Soal MotoGP, Indonesia Dibanjiri Dukungan

Sabtu, 23 Mei 2015 - 12:53 WIB
Soal MotoGP, Indonesia...
Soal MotoGP, Indonesia Dibanjiri Dukungan
A A A
TOKYO - Kedatangan CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta ke Indonesia telah mengundang perhatian bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis. Menurutnya, itu sebuah langkah yang tepat untuk mempeluas pasar MotoGP di Asia yang tengah booming dengan ajang balap kuda besi seperti ini.

Indonesia merupakan negara terpadat di Asia Tenggara dengan populasi penduduk mencapai 240 juta manusia. kunjungan bos Dorna meminta agar pemerintah Indonesia mempersiapkan diri sebagai penyelenggara balapan yang diikuti Valentino Rossi dkk musim 2017. Salah satu alasan utama bos besar promotor balap tersebut adalah fanatisme MotoGP di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. (Baca juga: Indonesia Gelar MotoGP 2017, Dorna Plin-plan)

Sehingga wajar jika Ezpeleta baru-baru ini melakukan perjalanan ke Ibukota Jakarta hanya untuk membahas perihal peluang Indonesia menggelar MotoGP pada 2017 mendatang. Maklum, negara yang terkenal dengan keramahannya itu memiliki pertumbuhan pasar yang bagus dalam mempromosikan ajang balap kuda besi ini. Terlebih Indonesia memiliki pengalaman menggelar balap motor pada 1997 lalu dan Jarvis menilai bahwa pemerintah Indonesia begitu serius merealisasikan impian pecinta balap motor.

"Kita perlu menjaga keseimbangan antara rute Eropa dan Amerika. Tapi kita juga harus memperhatian pertumbuhan pasar MotoGP di negara-negara Asia, seperti Indonesia," terang Jarvis, yang seolah memberikan dukungan penuh kepada Indonesia untuk menggelar balap MotoGP 2017 mendatang seperti dikutip Speedweek, Sabtu (23/5/2015).

Sekadar informasi, Ezpeleta beberapa kali pernah menyebut jika balap MotoGP harus digelar setiap tahunnya di 20 arena balap berbeda. Meski saat ini, rencana itu masih dalam proses namun bukan tidak mungkin bos yang mengurusi olahraga balap itu bakal merealisasikan rencana itu sesegera mungkin.

"Kami tahu bahwa ada diskusi tentang peningkatan jumlah arena balap dalam kalender MotoGP. Kita perlu diperlakukan dengan hati-hati, karena kita tidak ingin musim yang terlalu panjang dan terlalu sulit untuk semua orang yang terlibat. Di sisi lain, pertumbuhan pasar di Thailand akan sangat menarik bagi kami. Ini juga akan menarik untuk melakukan perjalanan ke Indonesia, ketika mereka membangun trek baru," tambah Jarvis.
(bep)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Team RSTelkomsel 5G...
Team RSTelkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
1 jam yang lalu
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
3 jam yang lalu
Christian Eriksen Kembali...
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan saat Uji CobaDenmark vs Ukraina
4 jam yang lalu
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
5 jam yang lalu
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved