam skema permainan ke Juventus dengan opsi buy-back di dalam jangka waktu dua tahun.
(Baca Juga: Madrid Dihantui Mimpi Buruk Pemain Buangan)
Meski banyak yang menganggapnya sebagai salah satu bomber masa depan Spanyol di Madrid musim lalu, nyatanya Morata tak banyak mendapat jatah bermain di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Dibuang Madrid, Morata yang yakin karirnya bakal makin cemerlang bersama Si Nyonya Tua -julukan Madrid-, terbukti mampu membawa tim raksasa asal Italia itu menjadi juara Liga Italia keempat kali secara beruntun dan memesan satu tiket ke final Liga Champions.
Hebatnya lagi Morata adalah aktor yang membuat mantan klubnya, Madrid gagal mencetak sejarah sebagai klub yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Dengan golnya dimenit ke 57, Morata memupus ambisi mantan klubnya untuk mempertahankan gelar Liga Champions, dengan sukses membawa Juventus ke final dengan kemenangan agregat 3-2.
Membawa modal positif kemenangan 2-1 di leg pertama, yang kala itu Morata juga menyumbang satu gol membuat Juve datang dengan percaya diri ke Santiago Bernabeu. Tertinggal lebih dulu pada menit ke 23 lewat penalti Cristiano Ronaldo, skuat besutan Max Allegri tetap bermain tenang. Tekanan beruntun Juventus akhirnya membuahkan hasil, Morata tak melewatkan kesempatan untuk menjebol gawang mantan timnya berkat sepakan keras di menit ke 57. Hingga akhirnya laga, Juve sukses mempertahankan skor dan berhak ke partai puncak menghadapi Barcelona.
Setelah gagal menembus skuat utama Madrid, Morata mencetak pembalasan yang indah kepada mantan klubnya. Kemenangan Juventus dengan total agregat 3-2 yang diwarnai gol anak terbuang Madrid, Morata, menjadi cerita tersendiri dari kebangkitan Juventus yang sudah sekian lama absen di Liga Champions untuk merebut tiket ke final pada ajang terakbar Eropa.
(akr)