Real Madrid Disebut Klub Konyol
Jum'at, 22 Mei 2015 - 01:17 WIB
Real Madrid Disebut Klub Konyol
A
A
A
MADRID - Kegagalan Real Madrid dalam tujuh tahun terakhir, membuat klub berjuluk Los Blancos itu menjadi sasaran kritik. Madrid yang dikenal sebagai tim bertabur bintang, ternyata hanya mampu meraih satu gelar Liga Spanyol dalam tujuh tahun terakhir. Bahkan pada musim ini, Madrid gagal total tanpa meraih satu pun gelar meski skuat mereka berisikan pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Toni Kroos, Sergio Ramos, Luka Modric hingga James Rodriguez. Berdasarkan fakta tersebut, legenda Belanda, Johan Cruyff menyebut Madrid sebagai tim yang menggelikan.
(Baca Juga: Ronaldo Penyebab Kegagalan Madrid di Liga Spanyol)
"Sangat konyol, mereka (Madrid) hanya memenangi Liga Spanyol sekali dalam tujuh tahun terakhir. Kalah sekali dalam perburuan titel bukan masalah, tapi mengalaminya di banyak musim sungguh tak bisa diterima. Apalagi buat tim sekelas Madrid, saya rasa mereka punya masalah besar. Dalam beberapa laga saya ragu ada pemain Madrid yang menginginkan rekan setimnya mencetak gol," kritik Cruyff pada klub Ibukota Spanyol tersebut dilansir, Espana, Jumat (22/5/2015).
Real Madrid sendiri memang masih berstatus kolektor gelar terbanyak Liga Spanyol dengan jumlah 32 trofi, namun sejarah terkini menunjukkan catatan payah sang penguasa. Sementara rival abadi mereka yakni Barcelona baru saja meraih titel kelima dalam tujuh musim terakhir (ke-23 secara keseluruhan) usai mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pekan lalu, pada periode yang sama Los Merengues hanya sekali merebut mahkota jawara. Torehan itu sangat memprihatinkan untuk klub sekaliber Madrid.
(Baca Juga: Kegagalan Belanja Pemain Paksa Madrid Puasa Gelar)
Cruyff juga menambahkan bila dalam skuat Madrid lebih baik pemain yang hanya mementingkan individu daripada kepentingan tim. Selain itu ia juga memuji kemajuan sepak bola Spanyol dan Italia di ajang kompetisi Eropa. "Inilah perbedaan antara mereka dan Barca, di mana semua orang bersama-sama berusaha dan mencetak banyak gol. Sementara itu Sepak bola Spanyol dan Italia terlihat lebih maju dari sebelumnya, sedangkan Liga Inggris mengecewakan. Ini membuktikan semuanya bukan tentang uang," tandasnya.
(Baca Juga: Ronaldo Penyebab Kegagalan Madrid di Liga Spanyol)
"Sangat konyol, mereka (Madrid) hanya memenangi Liga Spanyol sekali dalam tujuh tahun terakhir. Kalah sekali dalam perburuan titel bukan masalah, tapi mengalaminya di banyak musim sungguh tak bisa diterima. Apalagi buat tim sekelas Madrid, saya rasa mereka punya masalah besar. Dalam beberapa laga saya ragu ada pemain Madrid yang menginginkan rekan setimnya mencetak gol," kritik Cruyff pada klub Ibukota Spanyol tersebut dilansir, Espana, Jumat (22/5/2015).
Real Madrid sendiri memang masih berstatus kolektor gelar terbanyak Liga Spanyol dengan jumlah 32 trofi, namun sejarah terkini menunjukkan catatan payah sang penguasa. Sementara rival abadi mereka yakni Barcelona baru saja meraih titel kelima dalam tujuh musim terakhir (ke-23 secara keseluruhan) usai mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pekan lalu, pada periode yang sama Los Merengues hanya sekali merebut mahkota jawara. Torehan itu sangat memprihatinkan untuk klub sekaliber Madrid.
(Baca Juga: Kegagalan Belanja Pemain Paksa Madrid Puasa Gelar)
Cruyff juga menambahkan bila dalam skuat Madrid lebih baik pemain yang hanya mementingkan individu daripada kepentingan tim. Selain itu ia juga memuji kemajuan sepak bola Spanyol dan Italia di ajang kompetisi Eropa. "Inilah perbedaan antara mereka dan Barca, di mana semua orang bersama-sama berusaha dan mencetak banyak gol. Sementara itu Sepak bola Spanyol dan Italia terlihat lebih maju dari sebelumnya, sedangkan Liga Inggris mengecewakan. Ini membuktikan semuanya bukan tentang uang," tandasnya.
(akr)