Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19
Senin, 20 Juli 2015 - 20:21 WIB
Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19
A
A
A
KATERINI - Piala Eropa U-19 edisi 2015 berakhir, Minggu (19/7/2015). Spanyol U-19 keluar sebagai juara untuk ke-10 lkalinya seusai mengalahkan Rusia 2-0 di Municipal Stadium of Katerini, Yunani. Dari hasil 15 laga yang diikuti 8 negara, laman resmi UEFA mengeluarkan daftar 10 pemain yang tampil mengesankan di Piala Eropa 2015 tersebut.
Dari 10 pemain yang terpilih, Spanyol U-19 hanya memunculkan dua nama, yakni gelandang Marco Asensio dan Dani Ceballos. Sementara top skor turnamen asal Spanyol, Borja Mayoral tak masuk dalam daftar 10 pemain yang tampil mengesankan.
Ke-10 pemain yang terpilih digadang-gadang sebagai anak ajaib atau wonderkid di sepak bola Eropa. UEFA menyebut Marco Asensio sebagai bocah ajaib yang sukses membawa Spanyol mengukuhkan dominasinya di Piala Eropa U-19 dengan merengkuh gelar ke-10 nya. (Baca juga: Setelah Juara Piala Eropa U-19, Marco Asensio Bidik Tempat Utama di Madrid)
Rusia juga menyumbang dua nama, yaitu gelandang CSKA Moscow Aleksandr Golovin dan striker Zenit St. Petersburg Ramil Sheydaev. Keduanya dinilai berperan signifikan saat membawa Rusia ke final. Berikut 10 pemain yang tampil mengesankan pilihan UEFA.
Marco Asensio (Spanyol)
Dari posisi melebar, kecepatan dan keterampilan terlihat jelas di laga pembuka Grup B saat Spanyol menggebuk juara bertahan Jerman 3-0. Saat melawan Belanda, umpan silangnya membuat Damon Mirani bunuh diri sehingga Spanyol menuai hasil imbang 1-1. Dia benar-benar bersinar di semifinal melawan Prancis, memborong gol untuk kemenangan 2-0. Asensio tenang dalam finishing dan dia juga sukses membuat dua assist saat menang 2-0 melawan Rusia di final.
Dani Ceballos (Spanyol)
![Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19]()
Dalam perannya sebagai playmaker, dia menjadi jantung permainan Spanyol. Dia bertugas menyeimbangkan menyerang dan bertahan. Dia menekan lawan dengan bola dan mendukung pemain depan dengan memulai serangan. Aset utamanya adalah semangat dan kerja kerasnya. Tidak ada yang lebih dari itu saat Spanyol bermain 1-1 melawan Belanda yang membawa Spanyol ke semifinal.
Max Christiansen (Jerman)
![Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19]()
Kehadirannya substansial, berkat kekuatan fisik dan tekad. Dia membuat bola lebih sering di tengah lapangan. Tidak dituunkan saat Jerman kalah 0-3 pada laga pembuka melawan Spanyol. Gelandang FC Ingolstadt 04 (Bundesliga) itu punya kekuatan dan stabilitas.
Joel Drommel (Belanda)
![Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19]()
Kiper Jong FC Twente Enschede itu dites pada laga pertama, ketika berulang kali mementahkan upaya Rusia mencetak gol, dan membantu Belanda menang 1-0. Sempat membuat frustrasi duo Jerman Timo Werner dan Luca Waldschmidt pada matchday kedua, tapi kebobolan oleh Gianluca Rizzo. Meski sempat tak berdaya mencegah gol bunuh diri Damon Mirani melawan Spanyol, namun Drommel merupakan kiper proaktif, punya refleks yang sangat baik dan berpikir cepat untuk berdiri saat menyusun pertahanan.
Aleksandr Golovin (Rusia)
![Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19]()
Menjadi arsitek gol pembuka dalam kemenangan melawan Yunani yang menjamin tempat pertama di Grup A lewat tendangan bebas yang menjadi ciri khasnya. Dia tampil 25 laga di Ligue 2 untuk Auxerre di musim 2014/15 dan yang membawa pengalaman seniornya itu fokus dan penampilan yang energik.
Ramil Sheydaev (Rusia)
Striker Zenit itu datang ke final setelah mencetak sepuluh gol di babak kualifikasi. Dia mencetak gol saat melawan Spanyol di matchday kedua sebelum penalti di semifinal melawan Yunani memberinya rekor baru untuk total gol Piala Eropa U-19.
Olexandr Zinchenko (Ukraina)
![Ini 10 Wonderkids Yang Tampil Impresif di Piala Eropa U-19]()
Zinchenko adalah pemain yang selalu ingin meraih bola, dan memiliki kecerdasan untuk menemukan ruang di lapangan di mana dia bisa menerimanya. Gerakan tak terduga dan sentuhan halus dikombinasikan dengan berpikir cepat membuat gelandang FC Ufa menjadi tantangan bagi lawan untuk menjaga dari bahaya yang dia ciptakan.
Dari 10 pemain yang terpilih, Spanyol U-19 hanya memunculkan dua nama, yakni gelandang Marco Asensio dan Dani Ceballos. Sementara top skor turnamen asal Spanyol, Borja Mayoral tak masuk dalam daftar 10 pemain yang tampil mengesankan.
Ke-10 pemain yang terpilih digadang-gadang sebagai anak ajaib atau wonderkid di sepak bola Eropa. UEFA menyebut Marco Asensio sebagai bocah ajaib yang sukses membawa Spanyol mengukuhkan dominasinya di Piala Eropa U-19 dengan merengkuh gelar ke-10 nya. (Baca juga: Setelah Juara Piala Eropa U-19, Marco Asensio Bidik Tempat Utama di Madrid)
Rusia juga menyumbang dua nama, yaitu gelandang CSKA Moscow Aleksandr Golovin dan striker Zenit St. Petersburg Ramil Sheydaev. Keduanya dinilai berperan signifikan saat membawa Rusia ke final. Berikut 10 pemain yang tampil mengesankan pilihan UEFA.
Marco Asensio (Spanyol)
Dari posisi melebar, kecepatan dan keterampilan terlihat jelas di laga pembuka Grup B saat Spanyol menggebuk juara bertahan Jerman 3-0. Saat melawan Belanda, umpan silangnya membuat Damon Mirani bunuh diri sehingga Spanyol menuai hasil imbang 1-1. Dia benar-benar bersinar di semifinal melawan Prancis, memborong gol untuk kemenangan 2-0. Asensio tenang dalam finishing dan dia juga sukses membuat dua assist saat menang 2-0 melawan Rusia di final.
Dani Ceballos (Spanyol)

