Terancam Gagal ke Prancis, Luka Modric Ribut dengan Pelatih
Senin, 07 September 2015 - 16:01 WIB
Terancam Gagal ke Prancis, Luka Modric Ribut dengan Pelatih
A
A
A
ZAGREB - Ruang ganti timnas Kroasia semakin panas setelah dikalahkan Norwegia 0-2 pada Kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup H, Minggu (6/9/2015). Kapten Kroasia Luka Modric berseteru dengan Pelatih Niko Kovac. Modric tak terima ucapan Kovac yang menyalahkan pemain pasca kekalahan itu
Kroasia terpaksa meninggalkan puncak klasemen Grup H setelah menelan hasil buruk di dua laga terakhir. Bermain imbang 0-0 di kandang Azerbaijan, dan ditekuk dua gol tanpa balas oleh Norwegia. gol Norwegia dikemas Jo Inge Berget menit ke-51 dan gol bunuh diri Vedran Corluka (69).
Kini, Kroasia bertengger di peringkat 3 dengan 15 poin dari 8 laga, disalip Italia (18 poin) dan Norwegia (16 gol). Hanya dua tim teratas dan peringkat tiga terbaik dari 9 grup yang berhak mendapat tiket langsung ke Prancis. Sedangkan delapan tim peringkat tiga lainnya akan melakukan babak play-off dua leg untuk mencari empat tempat tersisa.
Kovac menuduh minimnya kinerja pemain saat dikakalahkan Norwegia. Bahkan, Modric dkk dinilai tidak berkomitmen penuh dalam melakoni laga. Namun, Modric buru-buru menyanggah anggapan tersebut.
"Itu pendapat pelatih. Saya benar-benar yakin semua pemain di luar sana memberikan segalanya di lapangan," kata Modric dilansir media Kroasia.
"Setiap orang berhak atas pendapatnya. Memang, kami miskin kreasi dan strategi permainan berantakan. Tapi, kami terus mencoba yang terbaik. Sayangnya, semua berjalan ke arah yang salah."
Tanda-tanda keretakan Modric dengan pelatihnya sudah terlihat saat ditahan Azerbaijan. Playmaker Real Madrid itu menunjukkan ketidaksukaannya saat Kovac mengganti dirinya pada pertengahan babak kedua.
Seusai pertandingan, Modric menyatakan tidak mengerti mengapa dia diganti. Menurutnya, seharusnya pertanyaan itu dialamatkan ke Kovac yang dalam situasi tertekan setelah media lokal menuntutnya mundur.
Kroasia mendapat sanksi pemotongan satu poin dari UEFA setelah insiden rasis pada bulan Juni saat ditahan imbang 1-1 oleh Italia. Fans negara Balkan itu menggambar simbol Nazi, swastika, di lapangan dengan bahan kimia. Kroasia banding, dan keputusan akan diumumkan akhir bulan ini.
Kroasia terpaksa meninggalkan puncak klasemen Grup H setelah menelan hasil buruk di dua laga terakhir. Bermain imbang 0-0 di kandang Azerbaijan, dan ditekuk dua gol tanpa balas oleh Norwegia. gol Norwegia dikemas Jo Inge Berget menit ke-51 dan gol bunuh diri Vedran Corluka (69).
Kini, Kroasia bertengger di peringkat 3 dengan 15 poin dari 8 laga, disalip Italia (18 poin) dan Norwegia (16 gol). Hanya dua tim teratas dan peringkat tiga terbaik dari 9 grup yang berhak mendapat tiket langsung ke Prancis. Sedangkan delapan tim peringkat tiga lainnya akan melakukan babak play-off dua leg untuk mencari empat tempat tersisa.
Kovac menuduh minimnya kinerja pemain saat dikakalahkan Norwegia. Bahkan, Modric dkk dinilai tidak berkomitmen penuh dalam melakoni laga. Namun, Modric buru-buru menyanggah anggapan tersebut.
"Itu pendapat pelatih. Saya benar-benar yakin semua pemain di luar sana memberikan segalanya di lapangan," kata Modric dilansir media Kroasia.
"Setiap orang berhak atas pendapatnya. Memang, kami miskin kreasi dan strategi permainan berantakan. Tapi, kami terus mencoba yang terbaik. Sayangnya, semua berjalan ke arah yang salah."
Tanda-tanda keretakan Modric dengan pelatihnya sudah terlihat saat ditahan Azerbaijan. Playmaker Real Madrid itu menunjukkan ketidaksukaannya saat Kovac mengganti dirinya pada pertengahan babak kedua.
Seusai pertandingan, Modric menyatakan tidak mengerti mengapa dia diganti. Menurutnya, seharusnya pertanyaan itu dialamatkan ke Kovac yang dalam situasi tertekan setelah media lokal menuntutnya mundur.
Kroasia mendapat sanksi pemotongan satu poin dari UEFA setelah insiden rasis pada bulan Juni saat ditahan imbang 1-1 oleh Italia. Fans negara Balkan itu menggambar simbol Nazi, swastika, di lapangan dengan bahan kimia. Kroasia banding, dan keputusan akan diumumkan akhir bulan ini.
()