Stoner Bongkar Bobrok Honda di Catalunya
Senin, 15 Juni 2015 - 23:14 WIB
Stoner Bongkar Bobrok Honda di Catalunya
A
A
A
BARCELONA - Kegagalan Honda di Sirkuit Catalunya membuat dua kali juara dunia, Casey Stoner angkat bicara terkait kekurangan motor RC213V yang jadi tunggangan Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Seperti diketahui pada balapan terakhir Marquez dipaksa mencium aspal, lantaran terjatuh di lap-lap awal Grand Prix (GP) Catalunya sehingga juara dunia musim lalu sepertinya harus keluar dari persaingan. Stoner sendiri mengatakan yang menjadi masalah Honda musim ini bukanlah terletak pada mesin.
(Baca Juga: Marquez Tumbang, Duo Yamaha Jadi Raja Catalunya)
Sementara itu sebelumnya pembalap Honda berjuluk Baby Alien mengeluhkan sedikit masalah pada mesin Honda RC213V yang menurutnya terlalu agresif ketika berada ditikungan. Karena tak bisa memodifikasi mesin lagi, Marquez dan Honda fokus pada area periperal seperti elektronik untuk bisa meredam karakter mesin yang agresif. Namun Stoner yang sempat dipercaya melakukan uji coba motor baru Honda membantah klaim tersebut dengan mengatakan mesin motor Honda musim ini baik-baik saja.
"Menurut pandangan saya, motor Honda tidak terlalu agresif. Mesin motor memang sudah berkembang sangat jauh, tapi Anda tidak bisa mengubah dasarnya. Para mekanik dapat mengatakan, 'Oke, kami akan membuatnya lebih halus'. Tapi saya pikir mesin bukanlah menjadi akar masalah. Mengubah sasis jauh lebih sulit. Jika Anda tidak mempunyai pegangan di bagian belakang, motor apapun akan tampak agresif," jelas Stoner dilansir Marca, Senin (15/6/2015).
Berbeda dengan Stoner, pembalap andalan Honda, Marquez sebelumnya mengatakan motor Honda tidak stabil di bagian depan, yang menyebabkan beberapa penunggang RC213V terjatuh. “Kami berusaha memperbaiki mesinnya, namun ini hal paling sulit karena mesin-mesin 'disegel' padahal di situlah masalah kami. Mesinnya terlalu agresif saat masuk dan keluar tikungan, namun kami tetap berusaha memperbaikinya," jelas pembalap asal Spanyol itu.
Stoner menambahkan dengan memberi sinyal setuju terkait aturan tiga kali tes dalam upaya pengembangan MotoGP dalam satu tahun. "Ketika Anda memacu motor dengan cepat, maka Anda bisa merasakan dengan baik bagaimana kondisi sepeda motor. Saya tidak mencoba bagian yang menjadi masalah mereka. Marc (Marquez) dan timnya mengetahui apa yang harus dilakukan. Mungkin mereka tidak pergi ke arah yang saya lebih suka," sambung Stoner.
"Marc berbeda berbeda dengan saya, begitu juga Pedrosa. Semua orang membuat pilihan mereka sendiri. Ketika saya melakukan tes, saya tidak melakukannya untuk diriku sendiri dan saya menawarkan arah yang berbeda. Tapi semua keputusan ada pada tim," tandas pembalap asal Australia itu.
(Baca Juga: Marquez Tumbang, Duo Yamaha Jadi Raja Catalunya)
Sementara itu sebelumnya pembalap Honda berjuluk Baby Alien mengeluhkan sedikit masalah pada mesin Honda RC213V yang menurutnya terlalu agresif ketika berada ditikungan. Karena tak bisa memodifikasi mesin lagi, Marquez dan Honda fokus pada area periperal seperti elektronik untuk bisa meredam karakter mesin yang agresif. Namun Stoner yang sempat dipercaya melakukan uji coba motor baru Honda membantah klaim tersebut dengan mengatakan mesin motor Honda musim ini baik-baik saja.
"Menurut pandangan saya, motor Honda tidak terlalu agresif. Mesin motor memang sudah berkembang sangat jauh, tapi Anda tidak bisa mengubah dasarnya. Para mekanik dapat mengatakan, 'Oke, kami akan membuatnya lebih halus'. Tapi saya pikir mesin bukanlah menjadi akar masalah. Mengubah sasis jauh lebih sulit. Jika Anda tidak mempunyai pegangan di bagian belakang, motor apapun akan tampak agresif," jelas Stoner dilansir Marca, Senin (15/6/2015).
Berbeda dengan Stoner, pembalap andalan Honda, Marquez sebelumnya mengatakan motor Honda tidak stabil di bagian depan, yang menyebabkan beberapa penunggang RC213V terjatuh. “Kami berusaha memperbaiki mesinnya, namun ini hal paling sulit karena mesin-mesin 'disegel' padahal di situlah masalah kami. Mesinnya terlalu agresif saat masuk dan keluar tikungan, namun kami tetap berusaha memperbaikinya," jelas pembalap asal Spanyol itu.
Stoner menambahkan dengan memberi sinyal setuju terkait aturan tiga kali tes dalam upaya pengembangan MotoGP dalam satu tahun. "Ketika Anda memacu motor dengan cepat, maka Anda bisa merasakan dengan baik bagaimana kondisi sepeda motor. Saya tidak mencoba bagian yang menjadi masalah mereka. Marc (Marquez) dan timnya mengetahui apa yang harus dilakukan. Mungkin mereka tidak pergi ke arah yang saya lebih suka," sambung Stoner.
"Marc berbeda berbeda dengan saya, begitu juga Pedrosa. Semua orang membuat pilihan mereka sendiri. Ketika saya melakukan tes, saya tidak melakukannya untuk diriku sendiri dan saya menawarkan arah yang berbeda. Tapi semua keputusan ada pada tim," tandas pembalap asal Australia itu.
(akr)