Persekap Buyarkan Kemenangan PSS Sleman di Menit Akhir
Minggu, 23 Agustus 2015 - 06:12 WIB
Persekap Buyarkan Kemenangan PSS Sleman di Menit Akhir
A
A
A
MADIUN - Misi Persekap Pasuruan untuk menempel pemimpin klasemen Grup D, Persepam Madura Utama, gagal terwujud. Setelah dua laga selalu meraih angka absolut, Persekap ditahan PSS Sleman, 1-1, Sabtu (22/8) malam di Stadion Wilis, Madiun.
Persekap malah beruntung mendapatkan satu angka berkat gol telat Mariono di menit 89', setelah tertinggal sejak awal babak kedua lewat gol Dicky Prayoga. Dengan hasil ini, Persekap tetap menempati posisi runner-up Grup D dengan koleksi 7 poin, sedangkan PSS di bawahnya dengan 4 poin. Keduanya masih berpeluang mendongkel Persepam di puncak klasemen jika memenangi dua laga sisa.
Duel Persekap kontra PSS malam itu berlangsung sengit dan relatif berimbang. Bobot permainan kedua klub berada di level sama dan kesulitan menunjukkan produktivitas di babak pertama. Terjadi saling balas serangan walau tidak sampai memberikan ancaman serius.
Setelah memungkasi babak pertama dengan skor kacamata, PSS kelihatannya bakal tersenyum di akhir laga setelah Dicky Prayoga membuka kran gol timnya. Babak kedua PSS sedikit di atas performa Persekap, baik dari peluang maupun intensitas serangan.
Tapi senyum PSS sirna di menit-menit kritis, karena Elang Jawa lengah dan kecolongan gol Persekap melalui Mariono. PSS layak menyesali gol penyeimbang tersebut karena mereka membutuhkan poin penuh untuk menjaga peluang di posisi runner up.
Kedua kubu sama-sama kurang puas dengan hasil ini. Sebab sebelumnya mereka mengumbar optimisme mendulang angka mutlak. Pelatih Persekap Assyari Cahyani mengakui timnya berada di bawah form terbaik, selain faktor lawan yang juga tangguh.
"Saya sudah mengira pertandingan akan sulit karena PSS salah satu tim kuat. Di sisi lain saya kurang puas karena tim gagal melanjutkan kemenangan, tapi sekaligus bersyukur tidak sampai kalah dan bisa cetak gol di menit akhir," jelas Assyari.
Walau kesenjangan dengan pemimpin klasemen sementara Persepam kini menjadi dua angka, dia tetap optimistis bisa lolos ke babak berikutnya. Salah satu kuncinya adalah laga selanjutnya yang kebetulan bakal bertemu dengan Persepam.
Pelatih PSS Sleman Didik Listyantara mengatakan, timnya membayar mahal kendurnya fokus di akhir laga. "Seharusnya kami bisa menang andaikata tetap konsentrasi di menit akhir. Sayang, kami kehilangan dua angka padahal sempat unggul," ujar Didik.
Persekap malah beruntung mendapatkan satu angka berkat gol telat Mariono di menit 89', setelah tertinggal sejak awal babak kedua lewat gol Dicky Prayoga. Dengan hasil ini, Persekap tetap menempati posisi runner-up Grup D dengan koleksi 7 poin, sedangkan PSS di bawahnya dengan 4 poin. Keduanya masih berpeluang mendongkel Persepam di puncak klasemen jika memenangi dua laga sisa.
Duel Persekap kontra PSS malam itu berlangsung sengit dan relatif berimbang. Bobot permainan kedua klub berada di level sama dan kesulitan menunjukkan produktivitas di babak pertama. Terjadi saling balas serangan walau tidak sampai memberikan ancaman serius.
Setelah memungkasi babak pertama dengan skor kacamata, PSS kelihatannya bakal tersenyum di akhir laga setelah Dicky Prayoga membuka kran gol timnya. Babak kedua PSS sedikit di atas performa Persekap, baik dari peluang maupun intensitas serangan.
Tapi senyum PSS sirna di menit-menit kritis, karena Elang Jawa lengah dan kecolongan gol Persekap melalui Mariono. PSS layak menyesali gol penyeimbang tersebut karena mereka membutuhkan poin penuh untuk menjaga peluang di posisi runner up.
Kedua kubu sama-sama kurang puas dengan hasil ini. Sebab sebelumnya mereka mengumbar optimisme mendulang angka mutlak. Pelatih Persekap Assyari Cahyani mengakui timnya berada di bawah form terbaik, selain faktor lawan yang juga tangguh.
"Saya sudah mengira pertandingan akan sulit karena PSS salah satu tim kuat. Di sisi lain saya kurang puas karena tim gagal melanjutkan kemenangan, tapi sekaligus bersyukur tidak sampai kalah dan bisa cetak gol di menit akhir," jelas Assyari.
Walau kesenjangan dengan pemimpin klasemen sementara Persepam kini menjadi dua angka, dia tetap optimistis bisa lolos ke babak berikutnya. Salah satu kuncinya adalah laga selanjutnya yang kebetulan bakal bertemu dengan Persepam.
Pelatih PSS Sleman Didik Listyantara mengatakan, timnya membayar mahal kendurnya fokus di akhir laga. "Seharusnya kami bisa menang andaikata tetap konsentrasi di menit akhir. Sayang, kami kehilangan dua angka padahal sempat unggul," ujar Didik.
(aww)