7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Senin, 03 Agustus 2015 - 11:44 WIB
7 Legenda Raksasa dalam...
7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA
A A A
HOUSTON - Postur tubuh raksasa sangat menguntungan dalam olah raga basket mengingat pertandingan mengharuskan pemain melompat untuk merebut bola di udara. Dalam sejarah NBA, ada banyak pemain dengan tinggi badan menjulang bak raksasa.

Sejak eksis sebagai turnamen yang kompetitif di tahun 1949, NBA telah melahirkan sejumlah 'raksasa' yang menaungi tim basket. Mereka disebut raksasa karena memiliki tinggi badan melebihi manusia kebanyakan, yakni tujuh kaki lebih.

Musim 2015 kita mengenal Anthony Davis, pemain New Orleans Pelicans yang belum genap 23 tahun itu piawai melakukan rebound karena memiliki tinggi badan 2,1 meter. Namun jauh sebelum era Anthony saat ini, terdapat raksasa-raksasa NBA lain yang mengundang decak kagum. (Baca juga : 10 Perubahan Terbesar dalam Sejarah NBA)

Berikut ini tujuh pemain NBA yang pernah eksis dan menjadi ikon bagi klub yang dibelanya.

1. Gheorghe Muresan (2,31 meter)
7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Memiliki tinggi badan lebih dari tujuh kaki membuat Muresan menjadi salah satu pebasket NBA tertinggi pada zamannya. Pebasket kelahiran Rumania membela Washington Bullets di tahun 1993-1995 dan meraih gelar NBA Most Improved Player (1996).

Saat membela Maryland Nighthawks pada musim 2005–2006, Muresan menjadi pemain tertinggi dalam sejarah line-up tim basket Maryland itu.

2. Manute Bol (2,30 meter)

7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Bol merupakan pebasket Amerika Serikat berdarah Sudan. Terdaftar sebagai pemain dengan postur 7 kaki 7 inci (2,30 m), dia menjadi pemain kedua tertinggi (setelah Gheorghe Muresan) dalam sejarah NBA.

Bol membela Washington Bullets pada 1985-1989 dan terpilih sebagai pebasket paling banyak melakukan block selama empat tahun berturut-turut. Gelar NBA blocks leader disematkan pada pemain berjuluk 'benteng kokoh' pada awal tahun 1990an.

3. Yao Ming (2,29 meter)

7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Yao Ming menjadi segelintir pebasket asal China yang mampu beradaptasi di klub basket NBA. Berbeda dengan postur tubuh orang asia yang mungil, Ming justru memiliki tinggi badan 2,29 meter dan tercatat sebagai salah satu pemain tertinggi Houston Rockets.

Ming terpilih sebagai starting line up Rockets dalam delapan musim beruntun, dia juga ditunjuk sebagai skuat NBA All Stars dalam lima tahun secara berturut-turut.

4. Chuck Nevitt (2,26 meter)
7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Pebasket kelahiran Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu pemain tertinggi di NBA dengan tinggi badan 2,26 meter. Dia selalu ditempatka pada posisi center dalam sembilan musim beruntun di tiga tim berbeda.

Selama karirnya,Nevitt bermain dengan Houston Rockets, Los Angeles Lakers, Detroit Pistons, Chicago Bulls, sebelum akhirnya pindah ke liga basket Italia, bersama Libertas Forli.

5. Pavel Podkolzin (2,26 meter)
7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Podkolzin melakukan debut dengan Lokomotiv Novosibirsk, di divisi dua, Liga basket Rusia sebelum akhirnya bergabung bersama Dallas Mavericks pada 2004.

Dikenal sebagai salah satu atlet tertinggi Russia, (2,26 meter), Podkolzin selalu berhasil masuk dalam line up tim nasional basket Russia sejak 2001 hingga 2011.

6. Mark Eaton (2,24 meter)
7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Eaton memang bukan yang tertinggi diantara para raksasa NBA. Namun posturnya yang mencapai 2,24 meter membuat orang-orang menyematkannya predikat 'Eaton Si Pencakar Langit'.

Eaton merupakan pebasket Utah Jazz yang disebut-sebut sebagai pemain center terbaik dalam sejarah NBA. Pasalnya, Eaton memegang rekor NBA untuk dengan mendominasi blok di musim 1989 dengan 456 blok dalam satu musim. Rata-rata dia membuat 3,50 blok per pertaningan.

7. Ralph Lee Sampson (2,24 meter)
7 Legenda Raksasa dalam Sejarah NBA

Di tahun 1983, Lee Sampson menjadi fenomena NBA karena pebasket jangkung itu sukses meraih Rookie of the Year. Dia membuat 20,7 poin dan 10,9 rebound untuk musim pertamanya membela Houston Rockets.

Lantaran dibekap cedera lutut, Lee Sampson memutuskan pensiun sebagai pemain pada 1995. Empat tahun setelahnya, dia menjadi pelatih Richmond Rhythm (1999-2000).
(bbk)
Berita Terkait
Keseruan NBA Cares di...
Keseruan NBA Cares di Jakarta, Grant Williams dan Marques Bolden Latih Siswa SDN Rawa Barat 05
Program Basketball for...
Program Basketball for Good Sasar 100 Sekolah Dasar, Dorong Gaya Hidup Sehat Siswa
Tekuk Clippers, Phoenix...
Tekuk Clippers, Phoenix Suns Juara Wilayah Barat
Giannis Antetokounmpo...
Giannis Antetokounmpo Bawa Bucks Menang di Markas Pacers
Menang dari Thunder,...
Menang dari Thunder, Curry Jaga Rekor Tak Terkalahkan Warriors
Damian Lillard Bawa...
Damian Lillard Bawa Blazers Taklukkan Lakers
Berita Terkini
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
5 jam yang lalu
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
7 jam yang lalu
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
7 jam yang lalu
Timnas Spanyol Harus...
Timnas Spanyol Harus Lihat! Botol Minum Pickford Bikin Messi dan Pemain Argentina Geleng-geleng Kepala
9 jam yang lalu
PB POBSI Tegaskan Penguatan...
PB POBSI Tegaskan Penguatan Organisasi Daerah Kunci Prestasi Biliar Nasional Menuju PON 2028
9 jam yang lalu
Link Nonton F1 Belgian...
Link Nonton F1 Belgian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
10 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved