Curi Poin di Markas Arsenal, Suderland Lolos dari Degradasi
Kamis, 21 Mei 2015 - 03:50 WIB
Curi Poin di Markas Arsenal, Suderland Lolos dari Degradasi
A
A
A
LONDON - Arsenal gagal memetik poin sempurna saat tampil di markasnya sendiri. Menghadapi Sunderland di Stadion Emirates, Kamis (21/5/2015) dini hari WIB, Arsenal harus puas mengakhiri laga dengan skor imbang.
Tuan rumah sudah mendominasi permainan sejak babak pertama. Tapi sayangnya, tidak banyak peluang emas yang bisa didapatkan. Rapatnya lini belakang Sunderland menjadi faktor utama dari kegagalan The Gunners mencetak keunggulan.
Kedua tim harus puas mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0. Menurut catatan ball possesion, Arsenal mampu menguasai permainan 71% berbanding 29%.
Di babak kedua, Arsenal masih memegang kendali permainan. Olivier Giroud dua kali mengancam gawang Sunderland. Tapi usahanya dengan mudah digagalkan Costel Pantilimon.
Arsenal coba menambah daya serang mereka dengan memainkan Theo Walcott di menit 67. Bagi Walcott sendiri, ini merupakan laga yang cukup emosional. Sebab ia sudah mencatatkan penampilan ke-300 untuk kubu Meriam London.
Masuknya Walcott makin membuat Sunderland merapatkan lini pertahanannya. Sebanyak tujuh sampai delapan pemain sampai harus mundur ke kotak penalti demi meredam agresivitas tuan rumah.
Strategi itu berjalan lancar hingga laga usai. Raihan satu poin membuat Sunderland lolos dari degradasi. Mereka kini memiliki 38 poin, unggul empat angka dari Hull City yang ada di zona merah.
Sedangkan Arsenal, mereka tetap bertengger di posisi tiga klasemen. Setelah melewati 37 pertandingan, Giroud Cs sudah mengantongi raihan 71 poin.
Susunan pemain:
ARSENAL: David Ospina; Bellerin, Mertesacker, Koscielny, Gibbs; Cazorla, Wilshere (Walcott'67); Ramsey, Ozil (Rosicky'81), Alexis Sanchez; Giroud
SUNDERLAND: Pantilimon; Jones, Coates, O'Shea, Van Aanholt; Cattermole, Larsson; Wickham (Rodwell'46), Defoe, Johnson (Buckley'75), Graham (Fletcher'46)
Tuan rumah sudah mendominasi permainan sejak babak pertama. Tapi sayangnya, tidak banyak peluang emas yang bisa didapatkan. Rapatnya lini belakang Sunderland menjadi faktor utama dari kegagalan The Gunners mencetak keunggulan.
Kedua tim harus puas mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0. Menurut catatan ball possesion, Arsenal mampu menguasai permainan 71% berbanding 29%.
Di babak kedua, Arsenal masih memegang kendali permainan. Olivier Giroud dua kali mengancam gawang Sunderland. Tapi usahanya dengan mudah digagalkan Costel Pantilimon.
Arsenal coba menambah daya serang mereka dengan memainkan Theo Walcott di menit 67. Bagi Walcott sendiri, ini merupakan laga yang cukup emosional. Sebab ia sudah mencatatkan penampilan ke-300 untuk kubu Meriam London.
Masuknya Walcott makin membuat Sunderland merapatkan lini pertahanannya. Sebanyak tujuh sampai delapan pemain sampai harus mundur ke kotak penalti demi meredam agresivitas tuan rumah.
Strategi itu berjalan lancar hingga laga usai. Raihan satu poin membuat Sunderland lolos dari degradasi. Mereka kini memiliki 38 poin, unggul empat angka dari Hull City yang ada di zona merah.
Sedangkan Arsenal, mereka tetap bertengger di posisi tiga klasemen. Setelah melewati 37 pertandingan, Giroud Cs sudah mengantongi raihan 71 poin.
Susunan pemain:
ARSENAL: David Ospina; Bellerin, Mertesacker, Koscielny, Gibbs; Cazorla, Wilshere (Walcott'67); Ramsey, Ozil (Rosicky'81), Alexis Sanchez; Giroud
SUNDERLAND: Pantilimon; Jones, Coates, O'Shea, Van Aanholt; Cattermole, Larsson; Wickham (Rodwell'46), Defoe, Johnson (Buckley'75), Graham (Fletcher'46)
(bep)