Pementasan Terakhir Hewitt di Wimbledon

Rabu, 01 Juli 2015 - 11:15 WIB
Pementasan Terakhir...
Pementasan Terakhir Hewitt di Wimbledon
A A A
Mantan petenis nomor 1 dunia Lleyton Hewitt harus mengakhiri petualangannya di Grand Slam Wimbledon 2015 dengan air mata.

Petenis asal Australia tersebut tersingkir di babak pertama seusai kalah dari Jarkko Nieminen dari Finlandia di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Senin (29/6). Hewitt yang telah menyatakan akan pensiun setelah Australia Terbuka 2016, sebenarnya sangat berharap bisa mendapatkan hasil lebih baik di ajang terakhirnya di Wimbledon.

Meski sudah menyelamatkan tiga match point dan bertarung selama empat jam, petenis berusia 34 tahun ini akhirnya menyerah 6-3, 3-6, 6-4, 0-6, 9-11. Seusai pertandingan, Hewitt pun melambaikan tangan ke arah penonton dan terlihat tak kuasa menahan haru. Dia mengatakan kekalahan yang dialaminya sangat disesalkan.

Kekalahan ini membuatnya gagal bertemu Novak Djokovic di babak selanjutnya. “Pada akhirnya, kekalahan ini jelas mengecewakan. Padahal, saya akan cukup senang jika bisa melawan Novak (Djokovic) di babak berikutnya. Sayang, Jarkko merupakan lawan yang tangguh,” kata Hewitt, dilansir abc.net.

Juara Amerika Serikat Terbuka 2002 ini menjadi petenis dengan partisipasi terbanyak di grand slam ini dengan 17 kali sepanjang kariernya di dunia tenis. Dia sudah bertarung sejak 1999 dan tidak pernah absen di Inggris. Namun, Hewitt yang menjadi salah satu dari enam petenis Australia yang tersingkir di hari pertama tak percaya mengakhiri pertandingannya di Wimbledon dengan kekalahan.

Apalagi, setelah dia mengingat pernah menjadi juara pada 2002. “Saya mencoba dan mengingat sebanyak mungkin di akhir pertandingan itu. Tidak pernah terlintas dalam benak saya ini menjadi yang terakhir kali saya bertarung dan bermain di pertandingan grand slam ini. Jadi, saya berpikir sedikit memiliki perasaan berbeda dengan banyak cara,” tutur Hewitt.

Setelah mencapai final Australia Terbuka pada 2005, performa Hewitt terus menurun dan tak mampu mendapatkan gelar prestisius lainnya. Hal ini karena dia banyak menghabiskan kariernya dengan berjuang mengatasi serangkaian cedera, termasuk memiliki pelat logam yang dimasukkan ke dalam ujung kaki kirinya.

Selain itu, Hewitt juga datang ke Wimbledon dengan modal buruk. Selain berada di peringkat 118 dunia, dia juga memiliki rekor kurang bagus dengan enam kekalahan dari tujuh pertandingan selama 2015. Apalagi, hasil terbaik yang terakhir diciptakan di Wimbledon terjadi pada 2009 ketika mencapai perempat final.

Bahkan, dia belum sekali pun melewati babak kedua di empat edisi terakhir. Jelas, ini menjadi perpisahan yang kurang mengesankan bagi Hewitt yang pernah menjadi raja di Wimbledon.

Raikhul Amar
(ftr)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
1 jam yang lalu
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
1 jam yang lalu
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
1 jam yang lalu
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
2 jam yang lalu
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
7 jam yang lalu
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved