Pengakuan Gila Bradley Smith Soal GP San Marino

Senin, 14 September 2015 - 14:02 WIB
Pengakuan Gila Bradley...
Pengakuan Gila Bradley Smith Soal GP San Marino
A A A
MISANO - Bradley Smith sukses naik podium MotoGP untuk pertama kalinya musim ini setelah jadi runner up Grand Prix San Marino, Minggu (13/9/2015). Pembalap Inggris itu hanya kalah dari Marc Marquez yang keluar sebagai jawara di Sirkuit Misano.

Balapan di Misano, sebagian pembalap memang disulitkan dengan cuaca yang tak menentu. Di awal balapan, para pembalap seperti Jorge Lorenzo, Marquez, dan Valentino Rossi mesti mengganti ban akibat hujan yang sempat turun.

Tak berselang lama, hujan yang berhenti dan membuat trek kering kembali membuat para rider mesti mengganti motornya. Tercatat, dua kali para peserta Grand Prix San Marino harus menukar motornya di pitlane agar bisa berpacu dengan maksimal. (Baca Juga: Marquez Taklukkan Misano, Rossi Gagal Jaga Rekor)

Namun dari sebagian pembalap, hanya Smith yang melakukan perjudian besar.Ya, pembalap Monster Yamaha Tech3 itu rupanya mengabaikan peringatan mekaniknya untuk masuk pitlane guna mengganti ban. Beda dengan pembalap lain, Smith yang nyelonong tanpa henti justru mendapat podium pertamanya musim ini. Selepas balapan, ia mengaku keputusannya sangat gila.

"Saya tetap balapan dengan menggunakan ban slicks yang menurut saya itu keputusan gila. Saya melewatkan lap pertama kemudian hujan turun. Akibatnya, saya sudah tertinggal dua lap dan saya pikir saya akan tetap balapan untuk jangka waktu yang lama. Tapi di beberapa titik sangat menyeramkan," bebernya melansir bike sport news, Senin (14/9/2015).

"Saya tahu kondisi seperti ini akan membuat trek kering. Masalahnya, saya tidak tahu seberapa cepat trek akan kering dan sangat sulit melihatnya. Tapi setelah terlempar ke posisi 21, kemudian datang dan finish di posisi dua sangatlah hebat," imbuhnya.

Keputusannya itu pun diakui Smith sebagai perjudian besar. Bahkan ia sempat pesimis bisa dapat podium sebab hampir tidak ada yang pernah bisa melakukannya.

"Ketika saya berjudi, saya tidak berharap bisa berada di podium. Tapi peluang tersebut datang dan sangat jarang terjadi. Pembalap satelit telah bekerja sangat keras sepanjang tahun, tapi kami tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berada di podium, sehingga Anda harus membawa mereka ketika mereka datang," pungkasnya.
(bbk)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
36 menit yang lalu
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
51 menit yang lalu
AEF/MANTENA Cup 2026...
AEF/MANTENA Cup 2026 Dorong Prestasi Berkuda dan Sport Tourism Indonesia
1 jam yang lalu
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
1 jam yang lalu
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
7 jam yang lalu
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
7 jam yang lalu
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved