Tuntaskan Dendam, Rossi Musuhi Lorenzo
Jum'at, 29 Mei 2015 - 14:52 WIB
Tuntaskan Dendam, Rossi Musuhi Lorenzo
A
A
A
MUGELLO - Rivalitas dua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, kembali membara jelang Grand Prix Italia akhir pekan nanti. Rossi yang pernah dikalahkan rekannya pada 2010 lalu, siap menepikan hubungan pertemanannya lebih dulu agar bisa membalasnya di Sirkuit Mugello.
Untuk kali pertama dalam empat musim terakhir, Yamaha bisa menguasai musim balapan dengan dua pembalapnya berada di peringkat atas klasemen. Rossi saat ini jadi pemuncak dengan poin 102, sedangkan Lorenzo membuntuti dengan selisih 15 poin.
Rossi pun sedikit bercerita soal persaingannya dengan Lorenzo pada musim 2009 dan 2010. Rossi yang sempat jadi juara pada musim 2009, langsung dibalas pada musim berikutnya.
"Kami adalah rekan satu tim bersama Jorge sejak 2008, tapi saya pikir pertarungan terbaik kami terjadi pada musim 2009. Saat itu kami bersaing sangat ketat sepanjang musim serta melakukan pertarungan yang sangat hebat dalam beberapa balapan," ucapnya dilansir crash.
"Setelah itu, persaingan kembali berlanjut di 2010, tapi sayang saya mendapat cedera patah kaki. Kemudian saya pindah ke Ducati sehingga kami terpisah, sekarang kami kembali," tambahnya.
Lorenzo, tambah Rossi, jelas menjadi lawan yang sulit ditaklukkan dalam balapan akhir pekan nanti. Dia pun menjanjikan persaingan yang sengit di atas aspal Mugello namun hubungannya di paddock Yamaha tetap hangat.
"Saya pikir, selalu sulit ketika Anda melawan rekan satu tim untuk mengincar satu kemenangan dalam kejuaraan. Suasana di tim juga sedang baik sebab semuanya selalu terbuka," sambungnya.
"Kami punya hubungan yang baik serta rasa hormat yang baik di luar dan atau di dalam lintasan. Tapi seperti semua orang tahu, rekan setim anda adalah saingan pertama anda bukan? Sebab punya motor yang sama. Jadi dia (Lorenzo) adalah musuh utama. Dia akan jadi orang pertama yang mesti dikalahkan.
"Biar bagaimanapun, saya pikir tahun ini lebih menarik sebab sudah lima balapan kami punya tiga pembalap yang berbeda bisa jadi juara. Sepertinya semua motor seimbang kekuatannya. Tergantung pada trek yang lain, mungkin bukan hanya saya dan Jorge, melainkan Ducati dan Honda," pungkasnya.
Untuk kali pertama dalam empat musim terakhir, Yamaha bisa menguasai musim balapan dengan dua pembalapnya berada di peringkat atas klasemen. Rossi saat ini jadi pemuncak dengan poin 102, sedangkan Lorenzo membuntuti dengan selisih 15 poin.
Rossi pun sedikit bercerita soal persaingannya dengan Lorenzo pada musim 2009 dan 2010. Rossi yang sempat jadi juara pada musim 2009, langsung dibalas pada musim berikutnya.
"Kami adalah rekan satu tim bersama Jorge sejak 2008, tapi saya pikir pertarungan terbaik kami terjadi pada musim 2009. Saat itu kami bersaing sangat ketat sepanjang musim serta melakukan pertarungan yang sangat hebat dalam beberapa balapan," ucapnya dilansir crash.
"Setelah itu, persaingan kembali berlanjut di 2010, tapi sayang saya mendapat cedera patah kaki. Kemudian saya pindah ke Ducati sehingga kami terpisah, sekarang kami kembali," tambahnya.
Lorenzo, tambah Rossi, jelas menjadi lawan yang sulit ditaklukkan dalam balapan akhir pekan nanti. Dia pun menjanjikan persaingan yang sengit di atas aspal Mugello namun hubungannya di paddock Yamaha tetap hangat.
"Saya pikir, selalu sulit ketika Anda melawan rekan satu tim untuk mengincar satu kemenangan dalam kejuaraan. Suasana di tim juga sedang baik sebab semuanya selalu terbuka," sambungnya.
"Kami punya hubungan yang baik serta rasa hormat yang baik di luar dan atau di dalam lintasan. Tapi seperti semua orang tahu, rekan setim anda adalah saingan pertama anda bukan? Sebab punya motor yang sama. Jadi dia (Lorenzo) adalah musuh utama. Dia akan jadi orang pertama yang mesti dikalahkan.
"Biar bagaimanapun, saya pikir tahun ini lebih menarik sebab sudah lima balapan kami punya tiga pembalap yang berbeda bisa jadi juara. Sepertinya semua motor seimbang kekuatannya. Tergantung pada trek yang lain, mungkin bukan hanya saya dan Jorge, melainkan Ducati dan Honda," pungkasnya.
(rus)