Dorna Tunggu Proposal Pembangunan Sirkuit Sentul

Minggu, 26 Juli 2015 - 13:01 WIB
Dorna Tunggu Proposal...
Dorna Tunggu Proposal Pembangunan Sirkuit Sentul
A A A
JAKARTA - Indonesia sudah sejak lama dianggap mempunyai pangsa pasar yang besar untuk menggelar balapan MotoGP pada 2017 mendatang. Fanatisme masyarakat Tanah Air terhadap gelaran kuda besi tak diragukan lagi, tapi persoalannya sekarang apakah pemerintah mampu mengebut perbaikan Sirkuit Sentul yang dianggap CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, masih memiliki sejumlah kekurangan.

Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang ingin meramaikan pentas MotoGP 2017, karena ada beberapa negara yang berebut masuk dalam kalender di tahun tersebut. Adalah Brazil, Thailand dan India. Namun seperti yang pernah dikatakan Kepala Bidang OLahraga Roda Dua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat, Sony Muhammad Heryadi sebelumnya bahwa jika Indonesia ingin mendapat izin resmi masuk kalender MotoGP 2017 di Sentul, maka harus ada perombakan total dari sirkuit yang pernah dipakai juga menjadi salah satu seri di musim MotoGP 1997. (Baca juga: Sentul Ingin Gelar MotoGP Ini Syaratnya)

Menurutnya, cukup berat jika Sirkuit Sentul harus menjadi venue balapan motor kelas dunia. Menurutnya, Sentul berada di grade 3 penilaian Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Untuk bisa menggelar MotoGP sirkuit ini harus naik tingkat ke grade 1. "Sentul sekarang hanya bisa digunakan untuk kejuaraan kelas 250cc racing dan kelas 600cc standar. Jika tidak ada pembenahan total akan sulit, terlebih sekarang saja safety FIM belum memadai,"ujar Sony.

Saat ini Indonesia telah membuka pembicaraan dengan sejumlah desainer ternama, seperti Hermann Tilke dan Jarno Zafarelli. Mungkin itu salah satu keseriusan pemerintah dalam merealisasikan mimpi pecinta balap kuda besi melihat jagoan mereka mengaspal di Tanah Air.

Namun demikian, Ezpeleta belum bisa mengonfirmasi keikutsertaan Indonesia dalam kalender MotoGP 2017 mendatang. Pasalnya, bos Dorna tersebut harus melihat proposal yang diajukan pemerintah Indonesia.

"Kami akan melihat proposal yang diajukan pemerintah Indonesia terkait tata letak, infrastruktur, dan biaya. Jika kami menerima proposal tersebut, maka pembangunan bisa dimulai pada akhir 2015 dan pengerjaannya akan terus berlanjut sampai 2016 mendatang," ungkap Ezpeleta, dalam wawancara singkatnya dengan Speedweek, Minggu (26/7/2015).
(akr)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
14 menit yang lalu
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
29 menit yang lalu
Kontroversi Kartu Merah...
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Seret Nama Lionel Messi
5 jam yang lalu
Jadwal Formula 1 British...
Jadwal Formula 1 British Grand Prix 2026 di VISION+, Siap-Siap Nonton Duel Panas di Silverstone
6 jam yang lalu
Para Legenda Bola Kecam...
Para Legenda Bola Kecam Penalti Belgia di Piala Dunia 2026: Senegal Dirampok Wasit
9 jam yang lalu
Kartu Merah Kontroversial...
Kartu Merah Kontroversial Warnai Langkah Amerika Serikat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
11 jam yang lalu
Infografis
2025, Anggaran untuk...
2025, Anggaran untuk Pembangunan IKN Hanya Rp143 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved