Pertama Kali Sejak 76 Tahun Silam, Juventus, Milan, dan Napoli Keok di Laga Pembuka Serie A
Senin, 24 Agustus 2015 - 15:54 WIB
Pertama Kali Sejak 76 Tahun Silam, Juventus, Milan, dan Napoli Keok di Laga Pembuka Serie A
A
A
A
MILAN - Sejumlah kejutan terjadi di laga pembuka Seri A musim 2015/2016, yang tuntas digelar Minggu (23/8/2015). Tiga tim papan atas, AC Milan, Napoli, dan juara bertahan Juventus gagal meraup poin penuh setelah dikalahkan lawan masing-masing. Catatan itu mengulang sejarah 76 tahun silam saat tiga tim tersebut kalah di laga pembuka Serie A musim 1939/1940.
Juventus menyerah 0-1 dari Udinese di Juventus Stadium, lewat gol tunggal Cyril Thereau menit ke-78. Sedangkan Milan dipermalukan Fiorentina 2-0 (Marcos Alonso 38, Josip Ilicic 56pen), dan Napoli ditekuk Sassuolo 2-1. Gol cepat Marek Hamsik (3) dibalas Antonio Floro Flores (32) dan Nicola Sansone (83).
Pengamat sepak bola Italia Susy Campanale yang menulis untuk football-italia.net, menyebutkan, Kekalahan Juventus, Milan dan Napoli di laga pembuka mengulang Serie A musim 1939/1940. Pada laga pembuka yang digelar 17 September 1939, Juventus dikalahkan Inter Milan 0-4 di Giuseppe Meazza, lalu Milan menyerah 1-2 di kandang Torino, dan Napoli keok 0-1 di markas Bari. Pada musim itu, Inter menjadi juara. Berikut fakta lain di laga pembuka Seri A 2015/2016
> Sebelum Juventus dikalahkan Udinese,Minggu (23/8/2015), juara bertahan tidak pernah memulai Seri A dengan kekalahan sejak Sampdoria kalah 2-3 di Cagliari pada tahun 1991. Pasca-Samdporia kalah, tim juara bertahan Seri A memetik 13 kemenangan dan sembilan kali seri. Sementara Udinese sudah enam kali bertemu juara bertahan pada Giornata (pekan) pertama.
> Sebelum dikalahkan Udinese, Juve tidak pernah kalah di laga pembuka Serie A di Turin, setelah 33 kemenangan dan tujuh kali seri, belum pernah gagal mencetak gol. Juventus bahkan tidak pernah kebobolan di pekan pertama sejak menang 4-1 atas Parma pada tahun 2011.
> Juventus meninggalkan puncak klasemen Serie A setelah 64 pekan berturut-turut. itu pertama kali sejak mereka memuncaki kalsmen di pekan 12 musim 2013/2014.
> Juventus tak terkalahkan di Stadion Juventus di ajang Seri A sejak Sampdoria menang 2-1 pada 6 Januari 2013. Sejauh ini, Udinese merupakan tim ketiga setelah Inter dan Sampdoria yang mampu mengalahkan Juventus di kandang.
> Untuk pertama kalinya dalam 42 penampilannya di Serie A, Udinese telah memenangkan laga pembuka selama dua tahun berturut-turut. Cyril Thereau telah menempatkan tiga gol terakhir atas kiper juventus Gigi Buffon. dan Pelatih Udinese Stefano Colantuono merayakan laga ke-200 Serie A sebagai pelatih dengan torehan terbaik mungkin. Rekornya melawan Juventus kini 2 kemenangan dan 9 kalah.
> Pelatih Fiorentina Paulo Sousa, Roberto Stellone (Frosinone) dan Fabrizio Castori (Carpi) membuat debut Serie A sebagai pelatih. Dari 20 kontestan Serie A 2015/2016, hanya tiga klub memiliki pelatih asing: Milan, Fiorentina, dan Roma.
