Dipecundangi Lorenzo, Ini Trik Rossi di Seri Selanjutnya
Senin, 15 Juni 2015 - 09:04 WIB
Dipecundangi Lorenzo, Ini Trik Rossi di Seri Selanjutnya
A
A
A
BARCELONA - Valentino Rossi mengakui telah membuat kesalahan soal perhitungan peluang dirinya dalam Grand Prix Catalunya, Minggu malam (14/6/2015). Akibatnya, kemenangan kembali diraih rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, dan semakin menekan posisinya di klasemen pembalap MotoGP sementara.
Rossi yang mendapat podium kedua, diyakini semakin tertekan mengingat Lorenzo kini hanya terpaut satu poin di klasemen pembalap. Rossi mengoleksi 138 poin, sedangkan Lorenzo membuntuti dengan 137 poin berkat kemenangan empat beruntun sejak di Jerez. (Klik di sini untuk update klasemen pembalap MotoGP)
Menanggapi kekalahannya, Rossi merasa sangat malu sebab tak bisa memberikan tontonan yang menarik di Circuit Barcelona de Catalunya. Hal itu dinilainya karena posisi yang sudah tak menguntungkan sejak awal balapan.
"Ada satu atau dua momen di mana saya berpikir saya bisa menyalip Jorge. Saya coba untuk membuat perhitungan dan berpikir bisa mendekatinya di lap terakhir, tapi itu masih tidak cukup. Baginya, hasil ini mungkin lebih baik tetapi bagi saya, itu memalukan sebab saya pikir persaingan bisa lebih ketat dan menghibur untuk penonton," ucapnya dilansir Crash, Senin (16/6/2015). (Baca Juga: Marquez Tumbang, Duo Yamaha Jadi Raja Catalunya)
"Sayangnya lagi, Anda berhadapan dengan Jorge yang sedang dalam kondisi terbaik dari baris ketiga (posisi tujuh di pole positions). Ketika saya sudah tiba di posisi dua, saya sudah tertinggal 1.5 detik dari Lorenzo dan sangat sulit untuk memangkas ketertinggalan itu," tambahnya.
Kekalahan ini, tambah Rossi, membuat dirinya punya catatan penting menatap seri balap selanjutnya di Sirkuit Assen dalam Grand Prix Belanda, 27 Juni nanti. Menguasai posisi start (pole positions) dalam sesi kualifikasi akan jadi target The Doctor.
"Kami harus berkonsentrasi pada sesi kualifikasi, mencoba memulai balapan dari posisi lima besar. Sayangnya itu tidak mudah. Kali ini saya punya potensi meraih posisi lima di sesi kualifikasi, tetapi saya tidak bisa lebih cepat," sambungnya.
"Masalah lainnya adalah, dalam sesi kualifikasi anda akan punya banyak motor yang cepat hanya untuk digunakan satu putaran, dan lebih lamban ketika balapan sesungguhnya. Jorge punya motor dan ban seperti saya, tetapi ia mampu menempatkan dirinya dengan selisih beberapa pembalap dari saya. Itu yang mesti kami kerjakan," pungkasnya.
Rossi yang mendapat podium kedua, diyakini semakin tertekan mengingat Lorenzo kini hanya terpaut satu poin di klasemen pembalap. Rossi mengoleksi 138 poin, sedangkan Lorenzo membuntuti dengan 137 poin berkat kemenangan empat beruntun sejak di Jerez. (Klik di sini untuk update klasemen pembalap MotoGP)
Menanggapi kekalahannya, Rossi merasa sangat malu sebab tak bisa memberikan tontonan yang menarik di Circuit Barcelona de Catalunya. Hal itu dinilainya karena posisi yang sudah tak menguntungkan sejak awal balapan.
"Ada satu atau dua momen di mana saya berpikir saya bisa menyalip Jorge. Saya coba untuk membuat perhitungan dan berpikir bisa mendekatinya di lap terakhir, tapi itu masih tidak cukup. Baginya, hasil ini mungkin lebih baik tetapi bagi saya, itu memalukan sebab saya pikir persaingan bisa lebih ketat dan menghibur untuk penonton," ucapnya dilansir Crash, Senin (16/6/2015). (Baca Juga: Marquez Tumbang, Duo Yamaha Jadi Raja Catalunya)
"Sayangnya lagi, Anda berhadapan dengan Jorge yang sedang dalam kondisi terbaik dari baris ketiga (posisi tujuh di pole positions). Ketika saya sudah tiba di posisi dua, saya sudah tertinggal 1.5 detik dari Lorenzo dan sangat sulit untuk memangkas ketertinggalan itu," tambahnya.
Kekalahan ini, tambah Rossi, membuat dirinya punya catatan penting menatap seri balap selanjutnya di Sirkuit Assen dalam Grand Prix Belanda, 27 Juni nanti. Menguasai posisi start (pole positions) dalam sesi kualifikasi akan jadi target The Doctor.
"Kami harus berkonsentrasi pada sesi kualifikasi, mencoba memulai balapan dari posisi lima besar. Sayangnya itu tidak mudah. Kali ini saya punya potensi meraih posisi lima di sesi kualifikasi, tetapi saya tidak bisa lebih cepat," sambungnya.
"Masalah lainnya adalah, dalam sesi kualifikasi anda akan punya banyak motor yang cepat hanya untuk digunakan satu putaran, dan lebih lamban ketika balapan sesungguhnya. Jorge punya motor dan ban seperti saya, tetapi ia mampu menempatkan dirinya dengan selisih beberapa pembalap dari saya. Itu yang mesti kami kerjakan," pungkasnya.
(bbk)