Dibui di Singapura, Nasiruddin Menyesal dan Cemaskan Sekolah Anaknya
Selasa, 21 Juli 2015 - 17:13 WIB
Dibui di Singapura, Nasiruddin Menyesal dan Cemaskan Sekolah Anaknya
A
A
A
SINGAPURA - Warga negara Indonesia Nasiruddin dijatuhi hukuman penjara 30 bulan oleh Pengadilan Negeri Singapura. Mantan wasit nasional itu didakwa terlibat pengaturan skor di cabang sepak bola SEA Games XXVIII 2015 yang digelar di Singapura 5-16 Juni.
Nasiruddin, 52 tahun, dinyatakan telah berperan aktif melakukan penyuapan Direktur Teknik Asosiasi Sepak Bola Timor Leste Orlando Marques Henriques Mendes senilai USD15.000 (sekitar Rp201 juta) dengan tujuan agar timnas Timor Leste menyerah dari Malaysia pada laga penyisihan grup. Timor Leste akhirnya kalah 0-1 pada laga penentuan itu, dan Malaysia lolos ke semifinal.
Kasus itu mendapat sorotan Biro Penyelidikan Tindak Korupsi Singapura (CPIB). Mereka lalu memburu para pelaku dan akhirnya tertangkap tangan di Singapura saat akan menyerahkan uang di Orchid Country Club, Singapura, 28 Mei lalu. (Baca juga: Terkait Pengaturan Skor SEA Games 2015, Mafia Bola Asal Indonesia Ditangkap)
Setelah menjalani sejumlah persidangan, pada Selasa (21/7/2015), Pengadilan Negeri Singapura memvonis Nasiruddin kurungan 30 bulan. Hakim yang menyidangkan kasus tersebut, Salina Ishak, mencatat bahwa terdakwa sengaja memasuki Singapura semata-mata untuk melakukan kejahatan serius.
Yang memberatkan hukuman Nasiruddin adalah pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja, direncanakan, dan terorganisasi dengan baik. Nasiruddin dinilai memainkan peran penting dalam sebuah upaya kriminal.
Wakil Jaksa Penuntut Umum Navin Naidu mengatakan kepada pengadilan bahwa terdakwa dan tiga co-konspiratornya telah merusak reputasi Singapura dan melukai aspirasi Singapura untuk menjadi negeri pusat olahraga. Mereka mendesak pengadilan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih tinggi.
Navin juga mencatat faktor yang memberatkan lainnya, termasuk berusaha mengatur pertandingan di sebuah acara olahraga tingkat tinggi yang melibatkan pemain muda dari negara sedang berkembang. Nasiruddin juga memainkan peran kunci dalam konspirasi, dan proaktif dalam membawa tiga co-konspirator. (Baca juga: Ini Sosok Nasiruddin, Mantan Wasit Indonesia yang Jadi Mafia Bola)
Berdasarkan laporan persidangan, Nasiruddin mengatakan kepada pengadilan bahwa dia sangat menyesal, dan berharap hukuman ringan karena dia merupakan tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah. Nasiruddin menambahkan, dia ingin kembali ke Indonesia untuk mensuport anaknya yang masih sekolah.
Nasiruddin, 52 tahun, dinyatakan telah berperan aktif melakukan penyuapan Direktur Teknik Asosiasi Sepak Bola Timor Leste Orlando Marques Henriques Mendes senilai USD15.000 (sekitar Rp201 juta) dengan tujuan agar timnas Timor Leste menyerah dari Malaysia pada laga penyisihan grup. Timor Leste akhirnya kalah 0-1 pada laga penentuan itu, dan Malaysia lolos ke semifinal.
Kasus itu mendapat sorotan Biro Penyelidikan Tindak Korupsi Singapura (CPIB). Mereka lalu memburu para pelaku dan akhirnya tertangkap tangan di Singapura saat akan menyerahkan uang di Orchid Country Club, Singapura, 28 Mei lalu. (Baca juga: Terkait Pengaturan Skor SEA Games 2015, Mafia Bola Asal Indonesia Ditangkap)
Setelah menjalani sejumlah persidangan, pada Selasa (21/7/2015), Pengadilan Negeri Singapura memvonis Nasiruddin kurungan 30 bulan. Hakim yang menyidangkan kasus tersebut, Salina Ishak, mencatat bahwa terdakwa sengaja memasuki Singapura semata-mata untuk melakukan kejahatan serius.
Yang memberatkan hukuman Nasiruddin adalah pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja, direncanakan, dan terorganisasi dengan baik. Nasiruddin dinilai memainkan peran penting dalam sebuah upaya kriminal.
Wakil Jaksa Penuntut Umum Navin Naidu mengatakan kepada pengadilan bahwa terdakwa dan tiga co-konspiratornya telah merusak reputasi Singapura dan melukai aspirasi Singapura untuk menjadi negeri pusat olahraga. Mereka mendesak pengadilan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih tinggi.
Navin juga mencatat faktor yang memberatkan lainnya, termasuk berusaha mengatur pertandingan di sebuah acara olahraga tingkat tinggi yang melibatkan pemain muda dari negara sedang berkembang. Nasiruddin juga memainkan peran kunci dalam konspirasi, dan proaktif dalam membawa tiga co-konspirator. (Baca juga: Ini Sosok Nasiruddin, Mantan Wasit Indonesia yang Jadi Mafia Bola)
Berdasarkan laporan persidangan, Nasiruddin mengatakan kepada pengadilan bahwa dia sangat menyesal, dan berharap hukuman ringan karena dia merupakan tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah. Nasiruddin menambahkan, dia ingin kembali ke Indonesia untuk mensuport anaknya yang masih sekolah.
(sha)