Jadi Target FBI, Blatter Dibela Vladimir Putin

Kamis, 28 Mei 2015 - 23:13 WIB
Jadi Target FBI, Blatter...
Jadi Target FBI, Blatter Dibela Vladimir Putin
A A A
MOSKOW - Di tengah insiden penangkapan sembilan pemimpin FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia) terkait dugaan kasus korupsi, penyuapan dan pemerasan, menjadikan Presiden FIFA saat ini Joseph Blatter menjadi sorotan. Di bawah kepemimpinan Blatter selama empat kali beruntun, badan sepak bola dunia itu dituding menjadi sarang korupsi. Akibatnya Blatter menjadi target utama FBI, namun pemimpin FIFA itu mendapatkan dukungan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pemimpin salah satu negara adidaya tersebut menyatakan dukungannya kepada Presiden FIFA, Joseph Blatter dan mengkritik Amerika Serikat yang dituding ikut campur secara licik atas tuduhan korupsi kepada beberapa pejabat FIFA asal Amerika Utara. Dari Moskow, Putin menyatakan insiden penangkapan pimpinan FIFA di Zurich tidak lain karena hasutan AS. "Ini adalah upaya nyata untuk menggagalkan pemilihan kembali Blatter sebagai Presiden FIFA," ucap Putin, Kamis (28/5/2015).

(Baca Juga: Pimpinan FIFA Ditangkap, Hari Menyedihkan Buat Sepak Bola)

Seperti diketahui FIFA dijadwalkan bakal menggelar pemilihan Presiden baru yang akan berlangsung, 29 Mei, mendatang dengan dua kandidat yakni Blatter melawan Ali bin Al Hussein yakni pangeran dari Yordania. Sementara itu sebelumnya satu per satu calon memilih mengundurkan diri, sebut saja presiden asosiasi sepak bola Belanda, Michael van Praag serta Jerome Champagne dari Prancis dan mantan pemain timnas Portugal, Luis Figo.

Menjelang pesta badan tertinggi sepak bola dunia, tuntutan penundaan kongres FIFA semakin mencuat setelah penangkapan beberapa petinggi mereka. Bahkan proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang kabarnya bakal di investigasi, membuat Putin geram. "Kami tahu ada tekanan kepada Blatter untuk menggagalkan pagelaran Piala Dunia 2018 dari Rusia," ucap Putin marah.

(Baca Juga: Korupsi FIFA Ancam Pagelaran Piala Dunia 2018-2022)

Putin juga menuding Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran saat mencoba menangkap beberapa petinggi FIFA di Swiss, karena mereka tidak mempunyai yurisdiksi di sana. Para tersangka ditangkap karena permintaan Amerika Serikat yang kemudian meminta mereka diekstradisi. "Mereka bukan warga negara Amerika Utara. AS seharusnya tidak ada hubungannya dengan hal ini," tandasnya.
(akr)
Berita Terkini
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
55 menit yang lalu
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
2 jam yang lalu
Indonesia Lolos Dramatis...
Indonesia Lolos Dramatis ke Semifinal Piala AFF U-19 usai Tekuk Vietnam
8 jam yang lalu
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
12 jam yang lalu
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
13 jam yang lalu
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved