Cerita Lorenzo yang Stres Lihat Rossi di Catalunya
Kamis, 18 Juni 2015 - 14:27 WIB
Cerita Lorenzo yang Stres Lihat Rossi di Catalunya
A
A
A
BARCELONA - Jorge Lorenzo akhirnya blak-blakan soal kemenangannya di Grand Prix Catalunya, akhir pekan kemarin. Joki berusia 28 tahun menyebut, dirinya sempat dibuat pusing melihat Valentino Rossi yang terus menempel dirinya tanpa henti di Sirkuit Barcelona.
Lorenzo menyabet kemenangan keempat berturut-turut musim ini usai jadi yang tercepat di Catalunya. Kemenangan membuat pembalap Movistar Yamaha terus menempel Rossi di puncak klasemen pembalap yang kini tinggal berselisih satu poin. (Klik di sini untuk update klasemen pembalap MotoGP)
Sejatinya, Lorenzo tampak terlihat tak terbendung ketika memenangi duel melawan Marc Marquez di awal balapan. Namun ketika diundang sebagai bintang tamu acara televisi Spanyol, ia bercerita betapa sulitnya melawan pembalap berpengalaman sekaliber Rossi kemarin. (Baca Juga: Marquez Tumbang, Duo Yamaha Jadi Raja Catalunya)
"Ketika jadi pemimpin balapan, saya sangat fokus. Satu-satunya informasi yang saya punya berasal dari trek lurus utama, di mana komputer memberikan data balapan di papan informasi soal waktu saya dengan pembalap di belakang saya, dalam hal ini dengan Valentino. Setiap kembali melihat data, waktunya selalu sama 2.0, dua detik, 2,0, dua detik," bebernya seperti dilansir Marca, Kamis (18/6/2015).
"Setiap lap saya terus berusaha memacu dan memacu lagi motor saya, tetapi selisih waktunya tidak pernah berubah. Saya berpikir, "Oh tidak, orang ini (Rossi) tidak pernah menyerah, masih selalu ada," urainya.
"Sampai akhirnya ia mulai menurun hingga 1.8 detik, 1.6 detik, di tikungan keempat atau kelima. Kemudian saya berkata, "George, saya tahu batas akhir akan segera tiba, tapi saya mesti mengambil kecepatan lainnya, saya harus sedikit bertaruh. Dan itulah yang saya lakukan, yang menyelamatkan penampilan saya. Jika tidak melakukan hal yang lebih berisiko lagi ketimbang penampilan saya biasanya, Valentino mungkin menyalip saya dan saya tidak akan menang," pungkasnya.
Selanjutnya, Lorenzo akan menghadapi seri balap kedelapan di Sirkuit Assen, Belanda. Musim lalu, Lorenzo kalah bersaing dengan Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang.
Lorenzo menyabet kemenangan keempat berturut-turut musim ini usai jadi yang tercepat di Catalunya. Kemenangan membuat pembalap Movistar Yamaha terus menempel Rossi di puncak klasemen pembalap yang kini tinggal berselisih satu poin. (Klik di sini untuk update klasemen pembalap MotoGP)
Sejatinya, Lorenzo tampak terlihat tak terbendung ketika memenangi duel melawan Marc Marquez di awal balapan. Namun ketika diundang sebagai bintang tamu acara televisi Spanyol, ia bercerita betapa sulitnya melawan pembalap berpengalaman sekaliber Rossi kemarin. (Baca Juga: Marquez Tumbang, Duo Yamaha Jadi Raja Catalunya)
"Ketika jadi pemimpin balapan, saya sangat fokus. Satu-satunya informasi yang saya punya berasal dari trek lurus utama, di mana komputer memberikan data balapan di papan informasi soal waktu saya dengan pembalap di belakang saya, dalam hal ini dengan Valentino. Setiap kembali melihat data, waktunya selalu sama 2.0, dua detik, 2,0, dua detik," bebernya seperti dilansir Marca, Kamis (18/6/2015).
"Setiap lap saya terus berusaha memacu dan memacu lagi motor saya, tetapi selisih waktunya tidak pernah berubah. Saya berpikir, "Oh tidak, orang ini (Rossi) tidak pernah menyerah, masih selalu ada," urainya.
"Sampai akhirnya ia mulai menurun hingga 1.8 detik, 1.6 detik, di tikungan keempat atau kelima. Kemudian saya berkata, "George, saya tahu batas akhir akan segera tiba, tapi saya mesti mengambil kecepatan lainnya, saya harus sedikit bertaruh. Dan itulah yang saya lakukan, yang menyelamatkan penampilan saya. Jika tidak melakukan hal yang lebih berisiko lagi ketimbang penampilan saya biasanya, Valentino mungkin menyalip saya dan saya tidak akan menang," pungkasnya.
Selanjutnya, Lorenzo akan menghadapi seri balap kedelapan di Sirkuit Assen, Belanda. Musim lalu, Lorenzo kalah bersaing dengan Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang.
(bbk)