Dalam perannya sebagai playmaker, dia menjadi jantung permainan Spanyol. Dia bertugas menyeimbangkan menyerang dan bertahan. Dia menekan lawan dengan bola dan mendukung pemain depan dengan memulai serangan. Aset utamanya adalah semangat dan kerja kerasnya. Tidak ada yang lebih dari itu saat Spanyol bermain 1-1 melawan Belanda yang membawa Spanyol ke semifinal.
Max Christiansen (Jerman)
.jpg)
Kehadirannya substansial, berkat kekuatan fisik dan tekad. Dia membuat bola lebih sering di tengah lapangan. Tidak dituunkan saat Jerman kalah 0-3 pada laga pembuka melawan Spanyol. Gelandang FC Ingolstadt 04 (Bundesliga) itu punya kekuatan dan stabilitas.
Joel Drommel (Belanda)

Kiper Jong FC Twente Enschede itu dites pada laga pertama, ketika berulang kali mementahkan upaya Rusia mencetak gol, dan membantu Belanda menang 1-0. Sempat membuat frustrasi duo Jerman Timo Werner dan Luca Waldschmidt pada matchday kedua, tapi kebobolan oleh Gianluca Rizzo. Meski sempat tak berdaya mencegah gol bunuh diri Damon Mirani melawan Spanyol, namun Drommel merupakan kiper proaktif, punya refleks yang sangat baik dan berpikir cepat untuk berdiri saat menyusun pertahanan.
Aleksandr Golovin (Rusia)
.jpg)
Menjadi arsitek gol pembuka dalam kemenangan melawan Yunani yang menjamin tempat pertama di Grup A lewat tendangan bebas yang menjadi ciri khasnya. Dia tampil 25 laga di Ligue 2 untuk Auxerre di musim 2014/15 dan yang membawa pengalaman seniornya itu fokus dan penampilan yang energik.
Ramil Sheydaev (Rusia)
Striker Zenit itu datang ke final setelah mencetak sepuluh gol di babak kualifikasi. Dia mencetak gol saat melawan Spanyol di matchday kedua sebelum penalti di semifinal melawan Yunani memberinya rekor baru untuk total gol Piala Eropa U-19.
Olexandr Zinchenko (Ukraina)

Zinchenko adalah pemain yang selalu ingin meraih bola, dan memiliki kecerdasan untuk menemukan ruang di lapangan di mana dia bisa menerimanya. Gerakan tak terduga dan sentuhan halus dikombinasikan dengan berpikir cepat membuat gelandang FC Ufa menjadi tantangan bagi lawan untuk menjaga dari bahaya yang dia ciptakan.
()