Luka Modric, Kroasia Tersukses di Madrid
Rabu, 09 September 2015 - 15:23 WIB
Luka Modric, Kroasia Tersukses di Madrid
A
A
A
MADRID - Hari ini, Rabu, 9 September 2015, Luka Modric merayakan ultah ke-30. Mantan playmaker Tottenham Hotspur itu sudah empat musim bertahan di Real Madrid. Meski sempat menjalani masa-masa sulit di awal kariernya bersama Los Blancos, namun kini pemain kelahiran Zadar, Kroasia, itu menikmati kesabarannya dan menjadi pemain kunci Madrid.
Modric diboyong Madrid dari Spurs dengan mahar 30 juta pounds (sekitar Rp658 miliar) pada 27 Agustus 2012. Selama empat musim di klub London tersebut, Modric mencetak 24 assist dan 13 gol dari total 127 penampilan di Liga Primer Inggris, serta memiliki reputasi bagus sebagai gelandang kreatif yang tidak egois dan beorientasi membantu tim untuk menang.
Di bawah arahan Jose Mourinho, pada awal musim di Santiago Bernabeu, Modric mencetak 3 gol dari 33 penampilan di La liga Spanyol. Sedangkan di kancah Eropa dia mengemas satu gol dari 11 laga, dan memainkan sembilan laga di Copa del Rey.
Namun, itu masih belum dirasa cukup oleh fans Madrid. Bahkan, pembaca media olahraga terkenal di Madrid, memberi predikat kepada mantan pemain Dinamo Zagreb itu sebagai "transfer terburuk musim ini" pada Januari 2013.
Namun, Modric lekas membungkam kritik dengan gol geledeknya saat menang 2-1 melawan Manchester United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2012/2013. Pada msuim 2014/2015, Modric menjadi salah satu sosok kunci Madrid. Itu digambarkan saat Madrid kehilangan permainan terbaik selama Modric cedera menjelang akhir musim lalu.
Kini, Modric telah berkembang menjadi pemain favorit fans. Pendukung Madrid percaya, visi dan sentuhannya memberikan Madrid kontrol yang lebih di lini tengah. Sejauh ini, Modric sudah tampil di 131 laga berkostum Madrid dengan sumbangan tujuh gol.
Musim 2015/2016, saat Pelatih Rafael Benitez mengambila alih kursi pelatih Madrid, Modric tidak kehilangan kepercayaan pelatih dan masih melanjutkan perannya sebagai kunci permainan Madrid. Di dua laga pembuka La Liga Spanyol 2015/2016, Benitez menurunkannya sebagai starter. Sejak Senin (8/9/2015), Modric dan rekannya Mateo Kovacic sudah berlatih di Valdebebas, Madrid, setelah dari tugas internasional.
Sejauh ini Modric disebut sebagai pemain Kroasia tersukses sepanjang sejarah Madrid di banding pendahulunya sesama Kroasia, Robert Prosinecki (gelandnag/1991-1994), Davor Suker (striker/1996-1999), dan Robert Jarni (bek/1998-1999). Empat musim di Madrid, Modric mengumpulkan Piala Super Spanyol 2012, Copa del Rey 2013-2014, Liga Champions 2013-2014, Piala Super Eropa 2014 dan Piala Dunia Klub 2014.
Modric diboyong Madrid dari Spurs dengan mahar 30 juta pounds (sekitar Rp658 miliar) pada 27 Agustus 2012. Selama empat musim di klub London tersebut, Modric mencetak 24 assist dan 13 gol dari total 127 penampilan di Liga Primer Inggris, serta memiliki reputasi bagus sebagai gelandang kreatif yang tidak egois dan beorientasi membantu tim untuk menang.
Di bawah arahan Jose Mourinho, pada awal musim di Santiago Bernabeu, Modric mencetak 3 gol dari 33 penampilan di La liga Spanyol. Sedangkan di kancah Eropa dia mengemas satu gol dari 11 laga, dan memainkan sembilan laga di Copa del Rey.
Namun, itu masih belum dirasa cukup oleh fans Madrid. Bahkan, pembaca media olahraga terkenal di Madrid, memberi predikat kepada mantan pemain Dinamo Zagreb itu sebagai "transfer terburuk musim ini" pada Januari 2013.
Namun, Modric lekas membungkam kritik dengan gol geledeknya saat menang 2-1 melawan Manchester United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2012/2013. Pada msuim 2014/2015, Modric menjadi salah satu sosok kunci Madrid. Itu digambarkan saat Madrid kehilangan permainan terbaik selama Modric cedera menjelang akhir musim lalu.
Kini, Modric telah berkembang menjadi pemain favorit fans. Pendukung Madrid percaya, visi dan sentuhannya memberikan Madrid kontrol yang lebih di lini tengah. Sejauh ini, Modric sudah tampil di 131 laga berkostum Madrid dengan sumbangan tujuh gol.
Musim 2015/2016, saat Pelatih Rafael Benitez mengambila alih kursi pelatih Madrid, Modric tidak kehilangan kepercayaan pelatih dan masih melanjutkan perannya sebagai kunci permainan Madrid. Di dua laga pembuka La Liga Spanyol 2015/2016, Benitez menurunkannya sebagai starter. Sejak Senin (8/9/2015), Modric dan rekannya Mateo Kovacic sudah berlatih di Valdebebas, Madrid, setelah dari tugas internasional.
Sejauh ini Modric disebut sebagai pemain Kroasia tersukses sepanjang sejarah Madrid di banding pendahulunya sesama Kroasia, Robert Prosinecki (gelandnag/1991-1994), Davor Suker (striker/1996-1999), dan Robert Jarni (bek/1998-1999). Empat musim di Madrid, Modric mengumpulkan Piala Super Spanyol 2012, Copa del Rey 2013-2014, Liga Champions 2013-2014, Piala Super Eropa 2014 dan Piala Dunia Klub 2014.
(sha)