Bicara Statistik, Lorenzo Bikin Keok Rossi di Silverstone
Senin, 24 Agustus 2015 - 18:25 WIB
Bicara Statistik, Lorenzo Bikin Keok Rossi di Silverstone
A
A
A
JAKARTA - Semua mata pecinta MotoGP bakal tertuju pada pembalap Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini. Api rivalitas keduanya yang kian memanas di lintasan membuat seri balap ke-12 nanti jadi tontonan yang layak ditunggu.
Kemenangan Lorenzo di Sirkuit Masaryk, Brno, Republik Ceko, membuatnya merebut tampuk kepemimpinan klasemen pembalap sementara. Poin pembalap Spanyol itu kini jadi 211, menyamai torehan Rossi yang akhirnya menggusur posisi rekannya yang telah bertahan sejak awal musim.
Persaingan keduanya pun seolah flashback ke awal musim. Sayangnya, Grand Prix Inggris yang akan bergulir pada Minggu (30/8/2015) nanti, sedikit lebih berpihak pada Lorenzo.
Bukan tanpa alasan Lorenzo punya peluang lebih besar di Silverstone. Sejak sirkuit sepanjang 5,9 km itu digunakan 2010 lalu, ia sudah tiga kali menang. Bahkan kemenangan pada 2010 lalu mengantar jadi juara dunia pertama kali.
Di banding dengan pembalap lain, Lorenzo juga tercatat sebagai pengoleksi kemenangan terbanyak di Silverstone. Hanya Casey Stoner dan Marc Marquez yang berhasil mengganggunya juara pada 2011 dan 2014 lalu.
Bagaimana dengan Rossi? Inggris sebenarnya tempat yang bersahabat bagi The Doctor. Total tujuh kali ia merasakan kemenangan di Britania Raya (5 kali kelas 500cc/MotoGP serta sekali kelas 125 dan 250cc).
Namun, itu terjadi hampir satu dekade yang lalu. Terakhir, Rossi berjaya di Inggris pada musim 2005, ketika MotoGP masih digelar di Sirkuit Donington. Prestasi terbaiknya hanya jadi runner up, bahkan ia juga sempat absen akibat cedera.
Di Silverstone sendiri, Rossi juga kerap bermasalah. Beberapa kali ia mendapat sial. Yang paling diingat, ia sempat tergelincir saat menjalani kualifikasi 2012 lalu ketika masih bergabung di Ducati. Bahkan ia baru mendapat podium pertamanya di Silverstone pada tahun lalu ketika finish di tempat ketiga di bawah Marc Marquez dan Lorenzo.
Berdasarkan statistik di atas, Lorenzo jelas punya peluang lebih besar untuk membuat Rossi keok di Inggris. Namun apalah arti bilangan angka, hasil akhir seri balap ke-12 nanti jelas baru bisa ditentukan di garis finish Sirkuit Silverstone, akhir pekan ini.
Kemenangan Lorenzo di Sirkuit Masaryk, Brno, Republik Ceko, membuatnya merebut tampuk kepemimpinan klasemen pembalap sementara. Poin pembalap Spanyol itu kini jadi 211, menyamai torehan Rossi yang akhirnya menggusur posisi rekannya yang telah bertahan sejak awal musim.
Persaingan keduanya pun seolah flashback ke awal musim. Sayangnya, Grand Prix Inggris yang akan bergulir pada Minggu (30/8/2015) nanti, sedikit lebih berpihak pada Lorenzo.
Bukan tanpa alasan Lorenzo punya peluang lebih besar di Silverstone. Sejak sirkuit sepanjang 5,9 km itu digunakan 2010 lalu, ia sudah tiga kali menang. Bahkan kemenangan pada 2010 lalu mengantar jadi juara dunia pertama kali.
Di banding dengan pembalap lain, Lorenzo juga tercatat sebagai pengoleksi kemenangan terbanyak di Silverstone. Hanya Casey Stoner dan Marc Marquez yang berhasil mengganggunya juara pada 2011 dan 2014 lalu.
Bagaimana dengan Rossi? Inggris sebenarnya tempat yang bersahabat bagi The Doctor. Total tujuh kali ia merasakan kemenangan di Britania Raya (5 kali kelas 500cc/MotoGP serta sekali kelas 125 dan 250cc).
Namun, itu terjadi hampir satu dekade yang lalu. Terakhir, Rossi berjaya di Inggris pada musim 2005, ketika MotoGP masih digelar di Sirkuit Donington. Prestasi terbaiknya hanya jadi runner up, bahkan ia juga sempat absen akibat cedera.
Di Silverstone sendiri, Rossi juga kerap bermasalah. Beberapa kali ia mendapat sial. Yang paling diingat, ia sempat tergelincir saat menjalani kualifikasi 2012 lalu ketika masih bergabung di Ducati. Bahkan ia baru mendapat podium pertamanya di Silverstone pada tahun lalu ketika finish di tempat ketiga di bawah Marc Marquez dan Lorenzo.
Berdasarkan statistik di atas, Lorenzo jelas punya peluang lebih besar untuk membuat Rossi keok di Inggris. Namun apalah arti bilangan angka, hasil akhir seri balap ke-12 nanti jelas baru bisa ditentukan di garis finish Sirkuit Silverstone, akhir pekan ini.
(bbk)