Kegagalan Belanja Pemain Paksa Madrid Puasa Gelar
Selasa, 19 Mei 2015 - 19:45 WIB
Kegagalan Belanja Pemain Paksa Madrid Puasa Gelar
A
A
A
MADRID - Kebijakan belanja pemain Real Madrid pada musim ini langsung menjadi sorotan, usai tim berjuluk Los Blancos itu harus puasa gelar pada musim 2014-2015. Mantan pelatih Barcelona dan legenda Belanda, Johan Cruyff mengklaim Madrid telah melakukan kesalahan di bursa transfer musim ini hingga menganggu performa skuat asuhan Carlo Ancelotti. Tampil mengesankan musim lalu dengan meraih gelar Liga Champions dan Copa del Rey, tapi Madrid gagal total musim ini.
Pasukan besutan Ancelotti dipaksa tersingkir oleh Juventus pada semifinal Liga Champions, sementara Madrid gagal melewati babak 16 besar Copa del Rey karena mendapat hadangan dari rival sekota, Atletico Madrid. Keterpurukan Los Blancos -julukan Madrid- makin lengkap setelah menyaksikan Barcelona mengamankan gelar Liga Spanyol lewat kemenangan 1-0 atas Atletico di Vicente Calderon. Menyoroti kegagalan Madrid meraih gelar musim ini, Cruyff menjadikan aktivitas belanja klub asal Ibukota Spanyol itu sebagai alasannya.
Meski beberapa pemain yang didatangkan Madrid, baik pada musim panas lalu dan musim dingin terbilang cukup sukses. Tapi badai cedera yang menimpa mereka membuat pemain anyar El Real belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. "Mereka (Madrid) tidak membawa apa yang seharusnya dibeli. Hal ini jelas mempengaruhi performa tim dan tidak bekerja seperti seharusnya," terang Cruyff, Selasa (19/5/2015).
Pada musim panas 2014-2015, Madrid terbilang selektif dalam melakukan belanja pemain saat mendatangkan James Rodriguez dari AS Monaco dengan mahar mencapai 70,4 juta pounds. Bersinar di ajang Piala Dunia 2014 dengan menyabet gelar pencetak gol terbanyak, menjadi alasan Madrid memboyong gelandang serang asal Kolombia itu ke Santiago Bernabeu -kandang Madrid-. Di musim perdana, performa Rodriguez langsung klop dengan skuat Madrid hingga mengantar timnya jadi pemuncak klasemen sementara.
Namun sayang masalah cedera yang menimpa Rodriguez hingga memaksa absen dalam beberapa pekan, membuat kontribusi sang pemain kepada tim terhenti. Hal yang sama juga berlaku pada Toni Kroos yang diboyong dari Bayern Muenchen seharga 26,49 juta pounds. Sementara dua pemain lain yang didatangkan Madrid pada musim panas lalu yakni penjaga gawang asal Kosta Rika, Keylor Navas kurang mendapatkan kesempatan bermain. Pemain yang didatangkan dari Levante dengan nilai 8,80 juta pounds hanya jadi pelapis buat Iker Casillas.
Sedangkan Javier 'Chicharito' Hernandez yang dipinjam dari Manchester United harus puas hanya jadi penghangat bangku cadangan. Tidak puas dengan skuat yang ada, Madrid kembali lakukan belanja pemain pada bursa transfer musim dingin. Dua pemain muda potensial langsung diboyong Madrid yakni Martin Odegaard dari Stromsgodset dan Lucas Silva dari klub asal Brazil, Cruzeiro. Tapi kembali Madrid melakukan hal yang sama, kedua pemain itu kurang mendapatkan kesempatan di skuat utama. Bahkan bintang muda asal Norwegia, Odegaard belum melakoni debutnya di skuat utama.