> Napoli tidak pernah kalah di laga pembuka Seria A sejak menyerah 1-2 di Palermo pada tahun 2009, memenangkan lima laga pembuka berikutnya secra beruntun. Marek Hamsik kini menjadi top skor bulan Agustus di abad ke-21, mencetak sembilan gol, unggul atas David Trezeguet dan Antonio Di Natale yang mengemas delapan gol.
Juventus menyerah 0-1 dari Udinese di Juventus Stadium, lewat gol tunggal Cyril Thereau menit ke-78. Sedangkan Milan dipermalukan Fiorentina 2-0 (Marcos Alonso 38, Josip Ilicic 56pen), dan Napoli ditekuk Sassuolo 2-1. Gol cepat Marek Hamsik (3) dibalas Antonio Floro Flores (32) dan Nicola Sansone (83).
Pengamat sepak bola Italia Susy Campanale yang menulis untuk football-italia.net, menyebutkan, Kekalahan Juventus, Milan dan Napoli di laga pembuka mengulang Serie A musim 1939/1940. Pada laga pembuka yang digelar 17 September 1939, Juventus dikalahkan Inter Milan 0-4 di Giuseppe Meazza, lalu Milan menyerah 1-2 di kandang Torino, dan Napoli keok 0-1 di markas Bari. Pada musim itu, Inter menjadi juara. Berikut fakta lain di laga pembuka Seri A 2015/2016
> Sebelum Juventus dikalahkan Udinese,Minggu (23/8/2015), juara bertahan tidak pernah memulai Seri A dengan kekalahan sejak Sampdoria kalah 2-3 di Cagliari pada tahun 1991. Pasca-Samdporia kalah, tim juara bertahan Seri A memetik 13 kemenangan dan sembilan kali seri. Sementara Udinese sudah enam kali bertemu juara bertahan pada Giornata (pekan) pertama.
> Sebelum dikalahkan Udinese, Juve tidak pernah kalah di laga pembuka Serie A di Turin, setelah 33 kemenangan dan tujuh kali seri, belum pernah gagal mencetak gol. Juventus bahkan tidak pernah kebobolan di pekan pertama sejak menang 4-1 atas Parma pada tahun 2011.
> Juventus meninggalkan puncak klasemen Serie A setelah 64 pekan berturut-turut. itu pertama kali sejak mereka memuncaki kalsmen di pekan 12 musim 2013/2014.
> Juventus tak terkalahkan di Stadion Juventus di ajang Seri A sejak Sampdoria menang 2-1 pada 6 Januari 2013. Sejauh ini, Udinese merupakan tim ketiga setelah Inter dan Sampdoria yang mampu mengalahkan Juventus di kandang.
> Untuk pertama kalinya dalam 42 penampilannya di Serie A, Udinese telah memenangkan laga pembuka selama dua tahun berturut-turut. Cyril Thereau telah menempatkan tiga gol terakhir atas kiper juventus Gigi Buffon. dan Pelatih Udinese Stefano Colantuono merayakan laga ke-200 Serie A sebagai pelatih dengan torehan terbaik mungkin. Rekornya melawan Juventus kini 2 kemenangan dan 9 kalah.
> Pelatih Fiorentina Paulo Sousa, Roberto Stellone (Frosinone) dan Fabrizio Castori (Carpi) membuat debut Serie A sebagai pelatih. Dari 20 kontestan Serie A 2015/2016, hanya tiga klub memiliki pelatih asing: Milan, Fiorentina, dan Roma.
> Napoli tidak pernah kalah di laga pembuka Seria A sejak menyerah 1-2 di Palermo pada tahun 2009, memenangkan lima laga pembuka berikutnya secra beruntun. Marek Hamsik kini menjadi top skor bulan Agustus di abad ke-21, mencetak sembilan gol, unggul atas David Trezeguet dan Antonio Di Natale yang mengemas delapan gol.
(sha)