Gerrard Ingin Jadi Separuh Fergie dan Separuh Wenger
Minggu, 17 Mei 2015 - 19:29 WIB
Gerrard Ingin Jadi Separuh Fergie dan Separuh Wenger
A
A
A
LIVERPOOL - Kapten Liverpool Steven Gerrard mengungkapkan akan mengambil pengaruh dari Sir Alex 'Fergie' Ferguson dan Arsene Wenger jika suatu saat menjadi pelatih. Gelandang kelahiran Whiston, Merseyside, Inggris, 30 Mei 1980, itu mengaku tertarik untuk menangani Liverpool satu saat nanti.
Gerrard memainkan pertandingan terakhirnya di Anfield untuk The Reds, pada Sabtu (16/5/2015), sebelum pindah ke Los Angeles Galaxy pada musim panas ini. Namun, laga tersebut bukan akhir yang manis bagi Gerrard karena Liverpool dikalahkan Crystal Palace 1-3.
Hasil itu memaksa The Reds keluar dari 4 besar Liga Primer musim ini, dengan 62 poin dan sisa satu laga. Tiket Liga Champions diberikan kepada Manchester United yang mengemas 68 angka dengan dua laga yang masih akan dilakoni. (Baca juga: Liverpool Tumbang di Laga Perpisahan Gerrard)
Gerrard tak menutup hasrat jika dia tertarik menjadi pelatih Liverpool. Namun, dia menekankan keinginannya itu diwujudkan jika dia dapat memanfaatkan segala yang telah dia pelajari, terutama dari mantan bos Manchester United Ferguson dan manajer Arsenal Arsene Wenger.
Ferguson dan Wenger adalah dua pelatih Liga Primer yang paling dihormati. Ferguson pensiun pada tahun 2013 setelah karier gemilangnya selama 26 tahun, dengan memenangkan 38 trofi. Sedangkan Wenger masih menjadi pelatih Arsenal sejak tahun 1996 dan telah mengklaim tiga gelar Liga Primer, lima Piala FA dan lima trofi Community Shield.
"Saya harus sedikit 'gila' jika ingin menjadi seorang pelatih. Tapi, pastinya saya ingin menjaga hubungan dengan klub dan segala sesuatunya terbuka untuk masa depan," ujar Gerrard seperti dikutip Goal. "Saya ingin seperti Fergie atau Wenger karena keduanya pelatih yang sangat sukses. Saya pikir saya akan berada di tengah-tengah keduanya."
"Apa yang saya lakukan terhadap pelatih dimana saya bekerja, adalah dengan mencatat mereka semua. Saya sudah terus mengawasi apa yang pemain sukai dan mencoba mengingat sejumlah nasihat, apakah itu baik atau buruk," imbuhnya. "Ini tak sekadar sebuah koper besar penuh dengan catatan tapi ada beberapa hal penting yang bisa membantu saya di masa depan."
Gerard menghabiskan 17 tahun (1998–2015) di Anfield atau selama lebih dari 10% dari sejarah klub dengan 503 penampilan dan 119 gol. Dia merupakan satu-satunya pemain yang tersisa dari era 1990-an. Pertandingan terakhir Gerrard untuk Liverpool di Stoke City, akhir pekan depan.
Gerrard memainkan pertandingan terakhirnya di Anfield untuk The Reds, pada Sabtu (16/5/2015), sebelum pindah ke Los Angeles Galaxy pada musim panas ini. Namun, laga tersebut bukan akhir yang manis bagi Gerrard karena Liverpool dikalahkan Crystal Palace 1-3.
Hasil itu memaksa The Reds keluar dari 4 besar Liga Primer musim ini, dengan 62 poin dan sisa satu laga. Tiket Liga Champions diberikan kepada Manchester United yang mengemas 68 angka dengan dua laga yang masih akan dilakoni. (Baca juga: Liverpool Tumbang di Laga Perpisahan Gerrard)
Gerrard tak menutup hasrat jika dia tertarik menjadi pelatih Liverpool. Namun, dia menekankan keinginannya itu diwujudkan jika dia dapat memanfaatkan segala yang telah dia pelajari, terutama dari mantan bos Manchester United Ferguson dan manajer Arsenal Arsene Wenger.
Ferguson dan Wenger adalah dua pelatih Liga Primer yang paling dihormati. Ferguson pensiun pada tahun 2013 setelah karier gemilangnya selama 26 tahun, dengan memenangkan 38 trofi. Sedangkan Wenger masih menjadi pelatih Arsenal sejak tahun 1996 dan telah mengklaim tiga gelar Liga Primer, lima Piala FA dan lima trofi Community Shield.
"Saya harus sedikit 'gila' jika ingin menjadi seorang pelatih. Tapi, pastinya saya ingin menjaga hubungan dengan klub dan segala sesuatunya terbuka untuk masa depan," ujar Gerrard seperti dikutip Goal. "Saya ingin seperti Fergie atau Wenger karena keduanya pelatih yang sangat sukses. Saya pikir saya akan berada di tengah-tengah keduanya."
"Apa yang saya lakukan terhadap pelatih dimana saya bekerja, adalah dengan mencatat mereka semua. Saya sudah terus mengawasi apa yang pemain sukai dan mencoba mengingat sejumlah nasihat, apakah itu baik atau buruk," imbuhnya. "Ini tak sekadar sebuah koper besar penuh dengan catatan tapi ada beberapa hal penting yang bisa membantu saya di masa depan."
Gerard menghabiskan 17 tahun (1998–2015) di Anfield atau selama lebih dari 10% dari sejarah klub dengan 503 penampilan dan 119 gol. Dia merupakan satu-satunya pemain yang tersisa dari era 1990-an. Pertandingan terakhir Gerrard untuk Liverpool di Stoke City, akhir pekan depan.
(sha)