Ducati Janji Singkirkan Pedrosa di Belanda
Kamis, 25 Juni 2015 - 13:41 WIB
Ducati Janji Singkirkan Pedrosa di Belanda
A
A
A
ASSEN - Tim balap Ducati bermaksud kembali ke tangga juara musim ini setelah untuk kali pertama mereka gagal meraih podium musim ini saat melakoni balapan di Spanyol, dua pekan lalu. Pembalap tercepat Ducati di sana, Andrea Iannone, berharap menyumbang podium di Belanda.
Setelah gagal merajut podium di Sirkuit Catalunya, Ducati langsung melakukan evaluasi besar-besaran di tubuh tim. Iannone mengatakan, para insinyur Ducati membandingkan motor Desmosedici GP15 dengan dua motor sebelumnya untuk menyimpulkan faktor kegagalan Ducati di Spanyol. "Seharusnya GP15 bisa mencapai kecepatan maksimal (di Catalunya) karena GP14 dan GP13 adalah jenis motor yang sulit untuk mengelola sesuatu," kata Iannone, dikutip Crash, Kamis (25/6/2015).
Hasil penelitian teknisi Ducati tidak akan diumbar ke publik. Namun setelah hanya finish di tempat keempat, 25 detik di belakang Jorge Lorenzo yang memenangkan balapan di Sirkuit Catalunya, Iannone mengatakan bahwa kondisi motor Ducati Desmosedici GP15 di sirkuit tersebut, lebih buruk dari dua tahun lalu.
Menatap balapan selanjutnya di Sirkuit Assen, Belanda, Iannone mengatakan akan bekerja keras untuk merebut podium. Tugas Iannone tidak mudah mengingat ketatnya persaingan dua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Lorenzo, serta kebangkitan kembali Dani Pedrosa (Repsol Honda) yang sempat absen setelah dibebat cedera lengan.
"Bagi Ducati, lomba akhir pekan nanti adalah saat yang buruk setelah kami gagal memenangkan podium lalu. Tetapi penting bagi kami memenangkan kualifikasi sehingga kami akan menggunakan ban lunak dalam kualifikasi di Assen," kata Iannone. (Baca juga : Pembalap Ducati Cukup Bekal di The Cathedral)
Setelah gagal merajut podium di Sirkuit Catalunya, Ducati langsung melakukan evaluasi besar-besaran di tubuh tim. Iannone mengatakan, para insinyur Ducati membandingkan motor Desmosedici GP15 dengan dua motor sebelumnya untuk menyimpulkan faktor kegagalan Ducati di Spanyol. "Seharusnya GP15 bisa mencapai kecepatan maksimal (di Catalunya) karena GP14 dan GP13 adalah jenis motor yang sulit untuk mengelola sesuatu," kata Iannone, dikutip Crash, Kamis (25/6/2015).
Hasil penelitian teknisi Ducati tidak akan diumbar ke publik. Namun setelah hanya finish di tempat keempat, 25 detik di belakang Jorge Lorenzo yang memenangkan balapan di Sirkuit Catalunya, Iannone mengatakan bahwa kondisi motor Ducati Desmosedici GP15 di sirkuit tersebut, lebih buruk dari dua tahun lalu.
Menatap balapan selanjutnya di Sirkuit Assen, Belanda, Iannone mengatakan akan bekerja keras untuk merebut podium. Tugas Iannone tidak mudah mengingat ketatnya persaingan dua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Lorenzo, serta kebangkitan kembali Dani Pedrosa (Repsol Honda) yang sempat absen setelah dibebat cedera lengan.
"Bagi Ducati, lomba akhir pekan nanti adalah saat yang buruk setelah kami gagal memenangkan podium lalu. Tetapi penting bagi kami memenangkan kualifikasi sehingga kami akan menggunakan ban lunak dalam kualifikasi di Assen," kata Iannone. (Baca juga : Pembalap Ducati Cukup Bekal di The Cathedral)
(bbk)