Kemenangan Rossi Dipermasalahkan Tim Honda
Sabtu, 27 Juni 2015 - 21:35 WIB
Kemenangan Rossi Dipermasalahkan Tim Honda
A
A
A
ASSEN - Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi sukses menjuarai GP Belanda 2015. Setelah melewati 26 lap, Rossi finis di posisi terdepan dengan catatan waktu 40 menit 54.037 detik.
Namun kemenangan Rossi dipermasalahkan oleh tim Repsol Honda. Sebab pembalap kebangsaan Italia itu dianggap memotong jalur demi meraih kemenangan. Karena hal tersebut, tim Repsol Honda berencana membahasnya dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan soal peraturan balap.
"Mereka menyentuh satu sama lain. Setelah itu Valentino berpikir bahwa dia bisa mengambil keuntungan dengan memotong jalur di tikungan terakhir. Akan ada proses pemeriksaan yang melibatkan dua pembalap. Kita akan lihat hasilnya nanti," ucap Livio Suppo yang mewakili tim Honda.
Kejadian bermula saat belapan memasuki lap terakhir dan Rossi berada di depan rider tim Repsol Honda, Marc Marquez. Saat memasuki tikungan terakhir sebelum garis finis, Marquez berusaha untuk menyusul Rossi. Saat itu jarak keduanya sangat dekat dan jika dipaksakan, maka akan berpotensi terjadi kecelakaan.
Untuk menghindari itu, Rossi keluar jalur. Sementara Marquez, posisinya agak bergeser ke sisi kanan lintasan.
Rossi terus melaju meski harus melewati jalanan berpasir. Ia akhirnya finis di posisi terdepan dan Marquez harus puas berada di urutan kedua.
Hal itulah yang dipermasalahkan oleh tim Honda. Mereka menganggap Rossi bersalah dan karena itu kejadian tersebut bakal diusut lebih jauh lagi.
"Saat tikungan terakhir, saya rasa Marc tidak melakukan sesuatu yang begitu agresif. Yang pasti Valentino sangat cerdas. Ya, dia adalah Valentino. Dia bisa mengambil keuntungan dari kesempatan yang sulit. Tapi dalam buku aturan, Anda tidak bisa memotong jalur. Jadi mari kita lihat keputusan nanti," tegas Suppo.
Namun kemenangan Rossi dipermasalahkan oleh tim Repsol Honda. Sebab pembalap kebangsaan Italia itu dianggap memotong jalur demi meraih kemenangan. Karena hal tersebut, tim Repsol Honda berencana membahasnya dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan soal peraturan balap.
"Mereka menyentuh satu sama lain. Setelah itu Valentino berpikir bahwa dia bisa mengambil keuntungan dengan memotong jalur di tikungan terakhir. Akan ada proses pemeriksaan yang melibatkan dua pembalap. Kita akan lihat hasilnya nanti," ucap Livio Suppo yang mewakili tim Honda.
Kejadian bermula saat belapan memasuki lap terakhir dan Rossi berada di depan rider tim Repsol Honda, Marc Marquez. Saat memasuki tikungan terakhir sebelum garis finis, Marquez berusaha untuk menyusul Rossi. Saat itu jarak keduanya sangat dekat dan jika dipaksakan, maka akan berpotensi terjadi kecelakaan.
Untuk menghindari itu, Rossi keluar jalur. Sementara Marquez, posisinya agak bergeser ke sisi kanan lintasan.
Rossi terus melaju meski harus melewati jalanan berpasir. Ia akhirnya finis di posisi terdepan dan Marquez harus puas berada di urutan kedua.
Hal itulah yang dipermasalahkan oleh tim Honda. Mereka menganggap Rossi bersalah dan karena itu kejadian tersebut bakal diusut lebih jauh lagi.
"Saat tikungan terakhir, saya rasa Marc tidak melakukan sesuatu yang begitu agresif. Yang pasti Valentino sangat cerdas. Ya, dia adalah Valentino. Dia bisa mengambil keuntungan dari kesempatan yang sulit. Tapi dalam buku aturan, Anda tidak bisa memotong jalur. Jadi mari kita lihat keputusan nanti," tegas Suppo.
(bep)