Berbeda dengan Barcelona yang dinilai berhasil dalam melakukan belanja pemain. Beberapa pemain yang didatangkan Madrid justru dinilai kurang mampu menunjukkan kemampuan maksimalnya. Lucas Silva hanya tiga kali membela Madrid tanpa menyumbang gol, sementara penampilan lebih bagus dicatat Rodriguez dengan 12 gol dan 12 assists dari 28 pertandingan bersama El Real. Setelah gagal musim ini, patut ditunggu apakah amunisi anyar El Real mampu memberikan kontribusi maksimal musim depan.
Pasukan besutan Ancelotti dipaksa tersingkir oleh Juventus pada semifinal Liga Champions, sementara Madrid gagal melewati babak 16 besar Copa del Rey karena mendapat hadangan dari rival sekota, Atletico Madrid. Keterpurukan Los Blancos -julukan Madrid- makin lengkap setelah menyaksikan Barcelona mengamankan gelar Liga Spanyol lewat kemenangan 1-0 atas Atletico di Vicente Calderon. Menyoroti kegagalan Madrid meraih gelar musim ini, Cruyff menjadikan aktivitas belanja klub asal Ibukota Spanyol itu sebagai alasannya.
Meski beberapa pemain yang didatangkan Madrid, baik pada musim panas lalu dan musim dingin terbilang cukup sukses. Tapi badai cedera yang menimpa mereka membuat pemain anyar El Real belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. "Mereka (Madrid) tidak membawa apa yang seharusnya dibeli. Hal ini jelas mempengaruhi performa tim dan tidak bekerja seperti seharusnya," terang Cruyff, Selasa (19/5/2015).
Pada musim panas 2014-2015, Madrid terbilang selektif dalam melakukan belanja pemain saat mendatangkan James Rodriguez dari AS Monaco dengan mahar mencapai 70,4 juta pounds. Bersinar di ajang Piala Dunia 2014 dengan menyabet gelar pencetak gol terbanyak, menjadi alasan Madrid memboyong gelandang serang asal Kolombia itu ke Santiago Bernabeu -kandang Madrid-. Di musim perdana, performa Rodriguez langsung klop dengan skuat Madrid hingga mengantar timnya jadi pemuncak klasemen sementara.
Namun sayang masalah cedera yang menimpa Rodriguez hingga memaksa absen dalam beberapa pekan, membuat kontribusi sang pemain kepada tim terhenti. Hal yang sama juga berlaku pada Toni Kroos yang diboyong dari Bayern Muenchen seharga 26,49 juta pounds. Sementara dua pemain lain yang didatangkan Madrid pada musim panas lalu yakni penjaga gawang asal Kosta Rika, Keylor Navas kurang mendapatkan kesempatan bermain. Pemain yang didatangkan dari Levante dengan nilai 8,80 juta pounds hanya jadi pelapis buat Iker Casillas.
Sedangkan Javier 'Chicharito' Hernandez yang dipinjam dari Manchester United harus puas hanya jadi penghangat bangku cadangan. Tidak puas dengan skuat yang ada, Madrid kembali lakukan belanja pemain pada bursa transfer musim dingin. Dua pemain muda potensial langsung diboyong Madrid yakni Martin Odegaard dari Stromsgodset dan Lucas Silva dari klub asal Brazil, Cruzeiro. Tapi kembali Madrid melakukan hal yang sama, kedua pemain itu kurang mendapatkan kesempatan di skuat utama. Bahkan bintang muda asal Norwegia, Odegaard belum melakoni debutnya di skuat utama.
Berbeda dengan Barcelona yang dinilai berhasil dalam melakukan belanja pemain. Beberapa pemain yang didatangkan Madrid justru dinilai kurang mampu menunjukkan kemampuan maksimalnya. Lucas Silva hanya tiga kali membela Madrid tanpa menyumbang gol, sementara penampilan lebih bagus dicatat Rodriguez dengan 12 gol dan 12 assists dari 28 pertandingan bersama El Real. Setelah gagal musim ini, patut ditunggu apakah amunisi anyar El Real mampu memberikan kontribusi maksimal musim depan.
(akr)