Eks Kapten Milan Sebut Strategi Inter Lebih Baik
Selasa, 08 September 2015 - 15:32 WIB
Eks Kapten Milan Sebut Strategi Inter Lebih Baik
A
A
A
MILAN - Mantan Kapten AC Milan Massimo Ambrosini punya pandangan tersendiri jelang Derby della Madonnina Serie A 2015/2016 yang mempertemukan Inter Milan vs AC Milan di Giuseppe Meazza, Minggu (13/9/2015). Ambrosini tak yakin laga akan berakhir 0-0, namun dia mengakui strategi Inter lebih baik.
Menurut Ambrosini, formasi yang diusung Pelatih Milan Sinisa Mihajlovic cenderung statis. Saat menggunakan strategi tertentu di lapangan, I Rossoneri tak tahu cara melakukan perubahan. "Milan mulai dengan ide memainkan 4-3-1-2 dan tidak tahu bagaimana mengubahnya. Mereka tidak tahu bermain dengan cara yang lain," kata Ambrosini dilansir football-italia.
"Dalam hal alternatif, Inter jelas lebih baik, karena mereka dapat mengubah modul selama pertandingan. Saya akan terkejut jika laga nanti akan berakhir 0-0, tapi kinerja akan menjadi penting," imbuh Ambrosini yang menghabiskan 18 tahun (1995–2013) kariernya di AC Milan itu.
"Mihajlovic membutuhkan jawaban dari sudut pandang kepribadian. Dia berharap reaksi untuk melihat apa yang telah dikerjakan selama berbulan-bulan. Sebab, kekalahan akan berisiko merusak segalanya."
Inter dan Milan mengawali dua laga pembuka Serie A musim ini dengan hasil berbeda. Inter di tangan Roberto Mancini sukses mendulang poin sempurna setelah menang atas Atalanta 1-0 dan Carpi 2-1. Sedangkan Milan dikalahkan Fiorentina 0-2 dan menang atas Empoli 2-1. Bagi kedua tim, laga ini menjadi ujian sesungguhnya. Kemenangan akan menaikkan mental tim guna menapaki kompetisi musim ini.
Meski demikian, Ambrosini yakin Milan punya kelebihan dalam persiapan dan sedang bekerja pada rencana taktis yang teliti. Sementara hal itu belum pernah terjadi di Inter Milan. "Mancini harus memahami cara mengatur timnya, sementara Mihajlovic memiliki poin yang tepat dari referensi, dalam hal pendirian Milan sedikit unggul."
Dalam laga nanti, Milan kehilangan Andrea Bertolacci karena cedera paha. Ambrosini menilai Milan akan sangat terbebani dengan absennya Bertolacci. "Montolivo mengatakan dirinya lebih bebas mengekspresikan diri di depan pertahanan, di mana De Jong telah menjadi tak tersentuh. Sementara tidak adanya Bertolacci akan membebani Milan."
"Saya percaya Sinisa (Mihajlovic) akan memerintahkan Bonaventura untuk membuat jembatan antara lini tengah dan serangan. Sinisa membutuhkan pemain yang bisa membuat penyerang lebih banyak bergerak," pungkas Ambrosini.
Menurut Ambrosini, formasi yang diusung Pelatih Milan Sinisa Mihajlovic cenderung statis. Saat menggunakan strategi tertentu di lapangan, I Rossoneri tak tahu cara melakukan perubahan. "Milan mulai dengan ide memainkan 4-3-1-2 dan tidak tahu bagaimana mengubahnya. Mereka tidak tahu bermain dengan cara yang lain," kata Ambrosini dilansir football-italia.
"Dalam hal alternatif, Inter jelas lebih baik, karena mereka dapat mengubah modul selama pertandingan. Saya akan terkejut jika laga nanti akan berakhir 0-0, tapi kinerja akan menjadi penting," imbuh Ambrosini yang menghabiskan 18 tahun (1995–2013) kariernya di AC Milan itu.
"Mihajlovic membutuhkan jawaban dari sudut pandang kepribadian. Dia berharap reaksi untuk melihat apa yang telah dikerjakan selama berbulan-bulan. Sebab, kekalahan akan berisiko merusak segalanya."
Inter dan Milan mengawali dua laga pembuka Serie A musim ini dengan hasil berbeda. Inter di tangan Roberto Mancini sukses mendulang poin sempurna setelah menang atas Atalanta 1-0 dan Carpi 2-1. Sedangkan Milan dikalahkan Fiorentina 0-2 dan menang atas Empoli 2-1. Bagi kedua tim, laga ini menjadi ujian sesungguhnya. Kemenangan akan menaikkan mental tim guna menapaki kompetisi musim ini.
Meski demikian, Ambrosini yakin Milan punya kelebihan dalam persiapan dan sedang bekerja pada rencana taktis yang teliti. Sementara hal itu belum pernah terjadi di Inter Milan. "Mancini harus memahami cara mengatur timnya, sementara Mihajlovic memiliki poin yang tepat dari referensi, dalam hal pendirian Milan sedikit unggul."
Dalam laga nanti, Milan kehilangan Andrea Bertolacci karena cedera paha. Ambrosini menilai Milan akan sangat terbebani dengan absennya Bertolacci. "Montolivo mengatakan dirinya lebih bebas mengekspresikan diri di depan pertahanan, di mana De Jong telah menjadi tak tersentuh. Sementara tidak adanya Bertolacci akan membebani Milan."
"Saya percaya Sinisa (Mihajlovic) akan memerintahkan Bonaventura untuk membuat jembatan antara lini tengah dan serangan. Sinisa membutuhkan pemain yang bisa membuat penyerang lebih banyak bergerak," pungkas Ambrosini.
(sha)