Menpora Anggap Ancaman Komisi X DPR Tak Tepat Sasaran
Kamis, 25 Juni 2015 - 11:39 WIB
Menpora Anggap Ancaman Komisi X DPR Tak Tepat Sasaran
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi menganggap ancaman Komisi X DPR RI yang hendak memangkas anggaran Kemenpora tahun anggaran 2016, tidak tepat sasaran. Wacana memangkas anggaran Kemenpora muncul setelah Komisi X menganggap Imam tidak kooperatif dalam penyelesaian kisruh sepak bola nasional.
Rencana DPR RI memangkas anggaran muncul dari wakil ketua Komisi X, Ridwan Hisjam, usai menjelaskan pembatalan rapat kerja komisinya bersama Menpora, Rabu (24/6/2015) siang. Menurutnya, langkah Imam selama ini tidak menunjukan itikad untuk membenahi sepak bola nasional dengan mengabaikan keputusan raker 4 Februari 2015, 6 Mei 2015 dan 10 Juni 2015.
"Kita kaitkan prestasi SEA Games yang melorot 2015. Padahal targetnya no 2. Karena itu hak DPR melakukan evaluasi peng-anggaran, mengingat fungsi pengawasan tidak dihiraukan," kata Ridwan pada saat itu.
Menanggapi hal itu, Imam yang dikonfirmasi Rabu (24/6/2015) malam, mengatakan bahwa ancaman Komisi X DPR RI tidak tepat sasaran. Imam yang notabene bekas anggota DPR mengatakan bahwa masalah penganggaran dan kisruh antara lembaganya dan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah dua hal yang berbeda.
"Saya kok heran gitu, ada apa kok (Komisi X DPR RI -red) sampai singgung masalah anggaran. Berarti kan ada sesuatu yang perlu kita luruskan, renungi," kata Imam saat ditemui di kantornya.
DPR berencana mengevaluasi rancangan anggaran Kemenpora setelah Menpora Imam Nahrawi dianggap tidak mematuhi raker komisi X terkait masalah sepak bola, yang telah berlangsung sebanyak tiga kali dalan dua bulan terakhir.
Puncaknya, Komisi X geram setelah Imam mengundang bekas ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein saat mendapat desakan untuk bertemu pengurus PSSI. Padahal, kongres PSSI 17 April 2015 menghasilkan La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum.
Alasan Imam mengundang Pengurus PSSI 2011-2015 karena pemerintah menganggap hasil kongres tidak sah karena turunnya SK Pembekuan Nomor 01307 tahun 2015. "Saya kan disuruh bertemu PSSI, tidak dijelaskan DPR, PSSI yang mana. Ya saya mengundang PSSI yang sah," jelas Imam.
Rencana DPR RI memangkas anggaran muncul dari wakil ketua Komisi X, Ridwan Hisjam, usai menjelaskan pembatalan rapat kerja komisinya bersama Menpora, Rabu (24/6/2015) siang. Menurutnya, langkah Imam selama ini tidak menunjukan itikad untuk membenahi sepak bola nasional dengan mengabaikan keputusan raker 4 Februari 2015, 6 Mei 2015 dan 10 Juni 2015.
"Kita kaitkan prestasi SEA Games yang melorot 2015. Padahal targetnya no 2. Karena itu hak DPR melakukan evaluasi peng-anggaran, mengingat fungsi pengawasan tidak dihiraukan," kata Ridwan pada saat itu.
Menanggapi hal itu, Imam yang dikonfirmasi Rabu (24/6/2015) malam, mengatakan bahwa ancaman Komisi X DPR RI tidak tepat sasaran. Imam yang notabene bekas anggota DPR mengatakan bahwa masalah penganggaran dan kisruh antara lembaganya dan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah dua hal yang berbeda.
"Saya kok heran gitu, ada apa kok (Komisi X DPR RI -red) sampai singgung masalah anggaran. Berarti kan ada sesuatu yang perlu kita luruskan, renungi," kata Imam saat ditemui di kantornya.
DPR berencana mengevaluasi rancangan anggaran Kemenpora setelah Menpora Imam Nahrawi dianggap tidak mematuhi raker komisi X terkait masalah sepak bola, yang telah berlangsung sebanyak tiga kali dalan dua bulan terakhir.
Puncaknya, Komisi X geram setelah Imam mengundang bekas ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein saat mendapat desakan untuk bertemu pengurus PSSI. Padahal, kongres PSSI 17 April 2015 menghasilkan La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum.
Alasan Imam mengundang Pengurus PSSI 2011-2015 karena pemerintah menganggap hasil kongres tidak sah karena turunnya SK Pembekuan Nomor 01307 tahun 2015. "Saya kan disuruh bertemu PSSI, tidak dijelaskan DPR, PSSI yang mana. Ya saya mengundang PSSI yang sah," jelas Imam.
(bbk)