Lawan SFC, Ibarat Laga Final Persela

Selasa, 08 September 2015 - 09:40 WIB
Lawan SFC, Ibarat Laga...
Lawan SFC, Ibarat Laga Final Persela
A A A
MALANG - Persela Lamongan hanya memiliki satu pilihan di pertandingan terakhir fase grup versus Sriwijaya FC (SFC), besok. Persela harus menang jika masih memiliki ambisi lolos ke babak selanjutnya.

Hanya tiga poin yang bisa meloloskan Persela. Berada di peringkat 3 klasemen sementara Grup B dengan dua poin, Laskar Joko Tingkirbutuh poin absolut untuk menggenggam tiket ke 8 besar. Jika mampu menambah tiga angka, laga lain tidak akan memengaruhi langkah Persela. Keinginan memperoleh kemenangan tak semudah bayangan.

SFC yang sementara berstatus runner-updengan tiga poin, juga ngototmencari kemenangan walau hasil imbang sudah cukup untuk meloloskan mereka. Kubu Persela menyadari pertarungan dengan Sriwijaya FC sangat istimewa karena diharuskan meraup poin penuh. Sementara dari sisi teknis, tim asal Kota Soto sejatinya masih belum mapan dan sulit mendapat kemenangan.

“Melawan Sriwijaya FC ibarat pertandingan final. Kami tak memiliki pilihan kecuali menang agar lolos ke babak berikutnya. Jujur saja ini pertandingan yang berat dan kami harus bermain jauh lebih bagus dibandingkan sebelumnya,” kata Didik Ludiyanto, pelatih Persela. Mengingat hanya memiliki satu pilihan, Laskar Joko Tingkirdalam posisi yang agak rumit.

Mereka tidak cukup bermain negatif yang akan mengurangi potensi mencetak gol sebagai syarat awal dalam mengejar kemenangan. Di sisi lain, bermain terbuka juga sangat riskan karena Sriwijaya FC memiliki penyerang-penyerang berbahaya macam Titus Bonay, Patrich Wanggai, TA Musafri, hingga Yohanis Nabar. Inilah yang masih terus dipikirkan staf pelatih Persela.

“Yang pasti, kami bermain sesuai kebutuhan dan situasi di lapangan. Saya rasa Persela bisa bermain bertahan atau menyerang sehingga sangat fleksibel. Tinggal bagaimana nanti penerapannya di lapangan,” tutur Didik. Hingga jelang laga ketiga, tim kesayangan LA Maniamasih belum mencapai potensi terbaik.

Dua perekrutan asing, Jules Basile dan Tassio Bako tak memberikan perubahan signifikan kepada tim. Basile bermain mengecewakan kala ditahan PSGC Ciamis, Tassio Bako bahkan belum dimainkan sama sekali. Selain itu ada pemain lokal yang kesulitan menunjukkan performa terbaik, salah satunya Bijahil Chalwa.

Kukuh setyawan
(bbg)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
4 jam yang lalu
Menebak Taktik Andoni...
Menebak Taktik Andoni Iraola di Liverpool: Pressing Agresif hingga Sepak Bola Chaos
5 jam yang lalu
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
5 jam yang lalu
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
14 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tekuk...
Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026
14 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
14 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemain Timnas...
Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved