Laga Tinju Dunia di Surabaya

Minggu, 31 Mei 2015 - 11:39 WIB
Laga Tinju Dunia di...
Laga Tinju Dunia di Surabaya
A A A
SURABAYA - Dahaga pencinta tinju di Surabaya bakal terobati. Pasalnya, laga perebutan gelar kelas ringan WBO antara Daud Jordan dari Indonesia melawan petinju Ghana Maxwell Awuku akan digelar di DBL Arena, 6 Juni mendatang.

Bukan hanya bisa melihat Kejuaraan WBO Asia Pasific, pencinta tinju Surabaya juga akan disuguhkan total laga beruntun, termasuk perebutan gelar Sabuk Emas Kapolda Jatim antara Roy Muklis versus Edi Comaro. “Ini adalah jumlah pertandingan tinju terbanyak di Indonesia. Ada dua promotor yang terlibat,” ujar Mikdon Tanaem, salah satu promotor yang terlibat.

Dipilihnya Surabaya sebagai laga tinju dunia karena melihat sejarah Surabaya dan Jatim yang pernah menjadi jadi kiblat tinju profesional. “Dulu memang banyak petinju bagus dari Surabaya, tapi saat ini kurang. Dengan adanya laga tinju ini diharapkan tinju Surabaya bisa bangkit,” katanya. Mikdon menuturkan, ada 14 laga terbagi menjadi dua, yaitu kasta internasional dan nasional (Sabuk Emas Kapolda Jatim).

“Masingmasing kasta ada tujuh laga. Duel unggulan akan tersaji antara Daud ‘Cino’ Yordan versus Maxwell Awuku (Ghana) dan Roy Muklis melawan Edi Comaro,” papar pria yang akrab disapa Nedi ini. Untuk laga Daud, ini adalah kesempatan meraih juara kelas ringan WBO. Itu bisa didapat jika dia mampu mengandaskan penantang peringkat 5 WBO Maxwell.

Jika menang, Daud akan berjibaku dengan peringkat 2 dan memperebutkan sabuk kelas ringan yang lowong. Rencananya, pertarungan ini akan disiarkan live RCTI. Sementara di tingkat nasional, lanjut Mikdon, merupakan kesempatan Roy untuk bisa mengorbit ke jenjang dunia jika mampu mengalahkan Edi (Satria Menoreh BC). “Roy punya potensi juara dunia seperti Chris John.

Untuk seperti Chris John, paling tidak butuh lima tahun lagi,” ujarnya. Untuk kelas bantam junior, ini juga kesempatan juara nasional Frans Damur (UBS BC Surabaya) untuk mempertahankan gelar jika mampu menghajar peringkat 4 nasional Jhon Mandeo (Sasando BC Tangerang). “Peluang Frans ke level Asia masih terbuka. Meski potensinya tak sebesar Roy, Frans bisa meraih gelar juara Asia,” tandasnya.

Rachmad tomy
(ars)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
1 jam yang lalu
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
1 jam yang lalu
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
2 jam yang lalu
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
3 jam yang lalu
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
4 jam yang lalu
Uruguay Tersingkir,...
Uruguay Tersingkir, Spanyol Juara Grup C dan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved