Lawan Indonesia, Pelatih Singapura Ngemis Minta Dukungan Penonton
Rabu, 10 Juni 2015 - 22:16 WIB
Lawan Indonesia, Pelatih Singapura Ngemis Minta Dukungan Penonton
A
A
A
SINGAPURA - Konsentrasi pelatih Singapura U-23, Aide Iskandar mulai terpecah jelang laga penentuan penyisihan Grup A cabang olahraga Sepak Bola SEA Games XVIII Singapura melawan timnas Indonesia U-23, Kamis (11/6/2015). Ini bukan terkait tentang kondisi anak asuhnya melainkan kritikan pedas penggemar tuan rumah yang mulai mengganggu telinga pria berusia 40 tahun tersebut.
Dalam laporan Straitstimes, Rabu (10/6/2015), Aide merasa terganggu dengan komentar pedas penggemar sepak bola tuan rumah selama tiga pertandingan terakhir. Mantan kapten nasional Singapura mengakui bahwa timnya terus menunjukkan kemampuan maksimal selama tampil di lapangan hijau, terutama ketika merebut kemenangan 3-1 melawan Kamboja.
Tapi pelatih berkumis tipis tersebut merasa terkejut saat skuat mudanya yang dipimpin oleh Sahil Suhaimi dan Faris Ramli, justru mendapat cemooh baik saat menjalani pertandingan di Stadion Jalan Besar, Kallang, maupun di luar lapangan alias media sosial.
Padahal Aide tidak mengharapkan peristiwa ini muncul ketika timnas Singapura U-23 tengah fokus untuk menjalani pertandingan penentuan melawan U-23 Indonesia, besok. Sebab, kata dia, dukungan penggemar tuan rumah akan sangat membantu mental para pemain ketika menjalani laga pamungkas tersebut.
"SEA Games berlangsung di rumah kami, sehingga kami mengandalkan dukungan yang kuat dari publik tuan rumah. Tetapi beberapa bagian telah berubah drastis, terutama dengan komentar pedas tentang penampilan Singapura U-23. Masalah itu jelas tidak membantu tim kami. Itu benar-benar membuat mereka lebih gugup di lapangan," tegas Aide.
"SEA Games berlangsung di rumah kami, sehingga kami mengandalkan dukungan yang kuat dari publik tuan rumah. Tetapi beberapa bagian telah berubah drastis, terutama dengan komentar pedas tentang penampilan Singapura U-23. Masalah itu jelas tidak membantu tim kami. Itu benar-benar membuat mereka lebih gugup di lapangan," tegas Aide.
"Saya sudah mengalaminya sewaktu masih menjadi pemain senior. Tapi ini adalah tim U-23. Kami mencoba untuk tidak mendengar ejekan dan komentar negatif dan itu tidak mudah. Beberapa fans harus menunjukkan lebih banyak dukungan. Kita harus bersatu sebagai masyarakat Singapura jika kita ingin mencapai semi-final."
Dalam laporan Straitstimes, Rabu (10/6/2015), Aide merasa terganggu dengan komentar pedas penggemar sepak bola tuan rumah selama tiga pertandingan terakhir. Mantan kapten nasional Singapura mengakui bahwa timnya terus menunjukkan kemampuan maksimal selama tampil di lapangan hijau, terutama ketika merebut kemenangan 3-1 melawan Kamboja.
Tapi pelatih berkumis tipis tersebut merasa terkejut saat skuat mudanya yang dipimpin oleh Sahil Suhaimi dan Faris Ramli, justru mendapat cemooh baik saat menjalani pertandingan di Stadion Jalan Besar, Kallang, maupun di luar lapangan alias media sosial.
Padahal Aide tidak mengharapkan peristiwa ini muncul ketika timnas Singapura U-23 tengah fokus untuk menjalani pertandingan penentuan melawan U-23 Indonesia, besok. Sebab, kata dia, dukungan penggemar tuan rumah akan sangat membantu mental para pemain ketika menjalani laga pamungkas tersebut.
"SEA Games berlangsung di rumah kami, sehingga kami mengandalkan dukungan yang kuat dari publik tuan rumah. Tetapi beberapa bagian telah berubah drastis, terutama dengan komentar pedas tentang penampilan Singapura U-23. Masalah itu jelas tidak membantu tim kami. Itu benar-benar membuat mereka lebih gugup di lapangan," tegas Aide.
"SEA Games berlangsung di rumah kami, sehingga kami mengandalkan dukungan yang kuat dari publik tuan rumah. Tetapi beberapa bagian telah berubah drastis, terutama dengan komentar pedas tentang penampilan Singapura U-23. Masalah itu jelas tidak membantu tim kami. Itu benar-benar membuat mereka lebih gugup di lapangan," tegas Aide.
"Saya sudah mengalaminya sewaktu masih menjadi pemain senior. Tapi ini adalah tim U-23. Kami mencoba untuk tidak mendengar ejekan dan komentar negatif dan itu tidak mudah. Beberapa fans harus menunjukkan lebih banyak dukungan. Kita harus bersatu sebagai masyarakat Singapura jika kita ingin mencapai semi-final."
(akr)